Server Komputer

Komputer server bertugas :

  • Pusat Sebuah Jaringan di Komputer
  • Memberikan Akses Data ke Komputer Klien
  • Melayani Permintaan Komputer Klien
  • Bertanggungjawab Mengatur Lalu Lintas Jaringan
  • Memberi Perlindungan Komputer Klien Dari Malware Dengan Virus

Spesifikasi Komputer server :

  • Processor lebih kuat yakni jumlah core, memory cache (memory super cepat)
  • Memory jenis ECC
  • Power Supply lebih dari 1 bekerja secara redundant
  • Harddsik berkecapatan tinggi,mendukung untuk hotplug, RAID , cache besar
  • Network Card lebih dari 1
  • Rack Mount

 

Buatlah rancangan design Platform Cloud Server yang ideal untuk industri pendidikan dengan jumlah pengguna 2500 host (siswa)

  • Platform dengan 4 Server minimal @ 20 core
  • Memory @ 32 GB ECC
  • Storage  20TB
  • Hypervisor Type 1, yang cocok dan sebutkan keunggulan.
  • Sebutkan langkah installasi dan konfigurasi salah satu hypervisor yang akan buat

Join the Conversation

41 Comments

  1. Server

    Server Dell R740 Xeon Silver 4214R ,32GB ,Seagate IronWolf Pro NAS Hardisk ST20000NE000 20TB SAS Poweredge

    -Base : PowerEdge R740 Server
    – Chassis : Chassis with up to 8 x 3.5in SAS/SATA Hard Drives for 1CPU Configuration
    – Processor : Up to two 2nd Generation Intel® Xeon® Scalable processors
    – Installed Processor : (1x) Intel Xeon Silver 4214R 2.4G, 12C/24T, 9.6GT/s, 16.5M Cache, Turbo, HT (100W) DDR4-2400
    – Installed Memory : Synology 32GB DDR4 RDIMM ECC Memory Module
    – Internal Storage Controllers : PERC H750 RAID Controller, 8GB NV Cache, Adapter
    – Installed Hard Drives : (1x) 1.2TB 10K RPM SAS 12Gbps 512n 2.5in Hot-plug Hard Drive, 3.5in HYB CARR
    – Embedded Systems Management : iDRAC9, Enterprise
    – Network : Quad Port 1GbE BASE-T, rNDC
    – Operating System : None, for more information on supported OS : Dell.com/OSsupport
    – Internal Optical Drive : DVD+/-RW, SATA, Internal
    – Power Supply : Dual, Hot-plug, Redundant Power Supply (1+1), 750W
    – Accessories : Keyboard and Optical Mouse USB, Power Cord
    nek dikon ganti prosesor
    Prosesor Intel® Xeon® E5-2698 v4,Jumlah Inti 20,Jumlah Untaian 40
    ———————————————————————————
    OS

    Proxmox VE: Proxmox VE adalah platform virtualisasi open-source yang menggabungkan KVM dan kontainer berbasis OpenVZ dalam satu solusi. Ini memberikan lingkungan manajemen yang lengkap untuk virtualisasi server dan penyediaan kontainer. Proxmox VE juga dilengkapi dengan alat manajemen yang mudah digunakan dan fitur-fitur canggih seperti migrasi live, backup, dan replikasi.

    Kelebihan
    1. Sistem All-in-One: Proxmox VE menggabungkan virtualisasi berbasis KVM dan kontainer berbasis OpenVZ
    2. Antarmuka Pengguna yang Mudah Digunakan: Proxmox VE menawarkan antarmuka pengguna berbasis web yang intuitif dan mudah digunakan.
    3. Manajemen Sumber Daya yang Fleksibel: Proxmox VE memberikan kemampuan manajemen sumber daya yang kuat.
    Anda dapat dengan mudah mengalokasikan sumber daya seperti CPU, RAM, dan penyimpanan ke mesin virtual dan kontainer sesuai dengan kebutuhan.
    4. Integrasi Penyimpanan yang Luas: Proxmox VE mendukung berbagai opsi penyimpanan termasuk SAN, NAS, iSCSI, NFS, dan Ceph.
    5. Open-Source dan Gratis: Proxmox VE adalah perangkat lunak sumber terbuka (open-source) dan tersedia secara gratis.
    ———————————————————————————
    Instalasi

    1. Silahkan kunjungi link berikut ini https://www.proxmox.com/en/downloads, lalu pilih proxmox virtual environment
    2. Pilih ISO Image
    3. Lalu pilih versi proxmox yang akan digunakan. Di bawah ini kami akan menggunakan proxmox versi 7.1.
    Atau kalian juga bisa menggunakan proxmox versi terbaru jika sudah tersedia
    4. Setelah didownload, buatlah bootable flashdisk atau burning ISO file tersebut ke CD/DVD.
    Untuk cara membuat bootable flashdisk,
    tutorialnya bisa kalian baca di link berikut ini https://www.sahretech.com/2021/01/cara-mudah-membuat-windows-bootable.html
    5. Selanjutnya colokkan CD/DVD atau flashdisk ke server yang sudah disiapkan sebelumnya
    6. Selanjutnya hidupkan server, lalu saat server melakukan booting tekan Esc, atau F2, atau F11, atau F12 untuk mengakses menu boot.
    7. Selanjutnya saat menu proxmox VE muncul, klik install proxmox VE
    8. Pilih harddisk tujuan tempat kalian ingin menginstall proxmox, klik option untuk menentukan parameter tambahan.
    9. Buatlah password yang aman untuk akses masuk admin. Lalu konfirmasi ulang password. lalu masukan alamat email untuk notifikasi administrator system.
    10. Step terakhir, lakukan setting jaringan. Pilih management interface, masukan hostname untuk server, masukan alamat IP public yang sudah kalian sediakan,
    masukan default gateway, dan DNS server, selama proses instalasi gunakan IPV4 atau IPV6.
    Jika ingin menggunakan keduanya kalian dapat melakukan konfigurasi stelah instalasi selesai.
    11. Selanjutnya installer akan memunculkan ringkasan tentang hal-hal apa saja yang sudah kalain pilih sebelumnya.
    Klik install untuk mengkonfirmasi bahwa pilihan kalian sudah benar.
    12. Setelah proses instalasi selesai, system akan melakukan reboot secara otomatis.
    Pilih proxmox virtual environment GNU/Linux dan tekan enter.
    13. Selanjutnya pesan selamat datang akan muncul. Termasuk alamat IP,
    silahkah buka alamat IP yang muncul di browser kalian masing-masing
    14, Setelah membuka alamat IP yang diberikan, maka akan muncul tulisan warning seperti di bawah ini.
    Hal itu terjadi karena IP belum menggunakan SSL.
    Klik hide advanced dan klik tulisan proceed yang berada di bagian bawah.
    15. Lalu masukan username dan password yang telah ditentukan sebelumnya pada proses instalasi
    16. Jika muncul tampilan seperti gambar di bawah ini. Abaikan saja dan tekan tombol ok
    17. Berikut ini tampilan proxmox yang sudah berhasil diinstall dan telah masuk menggunakan username dan password sebelumnya.
    ————————————————————————————–
    Menggunakan Topologi Mesh
    Kelebihan topologi

    1.Redundansi dan Keandalan: Dalam topologi mesh, setiap perangkat terhubung langsung ke perangkat lainnya. Ini menciptakan banyak jalur komunikasi yang berbeda antara sumber dan tujuan data.
    2.Kapasitas Tinggi: Topologi mesh memungkinkan banyak perangkat terhubung secara langsung satu sama lain.
    3.Skalabilitas: Topologi mesh sangat skalabel karena setiap perangkat dapat dengan mudah ditambahkan atau dihapus tanpa mempengaruhi kinerja jaringan secara keseluruhan.
    4.Keamanan: Topologi mesh dapat menyediakan tingkat keamanan yang lebih tinggi dibandingkan dengan topologi jaringan lainnya. Karena setiap perangkat terhubung langsung ke perangkat lainnya.
    5.Latensi Rendah: Dalam topologi mesh, komunikasi langsung antara perangkat mengurangi latensi karena data tidak perlu melewati banyak perangkat perantara.

    Meskipun topologi mesh memiliki banyak keuntungan, ada juga beberapa kelemahan yang perlu diperhatikan, seperti biaya implementasi yang lebih tinggi dan kompleksitas manajemen jaringan yang lebih besar.

