1.1 Unsur-Unsur Internet of Things
Internet of Things bisa bekerja karena gabungan beberapa komponen. Komponen
pembentuk Internet of Things adalah:
a. Sensor
Sensor adalah adalah sesuatu yang digunakan untuk mendeteksi adanya perubahan
lingkungan fisik atau kimia, contohnya seperti temperatur, kelembapan udara, gas,
cahaya, tekanan, suara, tegangan, arus listrik dan sebagainya. Sebuah perangkat IoT
bisa mempunyai beberapa sensor untuk mendapatkan berbagai data agar bisa
memberikan informasi yang lengkap pada penggunanya. Sebagai contoh adalah GPS
Tracker yang dipasang pada kendaraan umum, yang mempunyai sensor GPS,
temperatur, sensor bahan bakar, sensor tegangan listrik, dan lainnya.
b. Konektivitas
Setelah data didapat dari sensor maka selanjutnya data akan dikirimkan ke cloud
infrastructure untuk diproses. Pengiriman data ke cloud memerlukan suatu
penghubung atau koneksi,. Ada banyak pilihan koneksi yang bisa digunakan dalam
IoT, seperti: WiFi, LoRa (Long Range), jaringan seluler, satelit, wide area network
(WAN). Setiap pilihan koneksi mempunyai kelebihan dan kekurangan masingmasing yang mempengaruhi jarak, konsumsi daya, bandwidth, dan lain-lain. Karena
itu pilihan konektivitas pada sebuah perangkat IoT harus dipertimbangkan dengan
baik.
c. Pengolahan data /Software
Selanjutnya setelah data diambil dan dikirimkan ke cloud, semua akan diproses oleh
sebuah software. Proses pengolahan data juga bisa sesederhana membaca membaca
suhu udara di area tertentu hingga proses yang rumit seperti mengenali obyek di video
melalui visi komputer. Dalam pemrosesan data bisa saja diperlukan interaksi dengan
manusia atau bahkan sepenuhnya otomatis menggunakan teknologi artificial
intelligence (AI).
d. User Interface (UI)
Data yang telah diproses memerlukan tampilan agar bisa dibaca atau dipahami oleh
penggunanya. Di sini lah diperlukannya suatu user interface (UI) atau antarmuka
pengguna.