Modul Praktikum IoT: Perangkat Output (LED, LCD 16×2, Buzzer, Servo, & Stepper)

Selamat datang pada modul praktikum pelatihan divisi Internet of Things (IoT). Mari kita pelajari bersama berbagai perangkat output pada mikrokontroler!

Apa itu Perangkat Output?

Perangkat Output adalah komponen yang bertugas menampilkan hasil pemrosesan data dari mikrokontroler agar dapat dimengerti oleh pengguna atau ditransmisikan ke perangkat lain. Output ini berupa data digital maupun analog yang direfleksikan dalam bentuk visual, suara, atau gerakan mekanis.


Jenis-Jenis Perangkat Output

1. Visual

Komponen yang menghasilkan tampilan visual sebagai respons terhadap sinyal data:

  • LED (Light Emitting Diode): Digunakan untuk memberikan indikasi visual, seperti menunjukkan status atau kondisi operasional suatu sistem.
  • LCD (Liquid Crystal Display) 16×2: Media tampilan berbasis kristal cair yang terdiri dari 16 kolom dan 2 baris karakter untuk menampilkan teks atau angka.

2. Audio

Komponen yang mengubah sinyal listrik/digital dari mikrokontroler menjadi gelombang suara:

  • Speaker: Perangkat audio elektro-akustik untuk reproduksi suara atau musik.
  • Buzzer: Komponen penghasil getaran suara gelombang bunyi.
    • Active Buzzer: Langsung menghasilkan nada tunggal saat diberi tegangan.
    • Passive Buzzer: Memerlukan sinyal frekuensi (seperti fungsi tone() PWM) untuk mengatur tinggi-rendahnya nada.

3. Aktuator (Gerakan)

Komponen mekanis/elektrik yang merespon sinyal kontrol dengan gerakan fisik:

  • Motor Servo: Motor DC sistem tertutup yang dilengkapi sensor posisi (potensiometer) dan rangkaian kontrol, mampu berputar presisi pada sudut tertentu (0°, 90°, hingga 180°).
  • Motor Stepper: Motor DC yang bergerak berdasarkan langkah (step) diskrit per pulsa digital. Sangat unggul dalam tingkat presisi sudut dan rotasi berulang.

Panduan Praktikum & Kode Program

1. LCD 16×2 I2C

Komponen: Arduino Uno R3, LCD 16×2 dengan Modul I2C, Kabel Jumper.

Skema Skematik Pin:

  • GND → GND Arduino
  • VCC → 5V Arduino
  • SDA → Pin SDA (A4) Arduino
  • SCL → Pin SCL (A5) Arduino
#include <Wire.h>              // Library komunikasi I2C
#include <LiquidCrystal_I2C.h> // Library LCD I2C

LiquidCrystal_I2C lcd(0x27, 16, 2); // Alamat I2C umum 0x27

void setup() {
  lcd.init();                      // Inisialisasi LCD
  lcd.backlight();                 // Nyalakan lampu latar
}

void loop() {
  lcd.setCursor(0, 0);             // Kolom 0, Baris 0
  lcd.print("AMCC"); 
  lcd.setCursor(6, 1);             // Kolom 6, Baris 1
  lcd.print("IoT"); 
}

2. Buzzer

Komponen: Arduino Uno R3, Buzzer Pasif/Aktif, Kabel Jumper.

Skema Skematik Pin:

  • Kutub Positif (Kaki Panjang) → Pin 2 Arduino
  • Kutub Negatif (Kaki Pendek) → GND Arduino
int buzzer = 2; // Deklarasi pin buzzer

void setup() {
  pinMode(buzzer, OUTPUT); // Konfigurasi pin sebagai output
}

void loop() {
  tone(buzzer, 10);   // Frekuensi 10 Hz
  delay(2000);        // Jeda 2 detik
  tone(buzzer, 100);  // Frekuensi 100 Hz
  delay(2000);        // Jeda 2 detik
}

3. Motor Servo

Komponen: Arduino Uno R3, Motor Servo (SG90/MG995), Kabel Jumper.

Skema Skematik Pin:

  • GND (Cokelat/Hitam) → GND Arduino
  • VCC (Merah) → 5V Arduino
  • PWM (Kuning/Oranye) → Pin 6 Arduino
#include <Servo.h>
#define SERVO_PIN 6 

Servo myservo; // Inisialisasi objek servo

void setup() {
  myservo.attach(SERVO_PIN); 
}

void loop() {
  myservo.write(0);   // Posisi 0 derajat
  delay(1000);

  myservo.write(90);  // Posisi 90 derajat
  delay(1000);

  myservo.write(180); // Posisi 180 derajat
  delay(1000);

  myservo.write(90);  // Kembali ke 90 derajat
  delay(1000);
}

4. Motor Stepper

Komponen: Arduino Uno R3, Motor Stepper & Driver, Kabel Jumper.

Skema Skematik Pin:

  • A- → Pin 13 Arduino
  • A+ → Pin 12 Arduino
  • B+ → Pin 11 Arduino
  • B- → Pin 10 Arduino
#include <Stepper.h>

const int stepsPerRevolution = 100; 
Stepper myStepper(stepsPerRevolution, 10, 11, 12, 13);

void setup() {
  myStepper.setSpeed(60); // Kecepatan RPM
}

void loop() {
  myStepper.step(stepsPerRevolution / 2);  // 90 derajat searah jarum jam
  delay(500);

  myStepper.step(stepsPerRevolution / 2);  // 180 derajat
  delay(500);

  myStepper.step(-stepsPerRevolution / 1); // Kembali ke 0 derajat
  delay(500);

  myStepper.step(-stepsPerRevolution / 1); // -180 derajat berlawanan jarum jam
  delay(500);

  myStepper.step(stepsPerRevolution);      // Kembali ke 0 derajat
  delay(500);
}

Perjalanan Mandiri Energi: Dari 10 Wp Hingga Bebas Bensin, Elpiji & PLN

Perjalanan Mandiri Energi: Dari 10 Wp Hingga Bebas Bensin, Elpiji & PLN

Oleh: Haryanto (haryanto.smk2-yk.sch.id)

Kategori: Teknologi / Energi Terbarukan / Smart Home / Eco Living

Kata Kunci: PLTS Ongrid, PLTS Hybrid, Mobil Listrik (EV), Permen ESDM, Baterai Lithium, DessMonitor, Bebas Emisi

Pendahuluan

Banyak orang menganggap bahwa transisi ke energi terbarukan—khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)—adalah hal yang rumit dan membutuhkan modal yang sangat besar secara instan. Namun, perjalanan keluarga kami membuktikan hal sebaliknya: Mandiri energi adalah sebuah proses bertahap.

Dimulai dari keberanian mencoba panel surya berkapasitas sangat kecil di tahun 2008, kini keluarga kami telah mencapai taraf 100% bebas BBM (bensin) dan bebas Elpiji, dengan PLN sebagai cadangan (backup). Begini cerita perjalanan panjang transisi energi di rumah kami.

1. Era Awal (2008 – 2011): Pioneer Skala Kecil & Sistem 12V DC

Langkah pertama kami dimulai pada tahun 2008. Saat itu, teknologi PLTS belum sepopuler dan semurah sekarang. Kami memulainya dari skala eksperimen yang sangat kecil:

  • 2008: Memasang panel surya 10 Wp, kemudian menambah menjadi 20 Wp.