  2. Kelompok:-Andi Rahmadian , Eko Drajat Wibowo, Fajar Setiawan , Muhammad Toni Berlindo says:

    Server

    Server Dell R740 Xeon Silver 4214R ,32GB ,Seagate IronWolf Pro NAS Hardisk ST20000NE000 20TB SAS Poweredge

    -Base : PowerEdge R740 Server
    – Chassis : Chassis with up to 8 x 3.5in SAS/SATA Hard Drives for 1CPU Configuration
    – Processor : Up to two 2nd Generation Intel® Xeon® Scalable processors
    – Installed Processor : (1x) Intel Xeon Silver 4214R 2.4G, 12C/24T, 9.6GT/s, 16.5M Cache, Turbo, HT (100W) DDR4-2400
    – Installed Memory : Synology 32GB DDR4 RDIMM ECC Memory Module
    – Internal Storage Controllers : PERC H750 RAID Controller, 8GB NV Cache, Adapter
    – Installed Hard Drives : (1x) 1.2TB 10K RPM SAS 12Gbps 512n 2.5in Hot-plug Hard Drive, 3.5in HYB CARR
    – Embedded Systems Management : iDRAC9, Enterprise
    – Network : Quad Port 1GbE BASE-T, rNDC
    – Operating System : None, for more information on supported OS : Dell.com/OSsupport
    – Internal Optical Drive : DVD+/-RW, SATA, Internal
    – Power Supply : Dual, Hot-plug, Redundant Power Supply (1+1), 750W
    – Accessories : Keyboard and Optical Mouse USB, Power Cord
    nek dikon ganti prosesor
    Prosesor Intel® Xeon® E5-2698 v4,Jumlah Inti 20,Jumlah Untaian 40
    ———————————————————————————
    OS

    Proxmox VE: Proxmox VE adalah platform virtualisasi open-source yang menggabungkan KVM dan kontainer berbasis OpenVZ dalam satu solusi. Ini memberikan lingkungan manajemen yang lengkap untuk virtualisasi server dan penyediaan kontainer. Proxmox VE juga dilengkapi dengan alat manajemen yang mudah digunakan dan fitur-fitur canggih seperti migrasi live, backup, dan replikasi.

    Kelebihan
    1. Sistem All-in-One: Proxmox VE menggabungkan virtualisasi berbasis KVM dan kontainer berbasis OpenVZ
    2. Antarmuka Pengguna yang Mudah Digunakan: Proxmox VE menawarkan antarmuka pengguna berbasis web yang intuitif dan mudah digunakan.
    3. Manajemen Sumber Daya yang Fleksibel: Proxmox VE memberikan kemampuan manajemen sumber daya yang kuat.
    Anda dapat dengan mudah mengalokasikan sumber daya seperti CPU, RAM, dan penyimpanan ke mesin virtual dan kontainer sesuai dengan kebutuhan.
    4. Integrasi Penyimpanan yang Luas: Proxmox VE mendukung berbagai opsi penyimpanan termasuk SAN, NAS, iSCSI, NFS, dan Ceph.
    5. Open-Source dan Gratis: Proxmox VE adalah perangkat lunak sumber terbuka (open-source) dan tersedia secara gratis.
    ———————————————————————————
    Instalasi

    1. Silahkan kunjungi link berikut ini https://www.proxmox.com/en/downloads, lalu pilih proxmox virtual environment
    2. Pilih ISO Image
    3. Lalu pilih versi proxmox yang akan digunakan. Di bawah ini kami akan menggunakan proxmox versi 7.1.
    Atau kalian juga bisa menggunakan proxmox versi terbaru jika sudah tersedia
    4. Setelah didownload, buatlah bootable flashdisk atau burning ISO file tersebut ke CD/DVD.
    Untuk cara membuat bootable flashdisk,
    tutorialnya bisa kalian baca di link berikut ini https://www.sahretech.com/2021/01/cara-mudah-membuat-windows-bootable.html
    5. Selanjutnya colokkan CD/DVD atau flashdisk ke server yang sudah disiapkan sebelumnya
    6. Selanjutnya hidupkan server, lalu saat server melakukan booting tekan Esc, atau F2, atau F11, atau F12 untuk mengakses menu boot.
    7. Selanjutnya saat menu proxmox VE muncul, klik install proxmox VE
    8. Pilih harddisk tujuan tempat kalian ingin menginstall proxmox, klik option untuk menentukan parameter tambahan.
    9. Buatlah password yang aman untuk akses masuk admin. Lalu konfirmasi ulang password. lalu masukan alamat email untuk notifikasi administrator system.
    10. Step terakhir, lakukan setting jaringan. Pilih management interface, masukan hostname untuk server, masukan alamat IP public yang sudah kalian sediakan,
    masukan default gateway, dan DNS server, selama proses instalasi gunakan IPV4 atau IPV6.
    Jika ingin menggunakan keduanya kalian dapat melakukan konfigurasi stelah instalasi selesai.
    11. Selanjutnya installer akan memunculkan ringkasan tentang hal-hal apa saja yang sudah kalain pilih sebelumnya.
    Klik install untuk mengkonfirmasi bahwa pilihan kalian sudah benar.
    12. Setelah proses instalasi selesai, system akan melakukan reboot secara otomatis.
    Pilih proxmox virtual environment GNU/Linux dan tekan enter.
    13. Selanjutnya pesan selamat datang akan muncul. Termasuk alamat IP,
    silahkah buka alamat IP yang muncul di browser kalian masing-masing
    14, Setelah membuka alamat IP yang diberikan, maka akan muncul tulisan warning seperti di bawah ini.
    Hal itu terjadi karena IP belum menggunakan SSL.
    Klik hide advanced dan klik tulisan proceed yang berada di bagian bawah.
    15. Lalu masukan username dan password yang telah ditentukan sebelumnya pada proses instalasi
    16. Jika muncul tampilan seperti gambar di bawah ini. Abaikan saja dan tekan tombol ok
    17. Berikut ini tampilan proxmox yang sudah berhasil diinstall dan telah masuk menggunakan username dan password sebelumnya.
    ————————————————————-
    Menggunakan Topologi Mesh
    Kelebihan topologi

    1.Redundansi dan Keandalan: Dalam topologi mesh, setiap perangkat terhubung langsung ke perangkat lainnya. Ini menciptakan banyak jalur komunikasi yang berbeda antara sumber dan tujuan data.
    2.Kapasitas Tinggi: Topologi mesh memungkinkan banyak perangkat terhubung secara langsung satu sama lain.
    3.Skalabilitas: Topologi mesh sangat skalabel karena setiap perangkat dapat dengan mudah ditambahkan atau dihapus tanpa mempengaruhi kinerja jaringan secara keseluruhan.
    4.Keamanan: Topologi mesh dapat menyediakan tingkat keamanan yang lebih tinggi dibandingkan dengan topologi jaringan lainnya. Karena setiap perangkat terhubung langsung ke perangkat lainnya.
    5.Latensi Rendah: Dalam topologi mesh, komunikasi langsung antara perangkat mengurangi latensi karena data tidak perlu melewati banyak perangkat perantara.

    Meskipun topologi mesh memiliki banyak keuntungan, ada juga beberapa kelemahan yang perlu diperhatikan, seperti biaya implementasi yang lebih tinggi dan kompleksitas manajemen jaringan yang lebih besar.

  3. Spesifikasi
    Server Dell R720 Server 16SFF Superior SATA
    16-Bay 2.5″ HDD Chassis
    Aventis Systems Certified Reconditioned
    Dual (2) Intel Xeon E5-2660 v2 10-Core 2.2GHz 25MB CPUs
    64GB (16 x 4GB) DDR3 PC3-10600 1333MHz Registered Memory
    8TB (8 x 1TB) 7.2K 6Gb/s SATA 2.5″ HDDs
    PERC H710 6Gb/s RAID Controller with 512MB and Battery
    iDRAC7 Express
    Redundant Power Supplies
    DVD-ROM
    Broadcom 5720 Quad Port 1GbE Daughtercard
    Harga Satuan : Rp.+-40 juta
    Total : Rp.+-160 juta

    OS yang digunakan :

    VMware Vsphere

    Kelebihan

    1) Keamanan: Dengan menggunakan Hypervisor Type 1 seperti VMware vSphere, platform ini memiliki lapisan keamanan tambahan. Hypervisor Type 1 menjalankan mesin virtual langsung pada hardware fisik, memungkinkan isolasi yang kuat antara mesin virtual. Fitur keamanan seperti isolasi sumber daya, pemisahan jaringan, dan kebijakan akses yang diperkuat melindungi data dan aplikasi dari ancaman yang mungkin timbul.

