Platform Internet-of-Things
IoT platform adalah sekumpulan fungsi siap pakai untuk memudahkan developer maupun user dalam membangun IoT. IoT platform sudah menyediakan fitur komunikasi, arus data, manajemen perangkat, dan fungsionalitas aplikasi. Semuanya sudah ada pada platform IoT sehingga developer maupun user bisa menggunakannya dengan mudah. Developer maupun user hanya perlu melakukan sedikit penyesuaian agar sistem bisa bekerja sesuai kriteria proyek. Dengan adanya IoT platform, developer maupun user bisa mengembangkan IoT dengan lebih cepat, mudah, dan murah. Ibarat memasak, IoT platform adalah bumbu instan. Kita tidak perlu lagi berbelanja bahan bumbu mentah dan mengolahnya secara manual. Cukup masukkan bumbu instan ke dalam masakan sesuai resep untuk mendapatkan hidangan lezat di atas meja.

Gambar 6. IoT Infrstruktur (www.altexsoft.com)
Jika dihubungkan dengan cara kerja IoT di atas, IoT platform berada di bagian 3 (pengolah data / Software) dan 4 (user interface). Artinya, IoT platform membantu untuk menghubungkan hardware dan konektivitas dengan software dan user interface secara efisien.
Platform IoT menyediakan dukungan untuk menghubungkan, menyimpan, menghitung, memvisualisasi dan menganalisis data dari perangkat yang beragam. Ada banyak platform IoT di pasaran, dan fungsinya pun bervariasi. Platform IoT bertanggung jawab untuk mengintegrasikan perangkat di jaringan untuk berbagai aplikasi melalui paket perangkat lunak. Manfaat IoT Platform.
IoT platform berada pada bagian 3 (pengolah data / Software) dan 4 (user interface), yang bermaat untuk:
- Menghubungkan hardware (sensor dan perangkat)
- Menangani protokol komunikasi hardware dan software yang berbeda
- Menyediakan keamanan dan autentikasi untuk perangkat dan pengguna
- Mengumpulkan, memvisualisasikan, dan menganalisis data dari sensor
- Mengintegrasikan semua komponen di atas dengan sistem bisnis
2.2 Macam-macam platform IoT
Platform IoT sangat banyak, pasar kewalahan dengan sejumlah platform middleware IoT ada ratusan jumlahnya. IoT platform merupakan industri baru yang posisinya belum semapan industri lain. Bandingkanlah dengan industri software, mobile, dan gaming. Setiap kemunculan industri, para pelakunya membutuhkan waktu untuk melakukan riset dan pengembangan sebelum berhasil memapankan posisi di pasar. Penerapan IoT sangatlah luas dengan potensi tak terbatas. Kebutuhan untuk IoT migas tentu berbeda dari IoT transportasi atau energi. Bahkan pada bidang industri yang sama, kebutuhan antara perusahaan A dan perusahaan B bisa jadi berbeda. Ada lima platform IoT yang paling populer yaitu: Amazon Web Service (AWS) IoT, Microsoft Azure IoT, Google Cloud Platform, IBM Watson IoT dan Cisco. Masing-masing dari berikut ini dibahas dengan sudut pandang persyaratan. Sedangkan Platform IoT Sumber Terbuka antara lain: Thingspeak, Thingsboard, Thinger.io, Blynk dan masih banyak lagi.

