Rencana Kerja Pengembangan Program Sekolah
Menumbuh-Kembangkan Kepemimpinan Murid Sesuai Visi&Tujuan Sekolah
Kolaborasi Produktif Mata Pelajaran Sistem Internet of Things & PKK (“KolaPro”)
Oleh : Haryanto, S.T.,M.Kom
SMKN 2 Yogyakarta
Calon Guru Penggerak Angkatan 7 Kota Yogyakarta
- Latar belakang masalah
Pengembangan Program Sekolah ini merupakan pengejawantahan dari prakarsa perubahan (BAGJA) menjadi rencana kerja yang lebih operasional dalam menjalankan program yang dapat menumbuh-kembangkan kepemimpinan murid sesuai dengan visi dan tujuan sekolah. Judul program kegiatan “KolaPro” merupakan Kolaborasi Produktif Mata pelajaran Sistem Internet of Things (SIoT) & Produk Kreatif dan Kewirausahaan (PKK) di SMK N 2 Yogyakarta Program keahlian Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim konsentrasi Sistem Informatika Jaringan Aplikasi.
Profile pelajar pancasila merupakan sejumlah ciri karakter dan kompetensi yang diharapkan untuk diraih oleh peserta didik, yang didasarkan pada nilai-nilai luhur Pancasila. Kegunaan profile pelajar pancasila adalah: (1) penerjemahkan tujuan dan visi pendidikan ke dalam format yang lebih mudah dipahami oleh seluruh pemangku kepentingan pendidikan, (2) menjadi kompas bagi pendidik dan pelajar Indonesia dan tujuan akhir segala pembelajaran, (3) program, dan kegiatan di satuan pendidikan. Profile pelajar pancasila mempunyai 6 dimensi yakni : (1) Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, (2) Berkebinekaan Global, (3) Mandiri, (4) Bergotong royong, (5) Bernalar kritis dan (6) Kreatif.
SMKN 2 Yogyakarta merupakan sekolah yang memiliki 8 Program keahlian dan 10 Kompetensi keahlian dengan jumlah rombongan belajar 72 Kelas, visi sekolah SMK Negeri 2 Yogyakarta : Menghasilkan Tamatan yang Unggul, Berwawasan Lingkungan, Berkarakter, dan Berdaya Saing Global.
Pada mata pelajaran Sistem Internet of Things, sering ketika praktik membuat proyek hasilnya tidak dimanfaatkan sehingga sia-sia karena tidak ada yang order, proyek IoT berupa sesuatu yang bisa di sesuaikan dengan yang di pikirkan, misalnya bagaimana untuk menghemat energi, bagaimana untuk mengerjakan otomatisasi di rumah, menjaga keamanan rumah (smart home), mengotomatisasi pengairan, pemupukan pada tanaman (smart farming) dan masih banyak lagi.
Mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan (PKK) mempelajari bagaimana menganalisis produk sesuai dengan kebutuhan, produksi masa, promosi hasil produk, pengemasan hasil produk ketika praktik PKK memerlukan hasil produksi atau jasa.
- Tujuan
Tujuan kolaborasi produktif mata pelajaran Sistem Internet of Things & PKK adalah:
- Meningkatkan murid berpikir kritis dan kreatif murid sehingga mampu secara objektif memproses informasi baik kualitatif maupun kuantitatif, membangun keterkaitan antara berbagai informasi, menganalisis informasi, mengevaluasi dan menyimpulkannya, memodifikasi dan menghasilkan sesuatu yang orisinal, bermakna, bermanfaat, dan berdampak untuk membuat proyek/produk yang layak jual
- Meningkatkan murid bergotong royong sehingga murid untuk terlibat dan berinteraksi dengan orang lain untuk membuat proyek/produk yang layak jual.
- Murid mampu merencanakan, memproduksi, mempromosikan dan menjual hasil praktik Kolaborasi produktif Internet of Things (IoT) & PKK.