    2) Manajemen yang Lebih Mudah: Dengan menggunakan platform virtualisasi seperti VMware vSphere, manajemen dan pengelolaan mesin virtual menjadi lebih mudah. kita dapat mengelola dan memantau sumber daya, melakukan migrasi live VM, dan mengatur kebijakan melalui antarmuka yang intuitif. Hal ini memungkinkan administrator sistem untuk mengelola infrastruktur dengan efisien dan efektif.

    3) Toleransi Kesalahan: Dengan menggunakan 4 server fisik dalam platform, kita dapat mengimplementasikan strategi toleransi kesalahan seperti ketersediaan tinggi atau penyeimbangan beban. Jika salah satu server mengalami masalah, mesin virtual dapat di-migrate ke server lain tanpa penghentian layanan.

    4) Penyimpanan yang Luas: Dengan total kapasitas penyimpanan 8TB, platform ini memiliki ruang penyimpanan yang cukup besar untuk menampung data dan aplikasi yang diperlukan dalam lingkungan pendidikan.

    Topologi Jaringan yang digunakan :
    Topologi STAR

    Topologi jaringan ini dapat menjadi pilihan yang cocok untuk rancangan platform Cloud Server dengan jumlah pengguna 2500 host (siswa) dan menggunakan 4 server fisik. Topologi star memiliki beberapa keunggulan yang relevan untuk skenario ini:

    1) Skalabilitas: Topologi star memungkinkan penambahan dan pengurangan host dengan mudah. Setiap host (siswa) dapat terhubung secara langsung ke pusat server atau switch pusat. Dengan demikian, kita dapat dengan fleksibel menambah atau mengurangi jumlah host sesuai dengan kebutuhan tanpa mengganggu konektivitas seluruh jaringan.

    2) Performa: Dalam topologi star, setiap host terhubung langsung ke switch pusat atau pusat server. Hal ini dapat meningkatkan performa jaringan karena setiap host memiliki jalur terpisah ke pusat server dan tidak perlu berbagi bandwidth dengan host lain.

    3) Manajemen dan Pemeliharaan yang Mudah: Topologi star memudahkan manajemen dan pemeliharaan infrastruktur. Setiap host dapat dengan mudah dihubungkan atau diputuskan dari pusat server tanpa mengganggu konektivitas host lainnya. Ini mempermudah tugas administrasi dan perawatan server.

    Kekurangan :

    Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan topologi star:

    1) Keandalan: Topologi star tergantung pada switch pusat atau pusat server. Jika ada kegagalan pada switch pusat, semua host yang terhubung ke switch tersebut akan terpengaruh. Penting untuk memastikan bahwa switch pusat memiliki fitur ketersediaan tinggi dan dilakukan pemantauan secara berkala.

    2) Biaya: Topologi star mungkin memerlukan biaya tambahan untuk mengatur dan mengelola switch pusat yang cukup kuat dan dapat menangani jumlah host yang signifikan. Biaya tambahan juga mungkin diperlukan untuk kabel dan konektor yang diperlukan untuk menghubungkan host ke switch pusat.

    3) Single Point of Failure: Dalam topologi star, switch pusat menjadi single point of failure. Jika switch pusat mengalami kegagalan, maka seluruh jaringan dapat terpengaruh. Untuk mengatasi ini, dapat dipertimbangkan penggunaan switch redundan atau penggunaan teknologi clustering untuk memastikan ketersediaan tinggi.

    Jadi, dengan mempertimbangkan kelebihan dan pertimbangan yang perlu diperhatikan, topologi star dapat menjadi pilihan yang cocok untuk rancangan platform Cloud Server dengan jumlah pengguna 2500 host (siswa) dan 4 server fisik.

    Langkah Langkah Instalasi dan Konfigurasi VMware VSphere :
    Langkah Installasi dan Konfigurasi VMware vSphere:

    1) Persiapkan server fisik yang akan dijadikan host untuk Hypervisor Type 1 (VMware vSphere).
    2) Unduh installer VMware vSphere dari situs resmi VMware.
    3) Boot server fisik menggunakan media instalasi VMware vSphere.
    4) Ikuti petunjuk instalasi untuk menginstal Hypervisor Type 1 (VMware vSphere) pada server fisik.
    5) Setelah instalasi selesai, konfigurasikan jaringan, penyimpanan, dan pengaturan lainnya sesuai kebutuhan.
    6) Buat dan konfigurasikan mesin virtual untuk mendukung aplikasi dan layanan yang dibutuhkan dalam lingkungan pendidikan.
    7) Lakukan pengaturan keamanan tambahan seperti mengaktifkan firewall dan mengatur kebijakan akses.
    8) Lakukan pengaturan kebijakan backup dan pemulihan untuk melindungi data penting.
    9) Monitor dan kelola lingkungan virtual Anda menggunakan alat manajemen VMware vSphere yang disediakan.

    1. Mengapa harus menggunakan Dell PowerEdge R720 dibandingkan dengan seri PowerEdge lainya? menurut saya Server seri ini merupakan keluaran seri lama, padahal terdapat seri lainya dengan keluaran terbaru dengan performa yang lebih baik serta harga yang kurang lebih sama.

  4. Armilda Fadhilatun Nafiah (06)
    Nuurullah Imaarotul Jannah (29)
    Ridho Ridwansyah (31)
    Lenovo ThinkSystem SR650

    A.Spesifikasi umum untuk Lenovo ThinkSystem SR650:
    Prosesor:
    Intel Xeon Scalable Processor 28 core dengan berbagai kecepatan clock dan opsi cache. AMD EPYC juga tersedia sebagai opsi prosesor.
    RAM:
    3 TB DDR4 ECC Registered DIMM (RDIMM) atau Load-Reduced DIMM (LRDIMM) dengan kecepatan hingga 2933 MT/s. Terdapat 24 slot DIMM yang tersedia untuk konfigurasi memori yang fleksibel.
    Power Supply Type:
    2x ThinkSystem 750W(230/115V) Platinum Hot-Swap Power Supply
    Penyimpanan:
    Dukungan untuk berbagai konfigurasi penyimpanan, termasuk SSD dan HDD. Mendukung hot-swappable drive dengan pilihan konektivitas SAS atau SATA. Opsi RAID tersedia dengan kontroler RAID terintegrasi atau opsional.
    Kartu Jaringan:
    Dilengkapi dengan kartu jaringan Gigabit Ethernet (1GbE) terintegrasi. Opsi peningkatan ke kartu jaringan 10GbE, 25GbE, 40GbE, atau 100GbE.
    Ekspansi:
    Slot PCIe Gen3 yang dapat dikonfigurasi untuk memasang kartu ekspansi seperti kartu jaringan tambahan, kartu grafis, atau kartu kontroler.
    Manajemen:
    Integrated Management Module 2 (IMM2) yang memungkinkan manajemen jarak jauh dan pemantauan server, melalui Lenovo XClarity Controller.
    Sistem Operasi:
    Sistem operasi yang digunakan Windows Server, Linux, dan VMWare ESXi.
    Alasan menggunakan Lenovo ThinkSystem SR650:
    Kinerja dan Skalabilitas:
    Lenovo ThinkSystem SR650 mendukung prosesor Intel Xeon Scalable generasi kedua dan ketiga, yang memberikan kinerja yang tinggi dan fleksibilitas untuk mengakomodasi beban kerja yang beragam. Dengan opsi konfigurasi memori yang besar dan dukungan untuk hingga 3 TB RAM, server ini dapat menangani tugas komputasi yang intensif dengan mudah.

    Fleksibilitas Penyimpanan:
    SR650 memiliki dukungan untuk berbagai konfigurasi penyimpanan, termasuk Solid-State Drive (SSD) dan Hard Disk Drive (HDD). Dengan pilihan konektivitas SAS atau SATA, server ini dapat dikonfigurasi sesuai dengan kebutuhan penyimpanan yang spesifik.
    Manajemen yang Mudah:
    Lenovo ThinkSystem SR650 dilengkapi dengan Integrated Management Module 2 (IMM2) dan Lenovo XClarity Controller, yang menyediakan fitur manajemen jarak jauh dan pemantauan yang mudah. Ini memungkinkan administrator untuk mengelola server secara efisien dan mengatasi masalah secara proaktif.
    Fleksibilitas Ekspansi:
    Server ini memiliki slot PCIe Gen3 yang dapat dikonfigurasi untuk memasang kartu ekspansi tambahan, seperti kartu jaringan, kartu grafis, atau kartu kontroler. Hal ini memungkinkan pengguna untuk menyesuaikan server dengan kebutuhan khusus mereka dan meningkatkan fungsionalitasnya.
    Kualitas dan Keandalan:
    Lenovo adalah produsen server terkemuka yang dikenal dengan kualitas dan keandalan produknya. ThinkSystem SR650 dirancang untuk memberikan kinerja yang konsisten dan tingkat keandalan yang tinggi, sehingga dapat diandalkan untuk menjalankan beban kerja kritis dan kritis.
    Dukungan dan Layanan:
    Lenovo menyediakan dukungan teknis yang kuat dan beragam layanan untuk memastikan pengoperasian yang mulus dan pemeliharaan server. Ini termasuk dukungan online, layanan pemeliharaan, pembaruan firmware, dan lainnya.