Gambar 7. Platform IoT yang paling populer (www.altexsoft.com)
- AWS IoT Platform
Merupakan pemimpin cloud publik, platform IoT ini memiliki pengguna di 190 negara. Selain seperangkat alat yang luas, ia menawarkan integrasi yang mudah dengan layanan AWS populer lainnya yang memanfaatkan penyimpanan scalable storage, computing power dan kemampuan AI tingkat lanjut. AWS cocok untuk platform IoT untuk smartcity, smarthome, pertanian, perawatan kesehatan. Kekuatan utama beragam layanan yang tersedia, lingkungan pengembangan yang kaya untuk menyederhanakan dan mempercepat perancangan aplikasi IoT. Pada tahun 2020, AWS diakui sebagai platform aplikasi IoT terkemuka yang memberdayakan kota pintar. Itu juga di garis depan dalam membangun produk rumah yang terhubung, didukung oleh Alexa Voice. Di antara kasus penggunaan yang berhasil di domain lain adalah proyek untuk Philips HealthCare, Rio Tinto (perusahaan pertambangan dan logam terbesar kedua di dunia), dan Bayer Crops Science (pertanian).

Gambar 8. AWS IoT infrastructure (www.altexsoft.com)
- Platform Microsoft Azure IoT
Platform Microsoft Azure IoT adalah kumpulan layanan terkelola dan platform yang menyambungkan, memantau, dan mengontrol perangkat IoT. Azure IoT menawarkan sekumpulan opsi yang komprehensif kepada pengembang. Pilihannya meliputi platform perangkat, layanan cloud pendukung, SDK, dan alat untuk membangun aplikasi cloud yang mendukung perangkat. Pengembang aplikasi perangkat mengadaptasi perangkat yang sudah ada untuk tersambung ke cloud dan mengintegrasikan ke dalam solusi IoT.

Gambar 9. Architecture Microsoft Azure IoT (https://azure.microsoft.com)
Perangkat ini dapat mendukung bahasa dengan tingkat yang lebih tinggi, seperti C# atau Python, dan sering mendukung sistem operasi dengan tujuan umum yang stabil seperti Windows atau Linux. Microsoft Azure IoT umumnya perangkat yang ditargetkan termasuk PC, Kontainer, Raspberry Pi, dan perangkat seluler.
- Google Cloud IoT Core
Google Cloud Internet of Things (IoT) Core dikembangkan oleh Google, dikenal sebagai penyedia layanan cloud dengan pertumbuhan tercepat. Berfokus pada analisis aplikasi modern dan infrastruktur komputasi awan. Google Cloud IoT telah meletakkan dasar yang kokoh untuk produk terkait platform IoT dengan memperluas fungsi pengelolaan datanya ke bidang otomatisasi jalur data, pembelajaran mesin dan AI. Karena Google Cloud IoT dibuat di Google Cloud Platform (GCP). Google Cloud IoT dapat menggunakan seperangkat alat lengkap untuk menghubungkan, memproses, menyimpan dan menganalisis berbagai jenis data di edge dan cloud. Secara bersamaan juga menghubungkan dan menggunakan modul lain di ekosistem layanan cloud GCP.