- Hasil yang diharapkan
Program KolaPro diharapkan menghasilkan:
- Murid mampu berkreasi membuat produk sesuai dengan kebutuhan pasar dengan cara menganalisis kebutuhan pasar dengan wawancara, survei atau hasil pemetaan data dari sumber data yang ada.
2) Murid berkolaborasi produktif, setiap kelompok bekerja sama sesuai dengan tanggung jawab, keahlian masing-masing
3) Murid merencanakan produk secara berkolaborasi pada mata pelajaran Sistem Internet of Things dan PKK, judul proyek yang akan dibuat sesuai dengan hasil diskusi setiap kelompok, kemudian merencanakan pemasaran, produksi secara kolaborasi.
- Pelaksanaan dan Hasil Penyelesaian Masalah
Program kolapro ini dilakukan dengan cara pembelajaran yang saling mendukung antara mata pelajaran yang memproduksi barang/jasa dan mata pelajaran yang akan memasarkan hasil produksi, dengan kolaborasi 2 mata pelajaran ataupun lebih yang saling mendukung. Kolaborasi produktif ini di lakukan di semester genap dengan alasan ketika di semester ganjil/awal mempelajari konsep dari materi masing-masing mata pelajaran, kemudian di semester genap mampu menerapkan dengan menguatkan pada aspek kreatif, bernalar kritis dan kolaborasi.
Tatakala untuk pelaksanaan program KolaPro ini adalah pada awal minggu pertama semester genap 2023/2024 koordinasi yang melibatkan murid, guru mapel yang dikolaborasikan minimal 2 guru, guru tamu dari industri PT Life media yang kebetulan orang tua murid, kepala program keahlian, kepala bengkel, toolman. Sistem Internet of Things dan PKK membahas rencana model, waktu, alat, bahan dan tatakala pembelajaran kolaborasi. Minggu ke-3 semester genap 2023 pembentukan kelompok siswa yang melibatkan guru mapel kolaborasi dengan siswa, minggu 4 mengundang guru tamu dari industri untuk memberikan materi tentang produk IoT, standar industri, pemasaran penanganan kepuasan pelanggan. Minggu kelima evaluasi program dan kendala dengan model coaching. Minggu ke-8 penilaian hasil produk siswa beserta evaluasinya. Minggu ke-12 Pameran dan marketing day hasil karya murid di gedung Technopark/BLUD SMKN 2 Yogyakarta dengan mengundang kepala sekolah dan staf manajemen, wali murid, indsutri dan lingkungan sekitar.
Program “KOLAPRO” ini diimplementasikan pada Program keahlian PPLG (Pengembangan perangkat Lunak dan Gim) kelas XI SIJA 1 dan 2 jumlah ada sekitar 72 murid, dibagi menjadi 24 kelompok, masing-masing 3 murid. Pembagian kelompok sesuai keinginan murid untuk mendorong suara, pilihan dan kepemilikan murid, setiap kelompok menunjuk ketua masing-masing.
Program ini akan dievaluasi setiap bulan oleh guru pengampu, ketua program keahlian, kepala sekolah, pendampingan dari industri/orang tua siswa dengan cara survei, wawancara dan refleksi menggunakan elerning/LMS
- Simpulan dan Saran
Kesimpulan :
Proyek KolaPro ini kan berhasil jika semua unsur bisa dilibatkan secara aktif yaitu murid, guru, industri, Kepala sekolah dan Staf manajemen sehingga murid mampu membuat produk didalam pembelajaran dan layak jual.
Saran
- Proyek yang direncanakan siswa terlalu komplek yang mengakibatkan waktu yang di butuhkan kurang, bahan yang di sekolah kurang, solusinya dengan pendampingan ketika pengajuan proposal proyek kolaborasi produktif.
- Kurang tersedianya alat-bahan praktek karena proyek yang di rencanakan beraneka ragam sesuai dengan kebutuhan pemesan. Hal ini di upayakan siswa untuk mengadakan sendiri bahan praktek yang tidak tersedia di sekolah.