    Harga Lenovo ThinkSystem SR650:
    Rp 400.000.000,00 (100.000.000,00 x 4)

    B.Topologi yang akan digunakan:
    Topologi Star
    Keunggulan Topologi Star:
    Kinerja dan Performa:
    Topologi star memungkinkan kinerja yang baik dan performa yang tinggi. Setiap perangkat terhubung langsung ke pusat atau switch, yang memungkinkan komunikasi cepat dan efisien antar perangkat.
    Skalabilitas:
    Topologi star dapat dengan mudah diperluas dengan menambahkan lebih banyak perangkat ke pusat atau switch. Ini membuatnya sangat skalabel dan dapat diadaptasi sesuai dengan kebutuhan jaringan yang berkembang.
    Manajemen yang Mudah:
    Dalam topologi star, setiap perangkat terhubung langsung ke pusat atau switch, sehingga memudahkan manajemen jaringan. Setiap perangkat dapat dikonfigurasi, dipantau, dan dikelola secara terpisah dengan mudah.
    Isolasi dan Keandalan:
    Topologi star menyediakan isolasi yang baik antara perangkat dalam jaringan. Jika satu perangkat mengalami masalah atau gagal, hanya perangkat tersebut yang terpengaruh, sedangkan perangkat lainnya dapat tetap beroperasi tanpa terganggu.
    Deteksi dan Pemecahan Masalah yang Mudah: Dalam topologi star, jika terjadi masalah pada salah satu perangkat, mudah untuk mengidentifikasi dan memecahkan masalah tersebut. Setiap perangkat dapat diuji dan dianalisis secara terpisah, mempermudah proses pemecahan masalah dan pemeliharaan.
    Keamanan yang Lebih Baik:
    Dalam topologi star, setiap perangkat terhubung langsung ke pusat atau switch, yang memungkinkan penerapan kebijakan keamanan secara terpusat. Ini memungkinkan pengaturan dan pengawasan yang lebih baik terhadap lalu lintas jaringan, serta melindungi perangkat dari serangan yang mungkin terjadi.
    Kompatibilitas:
    Topologi star kompatibel dengan berbagai jenis perangkat dan teknologi jaringan. Dalam topologi ini, perangkat yang berbeda dapat terhubung melalui kabel yang sesuai dengan standar yang umum digunakan, seperti Ethernet.
    Kemudahan Perubahan dan Pemeliharaan:
    Topologi star memudahkan perubahan dan pemeliharaan jaringan. Jika ada perubahan dalam konfigurasi atau penambahan perangkat baru, hanya perlu melakukan perubahan atau penambahan pada pusat atau switch, tanpa mengganggu perangkat lain dalam jaringan.

    C.Hypervisor Type 1 yang cocok:
    VMware ESXi

    Hypervisor tipe 1, juga dikenal sebagai hypervisor bare-metal, adalah hypervisor yang diinstal langsung pada perangkat keras fisik. Ini berbeda dengan hypervisor tipe 2 yang diinstal di atas sistem operasi host.
    Berikut adalah keunggulan hypervisor tipe 1:
    Performa yang tinggi:
    Hypervisor tipe 1 memberikan performa yang lebih tinggi karena berjalan langsung di atas perangkat keras fisik. Ini menghilangkan lapisan tambahan dari sistem operasi host yang ada pada hypervisor tipe 2. Dengan menghilangkan overhead tersebut, hypervisor tipe 1 dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya dan memberikan kinerja yang lebih baik untuk mesin virtual.
    Keamanan yang ditingkatkan:
    Dengan menjalankan hypervisor langsung di atas perangkat keras fisik, hypervisor tipe 1 mengurangi permukaan serangan yang mungkin terjadi. Tidak adanya sistem operasi host yang rentan mengurangi peluang serangan ke mesin virtual. Hal ini membuat hypervisor tipe 1 lebih aman dan cocok untuk penggunaan di lingkungan yang membutuhkan keamanan yang tinggi, seperti pusat data atau lingkungan bisnis.
    Ketersediaan yang lebih tinggi:
    Hypervisor tipe 1 sering dirancang untuk memiliki fitur ketersediaan tinggi yang kuat, seperti migrasi live dan replikasi mesin virtual. Migrasi live memungkinkan mesin virtual untuk dipindahkan dari satu host fisik ke host fisik lain tanpa adanya waktu henti, sehingga memungkinkan perawatan atau peningkatan host tanpa memengaruhi layanan yang dijalankan. Replikasi mesin virtual memungkinkan pembuatan salinan cadangan yang terus menerus, sehingga dapat dengan cepat mengembalikan mesin virtual jika terjadi kegagalan perangkat keras.
    Efisiensi sumber daya:
    Hypervisor tipe 1 memungkinkan penggunaan sumber daya perangkat keras yang lebih efisien. Dengan mengalokasikan langsung ke perangkat keras fisik, hypervisor tipe 1 dapat menghindari penggunaan sumber daya yang tidak perlu dari sistem operasi host. Hal ini memungkinkan penggunaan CPU, memori, dan penyimpanan yang lebih efisien untuk mesin virtual.
    Skalabilitas yang baik:
    Hypervisor tipe 1 dapat mengelola banyak mesin virtual secara bersamaan dengan skala yang lebih besar. Ini memungkinkan penyebaran dan pengelolaan infrastruktur virtual yang luas dan kompleks. Dengan fleksibilitas ini, hypervisor tipe 1 cocok untuk lingkungan yang membutuhkan penyebaran dan pengelolaan skala besar, seperti pusat data korporat atau penyedia layanan cloud.
    Konsolidasi dan virtualisasi yang lebih baik:
    Hypervisor tipe 1 memungkinkan konsolidasi sumber daya perangkat keras fisik yang lebih efisien dengan menjalankan beberapa mesin virtual pada satu host. Ini memungkinkan penggunaan sumber daya yang lebih efisien, mengurangi biaya perangkat keras dan pemeliharaan fisik. Hypervisor tipe 1 juga memungkinkan virtualisasi yang lebih baik dengan memberikan akses langsung ke perangkat keras fisik, sehingga meningkatkan performa dan kinerja aplikasi di mesin virtual.

    D.Langkah installasi dan konfigurasi VMware ESXi:
    1.Unduh file ISO instalasi VMware ESXi dari situs web resmi VMware.
    2.Siapkan server fisik yang akan digunakan sebagai host VMware ESXi. Pastikan perangkat kerasnya sesuai dengan persyaratan sistem yang ditentukan oleh VMware.
    3.Buat media instalasi dengan menggunakan file ISO yang telah Anda unduh. Anda dapat membakar ISO ke DVD atau membuat bootable USB menggunakan utilitas seperti Rufus.
    4.Sisipkan media instalasi yang telah dibuat ke server dan nyalakan server tersebut.
    5.Pada layar boot, pilih opsi untuk boot dari media instalasi VMware ESXi.
    6.Tunggu hingga proses booting selesai dan instalasi VMware ESXi dimulai.
    7.Pilih bahasa yang diinginkan untuk instalasi dan tekan Enter.
    8.Baca dan terima perjanjian lisensi VMware ESXi.
    9.Pilih perangkat penyimpanan tempat Anda ingin menginstal VMware ESXi.
    10.Tentukan konfigurasi jaringan dengan memilih antarmuka jaringan yang akan digunakan sebagai antarmuka manajemen untuk VMware ESXi.
    11.Konfigurasikan kata sandi root untuk akun administrator VMware ESXi.
    12.Tunggu proses instalasi selesai. Setelah selesai, server akan restart.
    13.Setelah reboot, akses VMware ESXi melalui antarmuka manajemen yang ditunjukkan pada layar server atau melalui peramban web di komputer lain yang dapat mencapai server.
    14.Masukkan alamat IP VMware ESXi yang ditampilkan pada layar ke peramban web Anda.
    15.Anda akan diarahkan ke antarmuka web VMware ESXi. Masukkan kredensial yang Anda atur saat instalasi (nama pengguna: root, kata sandi: yang Anda tetapkan).
    16.Setelah masuk, Anda dapat mengkonfigurasi lebih lanjut VMware ESXi, seperti mengatur jaringan, penyimpanan, dan mengelola mesin virtual.