  • 2011: Mengintegrasikan tambahan 2 x 60 Wp (Total 140 Wp).

Pada masa ini, fokus kami adalah penerangan rumah (lighting). Kami menerapkan sistem penerangan 12V DC mandiri:

  • Pengendali Charge: Menggunakan Solar Charge Controller (SCC) beban “sejuta umat” (PWM Controller murah meriah yang sangat populer di kalangan hobiis).

  • Penyimpan Daya: Menggunakan aki / accu mobil standar.

Meski sederhana, sistem ini membuktikan satu hal penting: sinar matahari di atas atap rumah bisa menyalakan lampu tanpa tergantung pada pemadaman listrik PLN.

2. Era Dinamika Regulasi & PLTS On-Grid (2021)

Seiring berjalannya waktu dan makin terjangkau peralatannya, kami melangkah ke sistem On-Grid pada tahun 2021. Momen ini bertepatan dengan disahkannya Permen ESDM No. 26 Tahun 2021 yang awalnya menjanjikan skema ekspor-impor listrik PLN yang menarik (1:1).

  • Kapasitas: Memasang panel surya 4 x 280 Wp (Total 1.120 Wp).

  • Proses Perizinan: Kami mengajukan izin resmi dan telah mengurus Sertifikat Laik Operasi (SLO). Namun, permohonan ekspor/paralel jaringan tidak disetujui oleh pihak PLN dengan alasan wilayah kami sedang over-supply (kelebihan pasokan listrik).

Tantangan regulasi tidak berhenti di situ. Kemudian terbit Permen ESDM No. 2/2024, di mana aturan baru menyebutkan bahwa listrik yang diekspor ke jaringan PLN tidak lagi dihitung sebagai pengurang tagihan listrik.

Dilema muncul:

  1. Skema On-Grid tanpa ekspor menjadi kurang optimal jika energi terbuang sia-sia.

  2. Baterai Lithium spesifikasi PLTS pada saat itu harganya masih relatif sangat mahal.

Situasi ini memaksa kami memutar otak untuk mengubah strategi: daripada membuang atau mengekspor energi berlebih tanpa kompensasi, lebih baik energi tersebut kami konsumsi sendiri secara maksimal di dalam rumah!

3. Era Pembelian EV & Upgrade PLTS Hybrid (2023)

Tahun 2023 menjadi titik balik besar. Keluarga kami memutuskan beralih menggunakan Kendaraan Listrik (EV / Electric Vehicle) roda 4 sebagai kendaraan operasional utama.

Hadirnya EV membutuhkan daya listrik yang cukup besar. Untuk menunjang pengisian daya mobil listrik sekaligus kebutuhan rumah tangga yang makin berkembang, kami meng-upgrade sistem menjadi PLTS Hybrid 4.640 Wp.

Sistem hybrid ini dirancang untuk menopang seluruh beban utama rumah tangga:

  • Penerangan seluruh rumah

  • Pompa air & Kulkas

  • Air Conditioner (AC)

  • Water heater (pemanas air)

  • Charging Mobil Listrik (EV)

Foto 1: Bank Baterai Lithium custom pada rak roda portable untuk penyimpanan energi PLTS Hybrid rumah.

Dengan sistem hybrid dan harga Baterai Lithium yang mulai rasional, energi matahari siang hari disimpan ke baterai lokal dan langsung digunakan untuk mengisi daya EV serta beban rumah di malam hari.

4. Puncak Transisi Energi: Bebas Bensin & Elpiji!

Memasuki tahun 2025, kami melakukan perombakan dan upgrade besar-besaran untuk mewujudkan target Rumah Bebas Emisi & Bebas Fosil:

  1. Ekspansi Panel Surya Atap Canopy:

    • Awalnya: 8 x 580 Wp (4.640 Wp)

    • Penambahan: 4 x 550 Wp (2.200 Wp)

    • Total Kapasitas: Menyentuh 6,84 kWp (6.840 Wp)!

  2. Elektrifikasi Dapur Total:

    • Tabung gas Elpiji resmi kami pensiunkan.

    • Seluruh kegiatan memasak beralih 100% menggunakan kompor induksi dan kompor ceramic.

  3. Ekosistem Kendaraan Listrik (EV):

    • Armada keluarga berkembang menjadi 2 Mobil Listrik (EV) dan 2 Motor Listrik (EV).

    • Kami resmi tidak pernah lagi mampir ke SPBU.

Foto 3: Dua unit EV keluarga (Neta V & Wuling Air EV) terparkir dan rutin diisi daya menggunakan energi bersih matahari.

5. Monitoring Real-Time Sistem Energi Rumah (DessMonitor)

Untuk memantau kinerja sistem secara terukur, kami menggunakan aplikasi pemantauan DessMonitor dengan nama plant “PLTS 10,2 kWh Rumah”.

Foto 4: Monitoring alur energi real-time. Produksi PV menyuplai baterai & beban rumah secara mandiri tanpa mengambil daya PLN (0V Grid).Alur Energi Real-Time: Seperti terlihat pada Foto 4, panel surya menghasilkan daya 1.16 kW, di mana 468.9W dialirkan untuk pengisian baterai (39% SoC) dan 272W langsung meng-cover konsumsi rumah, sementara tegangan PLN tercatat 0V (murni off-grid/bebas jaringan PLN). Alur Energi Real-Time: Seperti terlihat pada Foto 4, panel surya menghasilkan daya 1.16 kW, di mana 468.9W dialirkan untuk pengisian baterai (39% SoC) dan 272W langsung meng-cover konsumsi rumah, sementara tegangan PLN tercatat 0V (murni off-grid/bebas jaringan PLN).

Foto 5: Grafik kurva produksi listrik harian mencapai puncaknya hingga >4.5 kW pada jam terik siang hari.

  • Produksi Harian: Dalam sehari, sistem ini mampu memproduksi listrik hingga 20 – 32 kWh/hari.

 

 

 

Foto 6: Grafik akumulasi produksi listrik bulanan yang stabil berkisar 20 – 32 kWh per hari.

  • Total Produksi Bulanan: Akumulasi produksi energi bulanan mencapai 600 – 800+ kWh/bulan. Daya ini terbukti sangat melimpah untuk meng-cover seluruh kebutuhan rumah, kompor listrik, serta charging 2 unit mobil EV dan 2 unit motor EV.

Filosofi Baru: Mobil Listrik Sebagai “Power Bank” Berjalan

Salah satu keunggulan terbesar dari ekosistem kendaraan listrik adalah fitur V2L (Vehicle-to-Load). Kedua mobil listrik kami tidak hanya berfungsi sebagai alat transportasi, melainkan sebagai Power Bank Raksasa Berjalan berkapasitas puluhan kWh.

Saat terjadi pemadaman PLN yang lama atau kondisi darurat, baterai mobil dapat menyuplai daya balik ke rumah.

  • PLN saat ini hanya berfungsi sebagai Backup (Cadangan) jika cuaca mendung ekstrem terjadi berhari-hari.

  • Kebutuhan energi harian rumah dan kendaraan murni disuplai dari sinar matahari di atap rumah.