Gambar 10. Google Cloud Internet of Things (IoT) Core (
Seperti Cloud Dataflow dan BigQuery. Modul ini tidak hanya menyediakan tumpukan software terintegrasi untuk edge atau komputasi lokal. Tetapi juga memenuhi fungsi machine learning yang diperlukan oleh IoT untuk menyelesaikan berbagai jenis persyaratan kasus penggunaan IoT. Namun, mirip dengan produk dari vendor besar lainnya. Google Cloud IoT tidak hanya rumit, tetapi juga tidak memiliki opsi penyesuaian yang menyulitkan proyek dan startup IoT untuk memulai bergerak cepat. Sebelum menggunakan layanan cloud Google yang terkait dengan Internet of Things, tim pengembangan perangkat lunak juga perlu memiliki cadangan pengetahuan profesional tertentu.Sebagai alternatif dari pengembangan internal, Anda dapat memilih partner GCP-CyberVision yang juga menyediakan layanan pengembangan IoT yang komprehensif.Contoh Penggunaan Aplikasi Dari Google Cloud IoT: Pemeliharaan prediktif Pelacakan aset realtime, Logistik dan manajemen rantai pasokan, Bangunan dan kota pintar.
- IBM Watson IoT
Platform IBM Bluemix baru-baru ini dinamai sebagai platform IBM Watson IoT. Ini mendukung sejumlah besar analitik kognitif, dan dianggap sebagai salah satu platform populer bagi para peneliti (Pusat Pengetahuan IBM 2019 ). Berbagai teknologi yang disediakan oleh IBM Watson sehubungan dengan persyaratan fungsional, non-fungsional dan arsitektur adalah sebagai berikut:
Persyaratan Fungsional Setiap perangkat dalam jaringan terhubung melalui. broker pesan melalui security gateway. Setiap perangkat diberi ID organisasi yang unik. Ini mendukung database SQL dan database NoSql. Mesin kognitif dikerahkan untuk pemrosesan kueri. Dasbor dan notebook Jupyter untuk visualisasi. Mendukung pemrosesan peristiwa historis dan waktu nyata. Persyaratan Non-Fungsional dapat menskalakan jutaan perangkat. Kafka REST API digunakan untuk memberikan ketepatan waktu pemrosesan acara. Menyediakan otentikasi, mekanisme otorisasi melalui protokol, dengan dukungan untuk manajemen risiko. Platform cukup mudah untuk digunakan, menjadikannya pilihan populer di kalangan peneliti. Persyaratan Arsitektur Mendukung sejumlah besar bahasa pemrograman. Biasanya editor Node Red digunakan untuk pemrograman. Cocok untuk menerapkan aplikasi yang sadar konteks. Mendukung sejumlah besar SDK. Dapat digunakan untuk membangun ringan serta aplikasi web. Ini memiliki arsitektur terpusat dengan dukungan untuk pemrosesan terdistribusi.
- Cisco IoT Networking dan Edge Intelligence Platform
Cisco sudah berpengalaman dalam hal konektivitas jaringan dan keamanan perangkat, Cisco selalu menjadi pelopor yang diakui secara global.

Gambar 11. Cisco IoT Networking Platform (https//blogs.cisco.com)
Dengan meningkatnya kompleksitas aplikasi industri, infrastruktur perangkat di edge mengasumsikan lebih banyak fungsi pemrosesan data dan mengoptimalkan berbagai beban dari edge ke cloud. Dalam hal ini, Cisco telah mengadopsi pendekatan ujung ke ujung untuk membangun solusi dari edge ke cloud. Memungkinkan platform IoT diimplementasikan secara paralel dengan infrastruktur dan perangkat keras jaringan modern. Jaringan kontrol industri dan solusi cerdas edge yang dibuat oleh perusahaan dirancang khusus untuk aplikasi latensi rendah dan keamanan tinggi di bidang industri. Ini bertujuan untuk menyediakan manajemen perangkat dan layanan analisis di tepi Internet of Things.
- Thingspeak
ThingSpeak adalah platform open source Internet of Things (IOT) aplikasi dan API untuk menyimpan dan mengambil data menggunakan protokol HTTP dan MQTT melalui Internet atau melalui Local Area Network. Data yang telah dibaca oleh sensor nantinya akan dikirim ke Thingspeak melalui jaringan internet dan data yang telah tersimpan pada Thingspeak nanti akan bisa olah, dianalisa atau dimonitor melalui desktop maupun smartphone.. Platform IoT thingspeak menyediakan aplikasi untuk menganalisis dan memvisualisasikan data tersebut menggunakan MATLAB walaupun kita tidak membeli lisensi MATLAB. Data dari sensor bisa dikirim ke thingspeak dari Arduino, Raspberry Pi, BeagleBone Black dan perangkat keras lainnya. Fitur ThingSpeak : Collect data in private channels, Share data with public channels, RESTful and MQTT APIs, MATLAB® analytics and visualizations.
Thingspeak dapat digunakan secara gratis untuk menjalankan aplikasi dan kode API untuk bertukar data, dapat disimpan dan diambil dengan berbagai perangkat menggunakan protokol HTTP maupun MQTT melalui koneksi jaringan internet. Platform ThingSpeak versi gratis, terdapat keterbatasan yaitu hanya dapat membuat maksimal 4 channel secara gratis, dan untuk menulis data ke dalam channel tersebut harus memiliki jeda waktu minimal 15 detik agar data tersebut terkirim. Apabila kurang dari 15 detik sudah mengirimkan data, maka akan mendapatkan balasan gagal pengiriman data dan data tidak akan tersimpan didalam channel