    1. Memilih topologi Star adalah pilihan yang baik untuk jaringan yang dapat diskalakan dan membutuhkan keamanan dan manajemen yang baik. Dalam topologi Star, pusat atau sakelar bertindak sebagai titik pusat yang menghubungkan setiap perangkat secara individual. Keuntungan dari topologi Star termasuk kinerja yang lebih baik, manajemen yang lebih mudah, keamanan yang lebih baik, dan pemecahan masalah yang lebih mudah. Sempurna untuk jaringan yang membutuhkan keamanan tinggi dan isolasi antar perangkat.

  5. Spesifikasi
    Server Dell R720 Server 16SFF Superior SATA
    16-Bay 2.5″ HDD Chassis
    Aventis Systems Certified Reconditioned
    Dual (2) Intel Xeon E5-2660 v2 10-Core 2.2GHz 25MB CPUs
    64GB (16 x 4GB) DDR3 PC3-10600 1333MHz Registered Memory
    8TB (8 x 1TB) 7.2K 6Gb/s SATA 2.5″ HDDs
    PERC H710 6Gb/s RAID Controller with 512MB and Battery
    iDRAC7 Express
    Redundant Power Supplies
    DVD-ROM
    Broadcom 5720 Quad Port 1GbE Daughtercard
    Harga Satuan : Rp.+-40 juta
    Total : Rp.+-160 juta
    ————————————————————————————–

    OS yang digunakan :

    VMware Vsphere

    Kelebihan

    1) Keamanan: Dengan menggunakan Hypervisor Type 1 seperti VMware vSphere, platform ini memiliki lapisan keamanan tambahan. Hypervisor Type 1 menjalankan mesin virtual langsung pada hardware fisik, memungkinkan isolasi yang kuat antara mesin virtual. Fitur keamanan seperti isolasi sumber daya, pemisahan jaringan, dan kebijakan akses yang diperkuat melindungi data dan aplikasi dari ancaman yang mungkin timbul.

    2) Manajemen yang Lebih Mudah: Dengan menggunakan platform virtualisasi seperti VMware vSphere, manajemen dan pengelolaan mesin virtual menjadi lebih mudah. kita dapat mengelola dan memantau sumber daya, melakukan migrasi live VM, dan mengatur kebijakan melalui antarmuka yang intuitif. Hal ini memungkinkan administrator sistem untuk mengelola infrastruktur dengan efisien dan efektif.

    3) Toleransi Kesalahan: Dengan menggunakan 4 server fisik dalam platform, kita dapat mengimplementasikan strategi toleransi kesalahan seperti ketersediaan tinggi atau penyeimbangan beban. Jika salah satu server mengalami masalah, mesin virtual dapat di-migrate ke server lain tanpa penghentian layanan.

    4) Penyimpanan yang Luas: Dengan total kapasitas penyimpanan 8TB, platform ini memiliki ruang penyimpanan yang cukup besar untuk menampung data dan aplikasi yang diperlukan dalam lingkungan pendidikan.

    Topologi Jaringan yang digunakan :
    Topologi STAR

    Topologi jaringan ini dapat menjadi pilihan yang cocok untuk rancangan platform Cloud Server dengan jumlah pengguna 2500 host (siswa) dan menggunakan 4 server fisik. Topologi star memiliki beberapa keunggulan yang relevan untuk skenario ini:

    1) Skalabilitas: Topologi star memungkinkan penambahan dan pengurangan host dengan mudah. Setiap host (siswa) dapat terhubung secara langsung ke pusat server atau switch pusat. Dengan demikian, kita dapat dengan fleksibel menambah atau mengurangi jumlah host sesuai dengan kebutuhan tanpa mengganggu konektivitas seluruh jaringan.

    2) Performa: Dalam topologi star, setiap host terhubung langsung ke switch pusat atau pusat server. Hal ini dapat meningkatkan performa jaringan karena setiap host memiliki jalur terpisah ke pusat server dan tidak perlu berbagi bandwidth dengan host lain.

    3) Manajemen dan Pemeliharaan yang Mudah: Topologi star memudahkan manajemen dan pemeliharaan infrastruktur. Setiap host dapat dengan mudah dihubungkan atau diputuskan dari pusat server tanpa mengganggu konektivitas host lainnya. Ini mempermudah tugas administrasi dan perawatan server.

    Kekurangan :

    Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan topologi star:

    1) Keandalan: Topologi star tergantung pada switch pusat atau pusat server. Jika ada kegagalan pada switch pusat, semua host yang terhubung ke switch tersebut akan terpengaruh. Penting untuk memastikan bahwa switch pusat memiliki fitur ketersediaan tinggi dan dilakukan pemantauan secara berkala.

    2) Biaya: Topologi star mungkin memerlukan biaya tambahan untuk mengatur dan mengelola switch pusat yang cukup kuat dan dapat menangani jumlah host yang signifikan. Biaya tambahan juga mungkin diperlukan untuk kabel dan konektor yang diperlukan untuk menghubungkan host ke switch pusat.

    3) Single Point of Failure: Dalam topologi star, switch pusat menjadi single point of failure. Jika switch pusat mengalami kegagalan, maka seluruh jaringan dapat terpengaruh. Untuk mengatasi ini, dapat dipertimbangkan penggunaan switch redundan atau penggunaan teknologi clustering untuk memastikan ketersediaan tinggi.

    Jadi, dengan mempertimbangkan kelebihan dan pertimbangan yang perlu diperhatikan, topologi star dapat menjadi pilihan yang cocok untuk rancangan platform Cloud Server dengan jumlah pengguna 2500 host (siswa) dan 4 server fisik.

    Langkah Langkah Instalasi dan Konfigurasi VMware VSphere :
    Langkah Installasi dan Konfigurasi VMware vSphere:

    1) Persiapkan server fisik yang akan dijadikan host untuk Hypervisor Type 1 (VMware vSphere).
    2) Unduh installer VMware vSphere dari situs resmi VMware.
    3) Boot server fisik menggunakan media instalasi VMware vSphere.
    4) Ikuti petunjuk instalasi untuk menginstal Hypervisor Type 1 (VMware vSphere) pada server fisik.
    5) Setelah instalasi selesai, konfigurasikan jaringan, penyimpanan, dan pengaturan lainnya sesuai kebutuhan.
    6) Buat dan konfigurasikan mesin virtual untuk mendukung aplikasi dan layanan yang dibutuhkan dalam lingkungan pendidikan.
    7) Lakukan pengaturan keamanan tambahan seperti mengaktifkan firewall dan mengatur kebijakan akses.
    8) Lakukan pengaturan kebijakan backup dan pemulihan untuk melindungi data penting.
    9) Monitor dan kelola lingkungan virtual Anda menggunakan alat manajemen VMware vSphere yang disediakan.

  6. Armilda Fadhilatun Nafiah (06)
    Nuurullah Imaarotul Jannah (29)
    Ridho Ridwansyah (31)
    Lenovo ThinkSystem SR650

    A.Spesifikasi umum untuk Lenovo ThinkSystem SR650:
    Prosesor:
    Intel Xeon Scalable Processor 28 core dengan berbagai kecepatan clock dan opsi cache. AMD EPYC juga tersedia sebagai opsi prosesor.
    RAM:
    3 TB DDR4 ECC Registered DIMM (RDIMM) atau Load-Reduced DIMM (LRDIMM) dengan kecepatan hingga 2933 MT/s. Terdapat 24 slot DIMM yang tersedia untuk konfigurasi memori yang fleksibel.
    Power Supply Type:
    2x ThinkSystem 750W(230/115V) Platinum Hot-Swap Power Supply
    Penyimpanan:
    Dukungan untuk berbagai konfigurasi penyimpanan, termasuk SSD dan HDD. Mendukung hot-swappable drive dengan pilihan konektivitas SAS atau SATA. Opsi RAID tersedia dengan kontroler RAID terintegrasi atau opsional.
    Kartu Jaringan:
    Dilengkapi dengan kartu jaringan Gigabit Ethernet (1GbE) terintegrasi. Opsi peningkatan ke kartu jaringan 10GbE, 25GbE, 40GbE, atau 100GbE.
    Ekspansi:
    Slot PCIe Gen3 yang dapat dikonfigurasi untuk memasang kartu ekspansi seperti kartu jaringan tambahan, kartu grafis, atau kartu kontroler.
    Manajemen:
    Integrated Management Module 2 (IMM2) yang memungkinkan manajemen jarak jauh dan pemantauan server, melalui Lenovo XClarity Controller.
    Sistem Operasi:
    Sistem operasi yang digunakan Windows Server, Linux, dan VMWare ESXi.
    Alasan menggunakan Lenovo ThinkSystem SR650:
    Kinerja dan Skalabilitas:
    Lenovo ThinkSystem SR650 mendukung prosesor Intel Xeon Scalable generasi kedua dan ketiga, yang memberikan kinerja yang tinggi dan fleksibilitas untuk mengakomodasi beban kerja yang beragam. Dengan opsi konfigurasi memori yang besar dan dukungan untuk hingga 3 TB RAM, server ini dapat menangani tugas komputasi yang intensif dengan mudah.