Kesimpulan & Pembelajaran

Perjalanan panjang dari 10 Wp (2008) hingga 6.840 Wp + 2 Mobil EV + 2 Motor EV memberikan pelajaran berharga:

  1. Mulai Saja Dulu: Tidak perlu menunggu modal besar. Mulailah dari skala kecil untuk memahami karakter energi surya.

  2. Adaptif Terhadap Regulasi: Perubahan kebijakan bukan alasan untuk berhenti, melainkan pendorong untuk bertransformasi ke sistem Off-Grid/Hybrid dan konsumsi mandiri (self-consumption).

  3. Sinergi PLTS & EV: Menggabungkan PLTS dengan kendaraan listrik adalah kombinasi paling ekonomis dan ramah lingkungan. Biaya operasional harian rumah dan transportasi dapat ditekan hingga titik terendah.

Kini, rumah kami bukan sekadar tempat tinggal, melainkan sebuah pembangkit energi mandiri. Bebas Bensin, Bebas Elpiji, dan Bebas Khawatir saat mati lampu!

Apakah Anda tertarik mulai berinvestasi PLTS di rumah? Mari berdiskusi di kolom komentar!

Nginx Proxy Manager (NPM).

Untuk membuat GUI (Graphical User Interface) Reverse Proxy di Proxmox atau server Linux secara umum, solusi paling populer, modern, dan mudah digunakan adalah Nginx Proxy Manager (NPM).

Aplikasi ini memberikan tampilan web GUI intuitif untuk mengelola SSL (Let’s Encrypt gratis), domain, redirect, dan alokasi port VM/LXC Proxmox tanpa perlu menyentuh file konfigurasi manual.

Berikut adalah langkah-langkah mudah untuk memasangnya menggunakan Container LXC di Proxmox:

Step 1: Buat LXC Container Baru di Proxmox

  1. Buka Web GUI Proxmox Anda.

  2. Di pojok kanan atas, klik Create CT.

  3. Isi parameter dasarnya:

    • CT ID: misal: 200

    • Hostname: nginx-proxy-manager

    • Password: Isi password root Anda.

  4. Template: Pilih template Ubuntu 22.04 / 24.04 atau Debian 12.

  5. Disks: Alokasikan minimal 8 GB – 10 GB.

  6. CPU: 1 or 2 Cores.

  7. Memory: Minimal 1024 MB (1 GB).

  8. Network: Pilih DHCP atau atur Static IP (Sangat disarankan Static IP agar IP server proxy tidak berubah-ubah).

  9. Klik Finish dan jalankan (Start) LXC Container tersebut.

Step 2: Install Docker & Docker Compose di Dalam LXC

Buka Console dari Container LXC yang baru dibuat, lalu jalankan perintah ini untuk memasang Docker:

Bash

# Update package list & install curl
apt update && apt install curl -y

# Install Docker secara otomatis
curl -fsSL https://get.docker.com -o get-docker.sh
sh get-docker.sh

Step 3: Pasang Nginx Proxy Manager

  1. Buat folder untuk penyimpanan konfigurasi:

    Bash

    mkdir -p /opt/nginx-proxy-manager && cd /opt/nginx-proxy-manager
    
  2. Buat file docker-compose.yml:

    Bash

    nano docker-compose.yml
    
  3. Paste (tempel) konfigurasi berikut ke dalam file:

    YAML

    version: '3.8'
    services:
      app:
        image: 'jc21/nginx-proxy-manager:latest'
        restart: unless-stopped
        ports:
          - '80:80'      # HTTP Traffic
          - '81:81'      # Admin Web GUI
          - '443:443'    # HTTPS Traffic
        volumes:
          - ./data:/data
          - ./letsencrypt:/etc/letsencrypt
    

    (Simpan file dengan menekan Ctrl + O, Enter, lalu keluar Ctrl + X)

  4. Jalankan Nginx Proxy Manager:

    Bash

    docker compose up -d
    

Step 4: Akses Web GUI Reverse Proxy

  1. Buka browser Anda dan ketik IP dari Container LXC beserta port 81:

    http://<IP_CONTAINER_LXC>:81

    (Contoh: [http://10.1.11.200:81](http://10.1.11.200:81))

  2. Masuk menggunakan akun default:

    • Email: admin@example.com

    • Password: changeme

  3. Sesaat setelah login, Anda akan diminta untuk langsung mengupdate email dan password baru.

Step 5: Cara Menggunakan GUI Reverse Proxy

Untuk mengarahkan domain/subdomain ke Virtual Machine atau Container Proxmox Anda:

  1. Klik menu Proxy Hosts $\rightarrow$ Add Proxy Host.

  2. Details Tab:

    • Domain Names: Isi nama domain (contoh: app.domainanda.com).

    • Scheme: Pilih http atau https.

    • Forward Hostname / IP: Isi IP milik VM/LXC target di Proxmox (contoh: 10.1.11.100).

    • Forward Port: Isi port aplikasi target (contoh: 80, 8080, atau 3000).

    • Centang Block Common Exploits dan Websockets Support (jika aplikasi membutuhkannya).

  3. SSL Tab:

    • Pilih SSL Certificate $\rightarrow$ Request a new SSL Certificate.

    • Centang Force SSL dan I Agree to the Let’s Encrypt Terms of Service.

  4. Klik Save.

Dalam hitungan detik, domain Anda sudah otomatis ter-reverse proxy lengkap dengan sertifikat HTTPS / SSL gratis!

Praktek Platform Komputasi Awan ( Platform as a Service) di SMKN 2 Yogyakarta)

Praktek PaaS menggunakan platform PROXMOX   dengan 4  Server Dell R740  Xeon Silver dengan spesifikasi processor 10Core / 20 Thread.

Sebelum instalasi dan konfigurasi melakukan manajemen server dengan IDRAC- Integrated Dell Remote Access Controller

Instalasi menggunkan USB Flasdisk dengan di remote menggunakan Integrated Dell Remote Access Controller (iDRAC)

Praktek berkelompok setiap kelompok 1 server sehingga total 4 kelompok masing-masing kelompok 8/9 anggota.

Setelah instalasi dan konfigurasi platform Proxmox selesai dilanjutkan dengan membuat VPS/VM untuk setiap murid 1 VPS untuk di install CMS maupun LMS atau aplikasi yang dibuat pada mapel SaaS.

VPS bisa di remote dengan port 22 atau SSH  untuk melihat hasil dengan port 80 sehingga dibuatkan redirect IP Publik  103.165.157.144 dengan sub domain 12sija2.smk2-yk.sch.id agar lebih mudah di ingat.

Gb 1. Tampilan Platform Cloud Proxmox masing-masing kelompok

 

 

Gb 2 TTampilan VPS setiap murid masing- 2 Core CPU

Rencana Kerja Pengembangan Program Sekolah, Calon Guru Penggerak

Rencana Kerja Pengembangan Program Sekolah

Menumbuh-Kembangkan Kepemimpinan Murid Sesuai Visi&Tujuan Sekolah

 Kolaborasi Produktif  Mata Pelajaran Sistem Internet of Things & PKK (“KolaPro”)

Oleh : Haryanto, S.T.,M.Kom

SMKN 2 Yogyakarta

Calon Guru Penggerak Angkatan 7 Kota Yogyakarta

  1. Latar belakang masalah

Pengembangan Program Sekolah ini merupakan pengejawantahan dari prakarsa            perubahan (BAGJA) menjadi rencana kerja yang lebih operasional dalam menjalankan program yang dapat menumbuh-kembangkan kepemimpinan murid sesuai dengan visi dan tujuan sekolah. Judul program kegiatan “KolaPro” merupakan Kolaborasi Produktif  Mata pelajaran Sistem Internet of Things (SIoT) & Produk Kreatif dan Kewirausahaan (PKK) di SMK N 2 Yogyakarta Program keahlian Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim konsentrasi Sistem Informatika Jaringan Aplikasi.