Gambar 12. Thingspeak IoT Platform (https://thingspeak.com)
- Istilah-istilah dan Karakteristik dalam ThingSpeak
Dalam ThingSpeak terdapat beberapa istilah yang digunakan untuk merujuk pada fungsi atau operasi yang berjalan didalamnya, berikut ini beberapa istilah dalam ThingSpeak:
- Channel, merupakan tempat yang mewadahi atau kelompok dari pada data-data yang ada pada sebuah project.
- Channel ID, berfungsi sebagai Channel number yang diperlukan untuk dapat mengetahui channel yang dapat dihubungkan.
- API Keys, merupakan kode unik dari setiap channel yang digunakan untuk melakukan operasi baca atau tulis data menggunakan protokol HTTP.
7. Thingsboard
Thingsboard adalah 100% open source IoT platform yang dapat menjadi host untuk solusi SaaS atau PaaS. Platform ini menyediakan manajemen perangkat, pengumpulan, pemrosesan, dan visualisasi data. Protokol standar yang didukungnya adalah MQTT, CoAP, dan HTTP serta dapat mendukung cloud atau lokal server. Thingsboard memberikan lebih dari 30 widget yang dapat disesuaikan, sehingga memungkinkan Anda untuk membuat dasboard khusus untuk end-user.

Gambar 13. IoT Dashboard Thingsboard
Fitur-fitur kunci platform ini adalah:
- Visualisasi data real-time dan pengendalian perangkat jarak jauh
- 30 widget yang dapat disesuaikan
- Pengaturan yang dapat di kustomasi, plugin, widget, dan implementasi sistem transportasi
- Dapat memantau atribut dari sisi client dan server.
- Mendukung instalasi multi-tenant.
- Mendukung enkripsi transport untuk protokol MQTT dan HTTP.
- Node yang mengalami kerusakan dapat diganti tanpa downtime.
8. Thinger.io
Thinger.io adalah platform opensource untuk IoT yang menyediakan infrastruktur cloud yang scalable untuk menghubungkan perangkat IoT. Anda dapat mudah mengendalikannya dengan menggunakan konsol admin atau mengintegrasikannya proyek Anda dengan menggunakan REST API yang disediakannya. Platform ini mendukung semua jenis board seperti Arduino, ESP8266, Raspberry Pi, dan Intel Edison.

Gambar 14. Dashboard Platform IoT Thinger.io
Fitur utama platform open source IoT Thinger.io :
- Realtime dashboard
- Docker dan integrasi IFTT
- Cloud
- Instalasi server pada private cloud dan dapat menggunakan Open Source library untuk menghubungkan perangkat Anda.
- Blynk
Blynk merupakan platform open source IoT untuk membangun dan mengelola perangkat keras yang terhubung mampu menyediakan visualisasi data sensor, kendali jarak jauh dengan aplikasi seluler dan web, pembaruan firmware Over-The-Air, cloud aman, analitik data, manajemen pengguna dan akses, peringatan, otomatisasi, dan banyak lagi. Platform Blynk mendukung untuk aplikasi produk rumah pintar, sistem HVAC (Heating, Ventilasi, Air Conditioning) yang kompleks, peralatan pertanian dan masih banyak lagi. Perusahaan-perusahaan ini membuat aplikasi bermerek tanpa kode dan mendapatkan infrastruktur IoT back-end lengkap melalui satu langganan.

Gambar 15. Platform IoT Blynk ( https://blynk.io)