    Fleksibilitas Penyimpanan:
    SR650 memiliki dukungan untuk berbagai konfigurasi penyimpanan, termasuk Solid-State Drive (SSD) dan Hard Disk Drive (HDD). Dengan pilihan konektivitas SAS atau SATA, server ini dapat dikonfigurasi sesuai dengan kebutuhan penyimpanan yang spesifik.
    Manajemen yang Mudah:
    Lenovo ThinkSystem SR650 dilengkapi dengan Integrated Management Module 2 (IMM2) dan Lenovo XClarity Controller, yang menyediakan fitur manajemen jarak jauh dan pemantauan yang mudah. Ini memungkinkan administrator untuk mengelola server secara efisien dan mengatasi masalah secara proaktif.
    Fleksibilitas Ekspansi:
    Server ini memiliki slot PCIe Gen3 yang dapat dikonfigurasi untuk memasang kartu ekspansi tambahan, seperti kartu jaringan, kartu grafis, atau kartu kontroler. Hal ini memungkinkan pengguna untuk menyesuaikan server dengan kebutuhan khusus mereka dan meningkatkan fungsionalitasnya.
    Kualitas dan Keandalan:
    Lenovo adalah produsen server terkemuka yang dikenal dengan kualitas dan keandalan produknya. ThinkSystem SR650 dirancang untuk memberikan kinerja yang konsisten dan tingkat keandalan yang tinggi, sehingga dapat diandalkan untuk menjalankan beban kerja kritis dan kritis.
    Dukungan dan Layanan:
    Lenovo menyediakan dukungan teknis yang kuat dan beragam layanan untuk memastikan pengoperasian yang mulus dan pemeliharaan server. Ini termasuk dukungan online, layanan pemeliharaan, pembaruan firmware, dan lainnya.

    Harga Lenovo ThinkSystem SR650:
    Rp 400.000.000,00 (100.000.000,00 x 4)

    B.Topologi yang akan digunakan:
    Topologi Star
    Keunggulan Topologi Star:
    Kinerja dan Performa:
    Topologi star memungkinkan kinerja yang baik dan performa yang tinggi. Setiap perangkat terhubung langsung ke pusat atau switch, yang memungkinkan komunikasi cepat dan efisien antar perangkat.
    Skalabilitas:
    Topologi star dapat dengan mudah diperluas dengan menambahkan lebih banyak perangkat ke pusat atau switch. Ini membuatnya sangat skalabel dan dapat diadaptasi sesuai dengan kebutuhan jaringan yang berkembang.
    Manajemen yang Mudah:
    Dalam topologi star, setiap perangkat terhubung langsung ke pusat atau switch, sehingga memudahkan manajemen jaringan. Setiap perangkat dapat dikonfigurasi, dipantau, dan dikelola secara terpisah dengan mudah.
    Isolasi dan Keandalan:
    Topologi star menyediakan isolasi yang baik antara perangkat dalam jaringan. Jika satu perangkat mengalami masalah atau gagal, hanya perangkat tersebut yang terpengaruh, sedangkan perangkat lainnya dapat tetap beroperasi tanpa terganggu.
    Deteksi dan Pemecahan Masalah yang Mudah: Dalam topologi star, jika terjadi masalah pada salah satu perangkat, mudah untuk mengidentifikasi dan memecahkan masalah tersebut. Setiap perangkat dapat diuji dan dianalisis secara terpisah, mempermudah proses pemecahan masalah dan pemeliharaan.
    Keamanan yang Lebih Baik:
    Dalam topologi star, setiap perangkat terhubung langsung ke pusat atau switch, yang memungkinkan penerapan kebijakan keamanan secara terpusat. Ini memungkinkan pengaturan dan pengawasan yang lebih baik terhadap lalu lintas jaringan, serta melindungi perangkat dari serangan yang mungkin terjadi.
    Kompatibilitas:
    Topologi star kompatibel dengan berbagai jenis perangkat dan teknologi jaringan. Dalam topologi ini, perangkat yang berbeda dapat terhubung melalui kabel yang sesuai dengan standar yang umum digunakan, seperti Ethernet.
    Kemudahan Perubahan dan Pemeliharaan:
    Topologi star memudahkan perubahan dan pemeliharaan jaringan. Jika ada perubahan dalam konfigurasi atau penambahan perangkat baru, hanya perlu melakukan perubahan atau penambahan pada pusat atau switch, tanpa mengganggu perangkat lain dalam jaringan.

    C.Hypervisor Type 1 yang cocok:
    VMware ESXi

    Hypervisor tipe 1, juga dikenal sebagai hypervisor bare-metal, adalah hypervisor yang diinstal langsung pada perangkat keras fisik. Ini berbeda dengan hypervisor tipe 2 yang diinstal di atas sistem operasi host.
    Berikut adalah keunggulan hypervisor tipe 1:
    Performa yang tinggi:
    Hypervisor tipe 1 memberikan performa yang lebih tinggi karena berjalan langsung di atas perangkat keras fisik. Ini menghilangkan lapisan tambahan dari sistem operasi host yang ada pada hypervisor tipe 2. Dengan menghilangkan overhead tersebut, hypervisor tipe 1 dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya dan memberikan kinerja yang lebih baik untuk mesin virtual.
    Keamanan yang ditingkatkan:
    Dengan menjalankan hypervisor langsung di atas perangkat keras fisik, hypervisor tipe 1 mengurangi permukaan serangan yang mungkin terjadi. Tidak adanya sistem operasi host yang rentan mengurangi peluang serangan ke mesin virtual. Hal ini membuat hypervisor tipe 1 lebih aman dan cocok untuk penggunaan di lingkungan yang membutuhkan keamanan yang tinggi, seperti pusat data atau lingkungan bisnis.
    Ketersediaan yang lebih tinggi:
    Hypervisor tipe 1 sering dirancang untuk memiliki fitur ketersediaan tinggi yang kuat, seperti migrasi live dan replikasi mesin virtual. Migrasi live memungkinkan mesin virtual untuk dipindahkan dari satu host fisik ke host fisik lain tanpa adanya waktu henti, sehingga memungkinkan perawatan atau peningkatan host tanpa memengaruhi layanan yang dijalankan. Replikasi mesin virtual memungkinkan pembuatan salinan cadangan yang terus menerus, sehingga dapat dengan cepat mengembalikan mesin virtual jika terjadi kegagalan perangkat keras.
    Efisiensi sumber daya:
    Hypervisor tipe 1 memungkinkan penggunaan sumber daya perangkat keras yang lebih efisien. Dengan mengalokasikan langsung ke perangkat keras fisik, hypervisor tipe 1 dapat menghindari penggunaan sumber daya yang tidak perlu dari sistem operasi host. Hal ini memungkinkan penggunaan CPU, memori, dan penyimpanan yang lebih efisien untuk mesin virtual.
    Skalabilitas yang baik:
    Hypervisor tipe 1 dapat mengelola banyak mesin virtual secara bersamaan dengan skala yang lebih besar. Ini memungkinkan penyebaran dan pengelolaan infrastruktur virtual yang luas dan kompleks. Dengan fleksibilitas ini, hypervisor tipe 1 cocok untuk lingkungan yang membutuhkan penyebaran dan pengelolaan skala besar, seperti pusat data korporat atau penyedia layanan cloud.
    Konsolidasi dan virtualisasi yang lebih baik:
    Hypervisor tipe 1 memungkinkan konsolidasi sumber daya perangkat keras fisik yang lebih efisien dengan menjalankan beberapa mesin virtual pada satu host. Ini memungkinkan penggunaan sumber daya yang lebih efisien, mengurangi biaya perangkat keras dan pemeliharaan fisik. Hypervisor tipe 1 juga memungkinkan virtualisasi yang lebih baik dengan memberikan akses langsung ke perangkat keras fisik, sehingga meningkatkan performa dan kinerja aplikasi di mesin virtual.