Profile pelajar pancasila merupakan sejumlah ciri karakter dan kompetensi yang diharapkan untuk diraih oleh peserta didik, yang didasarkan pada nilai-nilai luhur Pancasila. Kegunaan profile pelajar pancasila adalah: (1) penerjemahkan tujuan dan visi pendidikan ke dalam format yang lebih mudah dipahami oleh seluruh pemangku kepentingan pendidikan, (2) menjadi kompas bagi pendidik dan pelajar Indonesia dan tujuan akhir segala pembelajaran, (3) program, dan kegiatan di satuan pendidikan. Profile pelajar pancasila mempunyai 6 dimensi yakni : (1) Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, (2) Berkebinekaan Global, (3) Mandiri, (4) Bergotong royong, (5) Bernalar kritis dan (6) Kreatif.

SMKN 2 Yogyakarta merupakan sekolah yang memiliki 8 Program keahlian dan 10 Kompetensi keahlian dengan jumlah rombongan belajar 72 Kelas, visi sekolah SMK Negeri 2 Yogyakarta : Menghasilkan Tamatan yang Unggul, Berwawasan Lingkungan, Berkarakter, dan Berdaya Saing Global.

Pada mata pelajaran Sistem Internet of Things, sering ketika praktik membuat proyek hasilnya tidak dimanfaatkan sehingga sia-sia karena tidak ada yang order, proyek IoT berupa sesuatu yang bisa di sesuaikan dengan yang di pikirkan, misalnya bagaimana untuk menghemat energi, bagaimana untuk mengerjakan otomatisasi di rumah, menjaga keamanan rumah (smart home), mengotomatisasi pengairan, pemupukan pada tanaman (smart farming) dan masih banyak lagi.

Mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan (PKK) mempelajari bagaimana menganalisis produk sesuai dengan kebutuhan, produksi masa, promosi hasil produk, pengemasan hasil produk ketika praktik PKK memerlukan hasil produksi atau jasa.

 

  1. Tujuan

Tujuan kolaborasi produktif  mata pelajaran Sistem Internet of Things & PKK adalah:

  • Meningkatkan murid berpikir kritis dan kreatif murid sehingga mampu secara objektif memproses informasi baik kualitatif maupun kuantitatif, membangun keterkaitan antara berbagai informasi, menganalisis informasi, mengevaluasi dan menyimpulkannya, memodifikasi dan menghasilkan sesuatu yang orisinal, bermakna, bermanfaat, dan berdampak untuk membuat proyek/produk yang layak jual
  • Meningkatkan murid bergotong royong sehingga murid untuk terlibat dan berinteraksi dengan orang lain untuk membuat proyek/produk yang layak jual.
  • Murid mampu merencanakan, memproduksi, mempromosikan dan menjual hasil praktik Kolaborasi produktif Internet of Things (IoT) & PKK.
  1. Hasil yang diharapkan

Program KolaPro diharapkan menghasilkan:

  • Murid mampu berkreasi membuat produk sesuai dengan kebutuhan pasar dengan cara menganalisis kebutuhan pasar dengan wawancara, survei atau hasil pemetaan data dari sumber data yang ada.

2)   Murid berkolaborasi produktif,  setiap kelompok bekerja sama sesuai dengan tanggung jawab, keahlian masing-masing

3)   Murid merencanakan produk secara berkolaborasi pada mata pelajaran Sistem Internet of Things dan PKK, judul proyek yang akan dibuat sesuai dengan hasil diskusi setiap kelompok, kemudian merencanakan pemasaran, produksi secara kolaborasi.

  1. Pelaksanaan dan Hasil Penyelesaian Masalah

Program kolapro ini dilakukan dengan cara pembelajaran yang saling mendukung antara mata pelajaran yang memproduksi barang/jasa dan mata pelajaran yang akan memasarkan hasil produksi, dengan kolaborasi 2 mata pelajaran ataupun lebih yang saling mendukung. Kolaborasi produktif ini di lakukan di semester genap dengan alasan ketika di semester ganjil/awal mempelajari konsep dari materi masing-masing mata pelajaran, kemudian di semester genap mampu menerapkan dengan menguatkan pada aspek kreatif, bernalar kritis dan kolaborasi.

Tatakala untuk pelaksanaan program KolaPro ini adalah pada awal minggu pertama semester genap 2023/2024 koordinasi yang melibatkan murid, guru mapel yang dikolaborasikan minimal 2 guru, guru tamu dari industri PT Life media yang kebetulan orang tua murid, kepala program keahlian, kepala bengkel, toolman.  Sistem Internet of Things dan PKK membahas rencana model, waktu, alat, bahan dan tatakala  pembelajaran kolaborasi.  Minggu ke-3 semester genap 2023 pembentukan kelompok siswa yang melibatkan guru mapel kolaborasi dengan siswa, minggu 4 mengundang guru tamu dari industri untuk memberikan materi tentang produk IoT, standar industri, pemasaran penanganan kepuasan pelanggan.  Minggu kelima evaluasi program dan kendala dengan model coaching. Minggu ke-8 penilaian hasil produk siswa beserta evaluasinya. Minggu ke-12 Pameran dan marketing day hasil karya murid di gedung Technopark/BLUD SMKN 2 Yogyakarta dengan mengundang kepala sekolah dan staf manajemen, wali murid, indsutri dan lingkungan sekitar.

Program “KOLAPRO” ini diimplementasikan pada Program keahlian PPLG (Pengembangan perangkat Lunak dan Gim) kelas XI SIJA 1 dan 2 jumlah ada sekitar 72 murid, dibagi menjadi 24 kelompok, masing-masing 3 murid. Pembagian kelompok sesuai keinginan murid untuk mendorong suara, pilihan dan kepemilikan murid, setiap kelompok menunjuk ketua masing-masing.

Program ini akan dievaluasi setiap bulan oleh guru pengampu, ketua program keahlian, kepala sekolah, pendampingan dari industri/orang tua siswa dengan cara survei, wawancara dan refleksi menggunakan elerning/LMS

 

  1. Simpulan dan Saran

Kesimpulan :

Proyek KolaPro ini kan berhasil jika semua unsur bisa dilibatkan secara aktif yaitu murid, guru, industri, Kepala sekolah dan Staf manajemen sehingga murid mampu membuat produk didalam pembelajaran dan layak jual.

Saran

  1. Proyek yang direncanakan siswa terlalu komplek yang mengakibatkan waktu yang di butuhkan kurang, bahan yang di sekolah kurang, solusinya dengan pendampingan ketika pengajuan proposal proyek kolaborasi produktif.
  2. Kurang tersedianya alat-bahan praktek karena proyek yang di rencanakan beraneka ragam sesuai dengan kebutuhan pemesan. Hal ini di upayakan siswa untuk mengadakan sendiri bahan praktek yang tidak tersedia di sekolah.