    D.Langkah installasi dan konfigurasi VMware ESXi:
    1.Unduh file ISO instalasi VMware ESXi dari situs web resmi VMware.
    2.Siapkan server fisik yang akan digunakan sebagai host VMware ESXi. Pastikan perangkat kerasnya sesuai dengan persyaratan sistem yang ditentukan oleh VMware.
    3.Buat media instalasi dengan menggunakan file ISO yang telah Anda unduh. Anda dapat membakar ISO ke DVD atau membuat bootable USB menggunakan utilitas seperti Rufus.
    4.Sisipkan media instalasi yang telah dibuat ke server dan nyalakan server tersebut.
    5.Pada layar boot, pilih opsi untuk boot dari media instalasi VMware ESXi.
    6.Tunggu hingga proses booting selesai dan instalasi VMware ESXi dimulai.
    7.Pilih bahasa yang diinginkan untuk instalasi dan tekan Enter.
    8.Baca dan terima perjanjian lisensi VMware ESXi.
    9.Pilih perangkat penyimpanan tempat Anda ingin menginstal VMware ESXi.
    10.Tentukan konfigurasi jaringan dengan memilih antarmuka jaringan yang akan digunakan sebagai antarmuka manajemen untuk VMware ESXi.
    11.Konfigurasikan kata sandi root untuk akun administrator VMware ESXi.
    12.Tunggu proses instalasi selesai. Setelah selesai, server akan restart.
    13.Setelah reboot, akses VMware ESXi melalui antarmuka manajemen yang ditunjukkan pada layar server atau melalui peramban web di komputer lain yang dapat mencapai server.
    14.Masukkan alamat IP VMware ESXi yang ditampilkan pada layar ke peramban web Anda.
    15.Anda akan diarahkan ke antarmuka web VMware ESXi. Masukkan kredensial yang Anda atur saat instalasi (nama pengguna: root, kata sandi: yang Anda tetapkan).
    16.Setelah masuk, Anda dapat mengkonfigurasi lebih lanjut VMware ESXi, seperti mengatur jaringan, penyimpanan, dan mengelola mesin virtual.

    1. Apa alasan menggunakan VMWare ESXi daripada OS yang lain seperti Proxmox, OPNsense, docker dll? apa kelebihan dari ESXi sehingga dijadikan OS utama dalam rancangan server kalian?

      1. Pilihan antara VMware ESXi dan sistem operasi lain seperti Proxmox, OPNsense, atau Docker sangat tergantung pada kebutuhan dan tujuan penggunaan server. Kelebihan dari VMware ESXi dalam rancangan server ini adalah :

        Kinerja dan Optimasi: VMware ESXi diketahui memiliki kinerja virtualisasi yang baik dan berusaha mengoptimalkan penggunaan sumber daya hardware.

        Manajemen yang Mudah: VMware menyediakan vSphere Client, antarmuka pengguna berbasis web yang mudah digunakan untuk mengelola host dan VM.

        Dukungan untuk Ekosistem Bisnis: VMware telah menjadi standar industri dalam banyak lingkungan bisnis, dan banyak vendor perangkat keras dan perangkat lunak yang mengintegrasikan teknologi mereka dengan platform VMware.

        Keamanan: VMware ESXi memiliki fitur keamanan yang kuat, termasuk isolasi VM dan kontrol akses yang ketat.

  7. Spesifikasi
    Server Dell R720 Server 16SFF Superior SATA
    16-Bay 2.5″ HDD Chassis
    Aventis Systems Certified Reconditioned
    Dual (2) Intel Xeon E5-2660 v2 10-Core 2.2GHz 25MB CPUs
    64GB (16 x 4GB) DDR3 PC3-10600 1333MHz Registered Memory
    8TB (8 x 1TB) 7.2K 6Gb/s SATA 2.5″ HDDs
    PERC H710 6Gb/s RAID Controller with 512MB and Battery
    iDRAC7 Express
    Redundant Power Supplies
    DVD-ROM
    Broadcom 5720 Quad Port 1GbE Daughtercard
    Harga Satuan : Rp.+-40 juta
    Total : Rp.+-160 juta
    ————————————————————————————

    OS yang digunakan :

    VMware Vsphere

    Kelebihan

    1) Keamanan: Dengan menggunakan Hypervisor Type 1 seperti VMware vSphere, platform ini memiliki lapisan keamanan tambahan. Hypervisor Type 1 menjalankan mesin virtual langsung pada hardware fisik, memungkinkan isolasi yang kuat antara mesin virtual. Fitur keamanan seperti isolasi sumber daya, pemisahan jaringan, dan kebijakan akses yang diperkuat melindungi data dan aplikasi dari ancaman yang mungkin timbul.

    2) Manajemen yang Lebih Mudah: Dengan menggunakan platform virtualisasi seperti VMware vSphere, manajemen dan pengelolaan mesin virtual menjadi lebih mudah. kita dapat mengelola dan memantau sumber daya, melakukan migrasi live VM, dan mengatur kebijakan melalui antarmuka yang intuitif. Hal ini memungkinkan administrator sistem untuk mengelola infrastruktur dengan efisien dan efektif.

    3) Toleransi Kesalahan: Dengan menggunakan 4 server fisik dalam platform, kita dapat mengimplementasikan strategi toleransi kesalahan seperti ketersediaan tinggi atau penyeimbangan beban. Jika salah satu server mengalami masalah, mesin virtual dapat di-migrate ke server lain tanpa penghentian layanan.

    4) Penyimpanan yang Luas: Dengan total kapasitas penyimpanan 8TB, platform ini memiliki ruang penyimpanan yang cukup besar untuk menampung data dan aplikasi yang diperlukan dalam lingkungan pendidikan.

    ————————————————————————————–

    Topologi Jaringan yang digunakan :
    Topologi STAR

    Topologi jaringan ini dapat menjadi pilihan yang cocok untuk rancangan platform Cloud Server dengan jumlah pengguna 2500 host (siswa) dan menggunakan 4 server fisik. Topologi star memiliki beberapa keunggulan yang relevan untuk skenario ini:

    1) Skalabilitas: Topologi star memungkinkan penambahan dan pengurangan host dengan mudah. Setiap host (siswa) dapat terhubung secara langsung ke pusat server atau switch pusat. Dengan demikian, kita dapat dengan fleksibel menambah atau mengurangi jumlah host sesuai dengan kebutuhan tanpa mengganggu konektivitas seluruh jaringan.

    2) Performa: Dalam topologi star, setiap host terhubung langsung ke switch pusat atau pusat server. Hal ini dapat meningkatkan performa jaringan karena setiap host memiliki jalur terpisah ke pusat server dan tidak perlu berbagi bandwidth dengan host lain.

    3) Manajemen dan Pemeliharaan yang Mudah: Topologi star memudahkan manajemen dan pemeliharaan infrastruktur. Setiap host dapat dengan mudah dihubungkan atau diputuskan dari pusat server tanpa mengganggu konektivitas host lainnya. Ini mempermudah tugas administrasi dan perawatan server.

    ————————————————————————————–

    Kekurangan :

    Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan topologi star:

    1) Keandalan: Topologi star tergantung pada switch pusat atau pusat server. Jika ada kegagalan pada switch pusat, semua host yang terhubung ke switch tersebut akan terpengaruh. Penting untuk memastikan bahwa switch pusat memiliki fitur ketersediaan tinggi dan dilakukan pemantauan secara berkala.

    2) Biaya: Topologi star mungkin memerlukan biaya tambahan untuk mengatur dan mengelola switch pusat yang cukup kuat dan dapat menangani jumlah host yang signifikan. Biaya tambahan juga mungkin diperlukan untuk kabel dan konektor yang diperlukan untuk menghubungkan host ke switch pusat.

    3) Single Point of Failure: Dalam topologi star, switch pusat menjadi single point of failure. Jika switch pusat mengalami kegagalan, maka seluruh jaringan dapat terpengaruh. Untuk mengatasi ini, dapat dipertimbangkan penggunaan switch redundan atau penggunaan teknologi clustering untuk memastikan ketersediaan tinggi.