Server Komputer

Komputer server bertugas :

  • Pusat Sebuah Jaringan di Komputer
  • Memberikan Akses Data ke Komputer Klien
  • Melayani Permintaan Komputer Klien
  • Bertanggungjawab Mengatur Lalu Lintas Jaringan
  • Memberi Perlindungan Komputer Klien Dari Malware Dengan Virus

Spesifikasi Komputer server :

  • Processor lebih kuat yakni jumlah core, memory cache (memory super cepat)
  • Memory jenis ECC
  • Power Supply lebih dari 1 bekerja secara redundant
  • Harddsik berkecapatan tinggi,mendukung untuk hotplug, RAID , cache besar
  • Network Card lebih dari 1
  • Rack Mount

 

Buatlah rancangan design Platform Cloud Server yang ideal untuk industri pendidikan dengan jumlah pengguna 2500 host (siswa)

  • Platform dengan 4 Server minimal @ 20 core
  • Memory @ 32 GB ECC
  • Storage  20TB
  • Hypervisor Type 1, yang cocok dan sebutkan keunggulan.
  • Sebutkan langkah installasi dan konfigurasi salah satu hypervisor yang akan buat

Device Management IoT

1.1 Unsur-Unsur Internet of Things
Internet of Things bisa bekerja karena gabungan beberapa komponen. Komponen
pembentuk Internet of Things adalah:
a. Sensor
Sensor adalah adalah sesuatu yang digunakan untuk mendeteksi adanya perubahan
lingkungan fisik atau kimia, contohnya seperti temperatur, kelembapan udara, gas,
cahaya, tekanan, suara, tegangan, arus listrik dan sebagainya. Sebuah perangkat IoT
bisa mempunyai beberapa sensor untuk mendapatkan berbagai data agar bisa
memberikan informasi yang lengkap pada penggunanya. Sebagai contoh adalah GPS
Tracker yang dipasang pada kendaraan umum, yang mempunyai sensor GPS,
temperatur, sensor bahan bakar, sensor tegangan listrik, dan lainnya.

b. Konektivitas
Setelah data didapat dari sensor maka selanjutnya data akan dikirimkan ke cloud
infrastructure untuk diproses. Pengiriman data ke cloud memerlukan suatu
penghubung atau koneksi,. Ada banyak pilihan koneksi yang bisa digunakan dalam
IoT, seperti: WiFi, LoRa (Long Range), jaringan seluler, satelit, wide area network
(WAN). Setiap pilihan koneksi mempunyai kelebihan dan kekurangan masingmasing yang mempengaruhi jarak, konsumsi daya, bandwidth, dan lain-lain. Karena
itu pilihan konektivitas pada sebuah perangkat IoT harus dipertimbangkan dengan
baik.

c. Pengolahan data /Software
Selanjutnya setelah data diambil dan dikirimkan ke cloud, semua akan diproses oleh
sebuah software. Proses pengolahan data juga bisa sesederhana membaca membaca
suhu udara di area tertentu hingga proses yang rumit seperti mengenali obyek di video
melalui visi komputer. Dalam pemrosesan data bisa saja diperlukan interaksi dengan
manusia atau bahkan sepenuhnya otomatis menggunakan teknologi artificial
intelligence (AI).
d. User Interface (UI)
Data yang telah diproses memerlukan tampilan agar bisa dibaca atau dipahami oleh
penggunanya. Di sini lah diperlukannya suatu user interface (UI) atau antarmuka
pengguna.

Platform Internet-of-Things

Platform Internet-of-Things

IoT platform adalah sekumpulan fungsi siap pakai untuk memudahkan developer maupun user dalam membangun IoT. IoT platform sudah menyediakan fitur komunikasi, arus data, manajemen perangkat, dan fungsionalitas aplikasi. Semuanya sudah ada pada platform IoT sehingga developer maupun user bisa menggunakannya dengan mudah. Developer maupun user hanya perlu melakukan sedikit penyesuaian agar sistem bisa bekerja sesuai kriteria proyek. Dengan adanya IoT platform, developer maupun user bisa mengembangkan IoT dengan lebih cepat, mudah, dan murah. Ibarat memasak, IoT platform adalah bumbu instan. Kita tidak perlu lagi berbelanja bahan bumbu mentah dan mengolahnya secara manual. Cukup masukkan bumbu instan ke dalam masakan sesuai resep untuk mendapatkan hidangan lezat di atas meja.

Gambar 6. IoT Infrstruktur (www.altexsoft.com)

Jika dihubungkan dengan cara kerja IoT di atas, IoT platform berada di bagian 3 (pengolah data / Software) dan 4 (user interface). Artinya, IoT platform membantu untuk menghubungkan hardware dan konektivitas dengan software dan user interface secara efisien.

Platform IoT menyediakan dukungan untuk menghubungkan, menyimpan, menghitung, memvisualisasi dan menganalisis data dari perangkat yang beragam. Ada banyak platform IoT di pasaran, dan fungsinya pun bervariasi. Platform IoT bertanggung jawab untuk mengintegrasikan perangkat di jaringan untuk berbagai aplikasi melalui paket perangkat lunak. Manfaat IoT Platform.

 

  • Manfaat IoT platform

IoT platform berada pada bagian 3 (pengolah data / Software) dan 4 (user interface), yang bermaat untuk:

  1. Menghubungkan hardware (sensor dan perangkat)
  2. Menangani protokol komunikasi hardware dan software yang berbeda
  3. Menyediakan keamanan dan autentikasi untuk perangkat dan pengguna
  4. Mengumpulkan, memvisualisasikan, dan menganalisis data dari sensor
  5. Mengintegrasikan semua komponen di atas dengan sistem bisnis

 

2.2 Macam-macam platform IoT

Platform IoT sangat banyak, pasar kewalahan dengan sejumlah platform middleware IoT ada ratusan jumlahnya. IoT platform merupakan industri baru yang posisinya belum semapan industri lain. Bandingkanlah dengan industri software, mobile, dan gaming. Setiap kemunculan industri, para pelakunya membutuhkan waktu untuk melakukan riset dan pengembangan sebelum berhasil memapankan posisi di pasar. Penerapan IoT sangatlah luas dengan potensi tak terbatas. Kebutuhan untuk IoT migas tentu berbeda dari IoT transportasi atau energi. Bahkan pada bidang industri yang sama, kebutuhan antara perusahaan A dan perusahaan B bisa jadi berbeda. Ada lima platform IoT yang paling populer yaitu: Amazon Web Service (AWS) IoT, Microsoft Azure IoT, Google Cloud Platform, IBM Watson IoT dan Cisco. Masing-masing dari berikut ini dibahas dengan sudut pandang persyaratan. Sedangkan Platform IoT Sumber Terbuka antara lain: Thingspeak, Thingsboard, Thinger.io, Blynk dan masih banyak lagi.

Gambar 7. Platform IoT yang paling populer (www.altexsoft.com)

 

  1. AWS IoT Platform

Merupakan pemimpin cloud publik, platform IoT ini memiliki pengguna di 190 negara. Selain seperangkat alat yang luas, ia menawarkan integrasi yang mudah dengan layanan AWS populer lainnya yang memanfaatkan penyimpanan scalable storage, computing power dan kemampuan AI tingkat lanjut. AWS cocok untuk platform IoT untuk smartcity, smarthome, pertanian, perawatan kesehatan. Kekuatan utama beragam layanan yang tersedia, lingkungan pengembangan yang kaya untuk menyederhanakan dan mempercepat perancangan aplikasi IoT. Pada tahun 2020, AWS diakui sebagai platform aplikasi IoT terkemuka yang memberdayakan kota pintar. Itu juga di garis depan dalam membangun produk rumah yang terhubung, didukung oleh Alexa Voice. Di antara kasus penggunaan yang berhasil di domain lain adalah proyek untuk Philips HealthCare, Rio Tinto (perusahaan pertambangan dan logam terbesar kedua di dunia), dan Bayer Crops Science (pertanian).

Gambar 8. AWS IoT infrastructure (www.altexsoft.com)

 

  1. Platform Microsoft Azure IoT

Platform Microsoft Azure IoT adalah kumpulan layanan terkelola dan platform yang menyambungkan, memantau, dan mengontrol perangkat IoT. Azure IoT menawarkan sekumpulan opsi yang komprehensif kepada pengembang. Pilihannya meliputi platform perangkat, layanan cloud pendukung, SDK, dan alat untuk membangun aplikasi cloud yang mendukung perangkat. Pengembang aplikasi perangkat mengadaptasi perangkat yang sudah ada untuk tersambung ke cloud dan mengintegrasikan ke dalam solusi IoT.

 

Gambar 9. Architecture Microsoft Azure IoT (https://azure.microsoft.com)

 

Perangkat ini dapat mendukung bahasa dengan tingkat yang lebih tinggi, seperti C# atau Python, dan sering mendukung sistem operasi dengan tujuan umum yang stabil seperti Windows atau Linux. Microsoft Azure IoT umumnya perangkat yang ditargetkan termasuk PC, Kontainer, Raspberry Pi, dan perangkat seluler.

 

  1. Google Cloud IoT Core

Google Cloud Internet of Things (IoT) Core dikembangkan oleh Google, dikenal sebagai penyedia layanan cloud dengan pertumbuhan tercepat. Berfokus pada analisis aplikasi modern dan infrastruktur komputasi awan. Google Cloud IoT telah meletakkan dasar yang kokoh untuk produk terkait platform IoT dengan memperluas fungsi pengelolaan datanya ke bidang otomatisasi jalur data, pembelajaran mesin dan AI. Karena Google Cloud IoT dibuat di Google Cloud Platform (GCP). Google Cloud IoT dapat menggunakan seperangkat alat lengkap untuk menghubungkan, memproses, menyimpan dan menganalisis berbagai jenis data di edge dan cloud. Secara bersamaan juga menghubungkan dan menggunakan modul lain di ekosistem layanan cloud GCP.

Gambar 10. Google Cloud Internet of Things (IoT) Core (

Seperti Cloud Dataflow dan BigQuery. Modul ini tidak hanya menyediakan tumpukan software terintegrasi untuk edge atau komputasi lokal. Tetapi juga memenuhi fungsi machine learning yang diperlukan oleh IoT untuk menyelesaikan berbagai jenis persyaratan kasus penggunaan IoT. Namun, mirip dengan produk dari vendor besar lainnya. Google Cloud IoT tidak hanya rumit, tetapi juga tidak memiliki opsi penyesuaian yang menyulitkan proyek dan startup IoT untuk memulai bergerak cepat. Sebelum menggunakan layanan cloud Google yang terkait dengan Internet of Things, tim pengembangan perangkat lunak juga perlu memiliki cadangan pengetahuan profesional tertentu.Sebagai alternatif dari pengembangan internal, Anda dapat memilih partner GCP-CyberVision yang juga menyediakan layanan pengembangan IoT yang komprehensif.Contoh Penggunaan Aplikasi Dari Google Cloud IoT: Pemeliharaan prediktif Pelacakan aset realtime, Logistik dan manajemen rantai pasokan, Bangunan dan kota pintar.

 

  1. IBM Watson IoT

Platform IBM Bluemix baru-baru ini dinamai sebagai platform IBM Watson IoT. Ini mendukung sejumlah besar analitik kognitif, dan dianggap sebagai salah satu platform populer bagi para peneliti (Pusat Pengetahuan IBM 2019 ). Berbagai teknologi yang disediakan oleh IBM Watson sehubungan dengan persyaratan fungsional, non-fungsional dan arsitektur adalah sebagai berikut:

Persyaratan Fungsional Setiap perangkat dalam jaringan terhubung melalui. broker pesan melalui security gateway. Setiap perangkat diberi ID organisasi yang unik. Ini mendukung database SQL dan database NoSql. Mesin kognitif dikerahkan untuk pemrosesan kueri. Dasbor dan notebook Jupyter untuk visualisasi. Mendukung pemrosesan peristiwa historis dan waktu nyata. Persyaratan Non-Fungsional dapat menskalakan jutaan perangkat. Kafka REST API digunakan untuk memberikan ketepatan waktu pemrosesan acara. Menyediakan otentikasi, mekanisme otorisasi melalui protokol, dengan dukungan untuk manajemen risiko. Platform cukup mudah untuk digunakan, menjadikannya pilihan populer di kalangan peneliti. Persyaratan Arsitektur Mendukung sejumlah besar bahasa pemrograman. Biasanya editor Node Red digunakan untuk pemrograman. Cocok untuk menerapkan aplikasi yang sadar konteks. Mendukung sejumlah besar SDK. Dapat digunakan untuk membangun ringan serta aplikasi web. Ini memiliki arsitektur terpusat dengan dukungan untuk pemrosesan terdistribusi.

  1. Cisco IoT Networking dan Edge Intelligence Platform

Cisco sudah berpengalaman dalam hal konektivitas jaringan dan keamanan perangkat, Cisco selalu menjadi pelopor yang diakui secara global.

Gambar 11. Cisco IoT Networking Platform (https//blogs.cisco.com)

 

Dengan meningkatnya kompleksitas aplikasi industri, infrastruktur perangkat di edge mengasumsikan lebih banyak fungsi pemrosesan data dan mengoptimalkan berbagai beban dari edge ke cloud. Dalam hal ini, Cisco telah mengadopsi pendekatan ujung ke ujung untuk membangun solusi dari edge ke cloud. Memungkinkan platform IoT diimplementasikan secara paralel dengan infrastruktur dan perangkat keras jaringan modern. Jaringan kontrol industri dan solusi cerdas edge yang dibuat oleh perusahaan dirancang khusus untuk aplikasi latensi rendah dan keamanan tinggi di bidang industri. Ini bertujuan untuk menyediakan manajemen perangkat dan layanan analisis di tepi Internet of Things.

 

  1. Thingspeak

ThingSpeak adalah platform open source Internet of Things (IOT) aplikasi dan API untuk menyimpan dan mengambil data menggunakan protokol HTTP dan MQTT melalui Internet atau melalui Local Area Network. Data yang telah dibaca oleh sensor nantinya akan dikirim ke Thingspeak melalui jaringan internet dan data yang telah tersimpan pada Thingspeak nanti akan bisa olah, dianalisa atau dimonitor melalui desktop maupun smartphone.. Platform IoT thingspeak menyediakan aplikasi untuk menganalisis dan memvisualisasikan data tersebut menggunakan MATLAB walaupun kita tidak membeli lisensi MATLAB. Data dari sensor bisa dikirim ke thingspeak dari Arduino, Raspberry Pi, BeagleBone Black dan perangkat keras lainnya. Fitur ThingSpeak : Collect data in private channels, Share data with public channels, RESTful and MQTT APIs, MATLAB® analytics and visualizations.

Thingspeak dapat digunakan secara gratis untuk menjalankan aplikasi dan kode API untuk bertukar data, dapat disimpan dan diambil dengan berbagai perangkat menggunakan protokol HTTP maupun MQTT melalui koneksi jaringan internet. Platform ThingSpeak versi gratis, terdapat keterbatasan yaitu hanya dapat membuat maksimal  4 channel secara gratis, dan untuk menulis data ke dalam channel tersebut harus memiliki jeda waktu minimal 15 detik agar data tersebut terkirim. Apabila kurang dari 15 detik sudah mengirimkan data, maka akan mendapatkan balasan gagal pengiriman data dan data tidak akan tersimpan didalam channel

Gambar 12. Thingspeak IoT Platform (https://thingspeak.com)

  1. Istilah-istilah dan Karakteristik dalam ThingSpeak

Dalam ThingSpeak terdapat beberapa istilah yang digunakan untuk merujuk pada fungsi atau operasi yang berjalan didalamnya, berikut ini beberapa istilah dalam ThingSpeak:

  1. Channel, merupakan tempat yang mewadahi atau kelompok dari pada data-data yang ada pada sebuah project.
  2. Channel ID, berfungsi sebagai Channel number yang diperlukan untuk dapat mengetahui channel yang dapat dihubungkan.
  3. API Keys, merupakan kode unik dari setiap channel yang digunakan untuk melakukan operasi baca atau tulis data menggunakan protokol HTTP.

 

7.    Thingsboard

Thingsboard adalah 100% open source IoT platform yang dapat menjadi host untuk solusi SaaS atau PaaS. Platform ini menyediakan manajemen perangkat, pengumpulan, pemrosesan, dan visualisasi data. Protokol standar yang didukungnya adalah MQTT, CoAP, dan HTTP serta dapat mendukung cloud atau lokal server. Thingsboard memberikan lebih dari 30 widget yang dapat disesuaikan, sehingga memungkinkan Anda untuk membuat dasboard khusus untuk end-user.

 

Gambar 13. IoT Dashboard Thingsboard

Fitur-fitur kunci platform ini adalah:

  • Visualisasi data real-time dan pengendalian perangkat jarak jauh
  • 30 widget yang dapat disesuaikan
  • Pengaturan yang dapat di kustomasi, plugin, widget, dan implementasi sistem transportasi
  • Dapat memantau atribut dari sisi client dan server.
  • Mendukung instalasi multi-tenant.
  • Mendukung enkripsi transport untuk protokol MQTT dan HTTP.
  • Node yang mengalami kerusakan dapat diganti tanpa downtime.

 

8.    Thinger.io

Thinger.io adalah platform opensource untuk IoT yang menyediakan infrastruktur cloud yang scalable untuk menghubungkan perangkat IoT. Anda dapat mudah mengendalikannya dengan menggunakan konsol admin atau mengintegrasikannya proyek Anda dengan menggunakan REST API yang disediakannya. Platform ini mendukung semua jenis board seperti Arduino, ESP8266, Raspberry Pi, dan Intel Edison.

Gambar 14. Dashboard Platform IoT Thinger.io

 

Fitur utama platform open source IoT Thinger.io :

  • Realtime dashboard
  • Docker dan integrasi IFTT
  • Cloud
  • Instalasi server pada private cloud dan dapat menggunakan Open Source library untuk menghubungkan perangkat Anda.

 

  1. Blynk

Blynk merupakan platform open source IoT  untuk membangun dan mengelola perangkat keras yang terhubung mampu menyediakan visualisasi data sensor, kendali jarak jauh dengan aplikasi seluler dan web, pembaruan firmware Over-The-Air, cloud aman, analitik data, manajemen pengguna dan akses, peringatan, otomatisasi, dan banyak lagi. Platform Blynk mendukung untuk aplikasi produk rumah pintar, sistem HVAC (Heating, Ventilasi, Air Conditioning) yang kompleks, peralatan pertanian dan masih banyak lagi. Perusahaan-perusahaan ini membuat aplikasi bermerek tanpa kode dan mendapatkan infrastruktur IoT back-end lengkap melalui satu langganan.

Gambar 15. Platform IoT  Blynk ( https://blynk.io)

Platform Cloud Computing

Sekarang  ini cloud computing telah tumbuh menjadi komponen penting dalam transformasi bisnis digital. Hal ini seiring dengan semakin populernya sistem kerja remote, kebutuhan akan layanan cloud juga semakin tinggi. Layanan cloud computing sangat mudah untuk digunakan dan dapat menghemat waktu karena tinggal pakai berkat arsitekturnya yang sudah siap dan matang.

Untuk saat ini, layanan cloud computing merupakan aspek krusial bagi setiap bisnis yang ingin tetap bertahan di tengah pergeseran perilaku konsumen yang cenderung mengarah ke dunia digital. Mau tidak mau, bisnis harus mengadopsi teknologi cloud computing jika ingin bergerak lebih cepat tanpa repot mengurus infrastruktur sistem sendiri. Pelaku bisnis bisa fokus pada bisnis inti mereka dan tidak menghabiskan banyak uang untuk mengembangkan infrastruktur sistem sendiri dari awal.

Tentunya selain bermanfaat bagi pelaku usaha, platform cloud computing yang sudah ada juga bermanfaat untuk proyek-proyek pribadi dan profesional, termasuk Data Science, Deep Learning, Machine Learning, Database Management, dsb.

 

Apa itu Cloud Computing?

Cloud computing atau komputasi awan adalah metode yang digunakan untuk meng-host dan mengakses perangkat lunak, produk, aplikasi, layanan, atau sistem operasi. Teknologi ini merupakan cara baru untuk mengakses sumber daya komputer dan penyimpanan data menggunakan internet.

Cloud computing dapat digunakan oleh individu maupun untuk bisnis dalam menyimpan data secara jarak jauh dan mengaksesnya dari komputer atau perangkat apapun dengan koneksi internet. Misalnya dengan cloud computing, kita dapat mengirim file secara bolak balik saat bekerja dengan rekan kerja, mengakses foto di ponsel atau komputer, atau bahkan menggunakan program seperti Google Documents atau Microsoft Word.

Menggunakan cloud (awan) berarti server yang digunakan tidak berada di lokasi fisik, oleh karena itu perlu diakses melalui internet, sehingga membuatnya lebih mudah untuk diakses dan aman. Selain itu, dapat menyimpan data dan membuat cadangan file penting jika terjadi sesuatu yang tidak terduga.

 

Apa itu Layanan Cloud Computing?

Layanan cloud computing memungkinkan pengguna untuk menyewakan sumber daya komputasi dari mana saja di dunia. Server cloud ini berjalan sepanjang waktu dan memberi daya pada sebagian besar internet yang digunakan saat ini.Layanan cloud computing bekerja dengan menyimpan informasi di lokasi yang berbeda yang dikenal dengan “datacenter”.

Sebuah datacenter biasanya memiliki ribuan jaringan komputer, membuat fasilitas sangat kuat. Hal ini juga berarti bahwa informasi individu yang tersimpan di satu tempat kemudian disebarkan ke beberapa perangkat fisik sehingga tidak semuanya disimpan pada satu tempat.

Layanan cloud computing menawarkan banyak solusi, termasuk percepatan pemulihan sistem pasca bencana, skalabilitas, mobilitas, dan fleksibilitas.

 

Apa yang Harus Diperhatikan saat Memilih Layanan Cloud Computing?

Cloud computing bertujuan untuk meningkatkan kinerja bisnis secara keseluruhan di berbagai aspek, baik membantu dalam menghemat uang, meningkatkan keamanan, dan mempertahankan kualitas layanan.

Jika Anda ingin memulai menggunakan layanan cloud computing, ada beberapa fitur yang perlu diperhatikan.

Ketika memilih sebuah platform cloud computing, Anda membutuhkan sebuah pertimbangan apa yang dibutuhkan pada layanan tersebut. Penting diketahui juga ketika Anda memikirkan tentang apa masalah yang perlu diselesaikan.

Sebagai contoh, jika bisnis Anda memproses data dengan cara tidak konsisten, penyimpanan pada cloud mungkin akan memudahkan Anda untuk menemukan dan memanipulasi data.

Akan lebih baik jika Anda mengingat model bisnis Anda dan fitur mana yang penting serta praktis untuk bisnis Anda.

Meskipun sebagian besar layanan cloud computing menawarkan layanan yang serupa, namun Anda perlu memeriksa fitur utama dari platform tersebut dan memutuskan mana yang paling cocok untuk perusahaan Anda.

 

Platform Cloud Computing Populer untuk Transformasi Bisnis Digital

Berikut adalah beberapa layanan atau platform cloud computing populer yang bisa dipertimbangkan untuk mentransformasikan bisnis Anda ke dunia digital dengan lebih cepat:

1. Amazon Web Services

Sumber: https://www.citypng.com/

Amazon Web Sercives atau singkatnya AWS adalah sebuah platform komputasi awan yang merupakan anak perusahaan dari Amazon. Platform ini diluncurkan pada tahun 2006 dan merupakan salah satu platform komputasi awan yang paling populer untuk machine learning.

AWS membangun solusi web interaktif untuk bisnis. AWS juga memiliki banyak pilihan layanan IaaS dan PaaS, termasuk Elastic Cloud Compute (EC2), Elastic Beanstalk, Simple Storage Service (S3), dan Relational Database Service (RDS).

Infrastruktur AWS juga sangat mudah disesuaikan, memungkinkan kita untuk memangkas biaya dengan hanya menggunakan layanan yang dibutuhkan.

AWS juga menyediakan berbagai produk machine learning seperti:

  • Amazon SageMaker : produk ini digunakan untuk membuat dan melatih model machine learning.
  • Amazon Augmented AI: produk ini digunakan untuk menerapkan tinjauan manusia terhadap model machine learning.
  • Amazon Forecast : produk ini menggunakan machine learning untuk meningkatkan akurasi forecast (perkiraan).
  • Amazon Translate : produk ini menggunakan machine learning dan NLP untuk menerjamahkan bahasa
  • Amazon Personalize : produk ini membuat rekomendasi pribadi dalam sistem machine learning
  • AWS Deep Learning AMI’s : produk ini digunakan untuk solusi Deep Learning
  • Amazon Polly : produk ini digunakan untuk mengkonversi teks menjadi suara

2. Microsoft Azure

Sumber: https://www.kindpng.com/

Microsoft Azure merupakan salah satu platform komputasi awan yang dibuat oleh Microsoft. Platform ini dirilis pada tahun 2010 dan menjadi platform terbaik dalam komputasi awan untuk machine learning dan data analitik, berkat rangkaian lengkap layanan yang tersedia dari raksasa teknologi Microsoft.

Beragam layanan yang disertakan cukup memenuhi kebutuhan bisnis apa pun di industri apa pun.
Dengan Microsoft Azure, kita dapat menjalankan layanan di cloud atau dapat juga menggabungkan dengan infrastruktur yang ada. Sejak awal perilisan Microsoft Azure sudah menjadi pilihan yang solid bagi perusahaan yang ingin bertransformasi secara digital.

Beberapa produk dari Microsoft Azure untuk machine learning yakni:

  • Microsoft Azure Cognitive Service : produk ini menyediakan layanan kognitif cerdas untuk aplikasi
  • Microsoft Azure Databricks : produk ini menyediakan analitik berbasis Apache-Spark
  • Microsoft Azure Bot Service : ini menyediakan layanan bot cerdas yang dapat diskalakan.
  • Microsoft Azure Cognitive Search: ini merupakan layanan dasar machine learning untuk mobile (seluler) dan aplikasi web.
  • Microsoft Azure Machine Learning: ini digunakan untuk membuat model machine learning pada cloud.

 

3. Google Cloud

Sumber: https://www.kindpng.com/

Platform Google Cloud adalah sebuah platform komputasi awan yang disediakan oleh Google. Google Cloud dirilis pada tahun 2008 dan saat ini menjadi layanan cloud computing yang andal, user-friendly, berorientasi keamanan dari salah satu raksasa teknologi terbesar saat ini.

Meskipun pilihan layanan Google Cloud tidak seluas Azure, tapi masih cukup untuk memenuhi kebutuhan IaaS dan Paas Anda. Sama seperti Azure, layanan untuk 12 bulan pertama tetap gratis. Ditambah, Google mengklaim layanannya lebih murah dan lebih ramah anggaran jika dibandingkan dengan platform lain.

Google Cloud menyediakan bermacam-macam produk untuk machine learning seperti:

  • Google Cloud AutoML : digunakan untuk melatih model machine learning AutoML dan pengembangannya.
  • Platform Google Cloud AI : digunakan untuk menciptakan, melatih, dan mengelola model dari machine learning
  • Google Cloud Speech-to-Text : ini adalah sistem pengenalan suara untuk transmisi dari ucapan ke text dan mendukung 120 bahasa.
  • Google CLoud Vision AI : digunakan untuk menciptakan model machine learning untuk cloud vision yang mendeteksi text, dsb.
  • Google Cloud Text-to-Speech : ini adalah sebuah sistem pembuatan ucapan untuk transimisi dari teks ke ucapan.
  • Google Cloud Natural Languange : ini untuk pemrosesan bahasa alami untuk menganalisis dan mengklasifikasikan teks.

 

4. IBM Cloud

Sumber: https://access.redhat.com/

Platform IBM Cloud adalah platform komputasi awan yang ditawarkan oleh IBM. Platform ini menyediakan berbagai model layanan cloud yang secara publik, privasi, dan model hibrid.

IBM Cloud berfokus pada layanan cloud computing seperti IaaS (Infrastucture as a Service), SaaS (Software as a Service), dan PaaS (Platform as a Service).

IBM Cloud menyediakan berbagai produk untuk machine learning diantaranya:

  • IBM Watson Studio : digunakan untuk membangun model machine learning dan kecerdasan buatan serta menyiapkan dan menganalisis data.
  • IBM Watson Speech-to-Text : ini adalah sebuah sistem pengenalan suaran untuk mengkonversi ucapan dan audio menjadi teks tulisan.
  • IBM Watson Text-to-Speech : ini merupakan sebuah sistem pembuatan ucapan yang menkonversi teks menjadi audio suara alami
  • IBM Watson Natural Language Understanding : ini untuk memproses bahasa alami untuk menganalisis dan mengklasifikasi teks.
  • IBM Watson Visual Recognition : ini menggunakan machine learning untuk mencari gambar visual dan mengklasifikasinya.
  • IBM Watson Assistant : ini digunakan untuk membuat dan mengelola asisten virtual.

 

Referensi:

 

 

WordPress Appliance - Powered by TurnKey Linux