    Jadi, dengan mempertimbangkan kelebihan dan pertimbangan yang perlu diperhatikan, topologi star dapat menjadi pilihan yang cocok untuk rancangan platform Cloud Server dengan jumlah pengguna 2500 host (siswa) dan 4 server fisik.

    ————————————————————————————–

    Langkah Langkah Instalasi dan Konfigurasi VMware VSphere :

    1) Persiapkan server fisik yang akan dijadikan host untuk Hypervisor Type 1 (VMware vSphere).
    2) Unduh installer VMware vSphere dari situs resmi VMware.
    3) Boot server fisik menggunakan media instalasi VMware vSphere.
    4) Ikuti petunjuk instalasi untuk menginstal Hypervisor Type 1 (VMware vSphere) pada server fisik.
    5) Setelah instalasi selesai, konfigurasikan jaringan, penyimpanan, dan pengaturan lainnya sesuai kebutuhan.
    6) Buat dan konfigurasikan mesin virtual untuk mendukung aplikasi dan layanan yang dibutuhkan dalam lingkungan pendidikan.
    7) Lakukan pengaturan keamanan tambahan seperti mengaktifkan firewall dan mengatur kebijakan akses.
    8) Lakukan pengaturan kebijakan backup dan pemulihan untuk melindungi data penting.
    9) Monitor dan kelola lingkungan virtual Anda menggunakan alat manajemen VMware vSphere yang disediakan.

  8. Armilda Fadhilatun Nafiah (06)
    Nuurullah Imaarotul Jannah (29)
    Ridho Ridwansyah (31)
    Lenovo ThinkSystem SR650

    A.Spesifikasi umum untuk Lenovo ThinkSystem SR650:
    Prosesor:
    Intel Xeon Scalable Processor 28 core dengan berbagai kecepatan clock dan opsi cache. AMD EPYC juga tersedia sebagai opsi prosesor.
    RAM:
    3 TB DDR4 ECC Registered DIMM (RDIMM) atau Load-Reduced DIMM (LRDIMM) dengan kecepatan hingga 2933 MT/s. Terdapat 24 slot DIMM yang tersedia untuk konfigurasi memori yang fleksibel.
    Power Supply Type:
    2x ThinkSystem 750W(230/115V) Platinum Hot-Swap Power Supply
    Penyimpanan:
    Dukungan untuk berbagai konfigurasi penyimpanan, termasuk SSD dan HDD. Mendukung hot-swappable drive dengan pilihan konektivitas SAS atau SATA. Opsi RAID tersedia dengan kontroler RAID terintegrasi atau opsional.
    Kartu Jaringan:
    Dilengkapi dengan kartu jaringan Gigabit Ethernet (1GbE) terintegrasi. Opsi peningkatan ke kartu jaringan 10GbE, 25GbE, 40GbE, atau 100GbE.
    Ekspansi:
    Slot PCIe Gen3 yang dapat dikonfigurasi untuk memasang kartu ekspansi seperti kartu jaringan tambahan, kartu grafis, atau kartu kontroler.
    Manajemen:
    Integrated Management Module 2 (IMM2) yang memungkinkan manajemen jarak jauh dan pemantauan server, melalui Lenovo XClarity Controller.
    Sistem Operasi:
    Sistem operasi yang digunakan Windows Server, Linux, dan VMWare ESXi.
    Alasan menggunakan Lenovo ThinkSystem SR650:
    Kinerja dan Skalabilitas:
    Lenovo ThinkSystem SR650 mendukung prosesor Intel Xeon Scalable generasi kedua dan ketiga, yang memberikan kinerja yang tinggi dan fleksibilitas untuk mengakomodasi beban kerja yang beragam. Dengan opsi konfigurasi memori yang besar dan dukungan untuk hingga 3 TB RAM, server ini dapat menangani tugas komputasi yang intensif dengan mudah.

    Fleksibilitas Penyimpanan:
    SR650 memiliki dukungan untuk berbagai konfigurasi penyimpanan, termasuk Solid-State Drive (SSD) dan Hard Disk Drive (HDD). Dengan pilihan konektivitas SAS atau SATA, server ini dapat dikonfigurasi sesuai dengan kebutuhan penyimpanan yang spesifik.
    Manajemen yang Mudah:
    Lenovo ThinkSystem SR650 dilengkapi dengan Integrated Management Module 2 (IMM2) dan Lenovo XClarity Controller, yang menyediakan fitur manajemen jarak jauh dan pemantauan yang mudah. Ini memungkinkan administrator untuk mengelola server secara efisien dan mengatasi masalah secara proaktif.
    Fleksibilitas Ekspansi:
    Server ini memiliki slot PCIe Gen3 yang dapat dikonfigurasi untuk memasang kartu ekspansi tambahan, seperti kartu jaringan, kartu grafis, atau kartu kontroler. Hal ini memungkinkan pengguna untuk menyesuaikan server dengan kebutuhan khusus mereka dan meningkatkan fungsionalitasnya.
    Kualitas dan Keandalan:
    Lenovo adalah produsen server terkemuka yang dikenal dengan kualitas dan keandalan produknya. ThinkSystem SR650 dirancang untuk memberikan kinerja yang konsisten dan tingkat keandalan yang tinggi, sehingga dapat diandalkan untuk menjalankan beban kerja kritis dan kritis.
    Dukungan dan Layanan:
    Lenovo menyediakan dukungan teknis yang kuat dan beragam layanan untuk memastikan pengoperasian yang mulus dan pemeliharaan server. Ini termasuk dukungan online, layanan pemeliharaan, pembaruan firmware, dan lainnya.

    Harga Lenovo ThinkSystem SR650:
    Rp 400.000.000,00 (100.000.000,00 x 4)

    B.Topologi yang akan digunakan:
    Topologi Star
    Keunggulan Topologi Star:
    Kinerja dan Performa:
    Topologi star memungkinkan kinerja yang baik dan performa yang tinggi. Setiap perangkat terhubung langsung ke pusat atau switch, yang memungkinkan komunikasi cepat dan efisien antar perangkat.
    Skalabilitas:
    Topologi star dapat dengan mudah diperluas dengan menambahkan lebih banyak perangkat ke pusat atau switch. Ini membuatnya sangat skalabel dan dapat diadaptasi sesuai dengan kebutuhan jaringan yang berkembang.
    Manajemen yang Mudah:
    Dalam topologi star, setiap perangkat terhubung langsung ke pusat atau switch, sehingga memudahkan manajemen jaringan. Setiap perangkat dapat dikonfigurasi, dipantau, dan dikelola secara terpisah dengan mudah.
    Isolasi dan Keandalan:
    Topologi star menyediakan isolasi yang baik antara perangkat dalam jaringan. Jika satu perangkat mengalami masalah atau gagal, hanya perangkat tersebut yang terpengaruh, sedangkan perangkat lainnya dapat tetap beroperasi tanpa terganggu.
    Deteksi dan Pemecahan Masalah yang Mudah: Dalam topologi star, jika terjadi masalah pada salah satu perangkat, mudah untuk mengidentifikasi dan memecahkan masalah tersebut. Setiap perangkat dapat diuji dan dianalisis secara terpisah, mempermudah proses pemecahan masalah dan pemeliharaan.
    Keamanan yang Lebih Baik:
    Dalam topologi star, setiap perangkat terhubung langsung ke pusat atau switch, yang memungkinkan penerapan kebijakan keamanan secara terpusat. Ini memungkinkan pengaturan dan pengawasan yang lebih baik terhadap lalu lintas jaringan, serta melindungi perangkat dari serangan yang mungkin terjadi.
    Kompatibilitas:
    Topologi star kompatibel dengan berbagai jenis perangkat dan teknologi jaringan. Dalam topologi ini, perangkat yang berbeda dapat terhubung melalui kabel yang sesuai dengan standar yang umum digunakan, seperti Ethernet.
    Kemudahan Perubahan dan Pemeliharaan:
    Topologi star memudahkan perubahan dan pemeliharaan jaringan. Jika ada perubahan dalam konfigurasi atau penambahan perangkat baru, hanya perlu melakukan perubahan atau penambahan pada pusat atau switch, tanpa mengganggu perangkat lain dalam jaringan.

    C.Hypervisor Type 1 yang cocok:
    VMware ESXi

    Hypervisor tipe 1, juga dikenal sebagai hypervisor bare-metal, adalah hypervisor yang diinstal langsung pada perangkat keras fisik. Ini berbeda dengan hypervisor tipe 2 yang diinstal di atas sistem operasi host.
    Berikut adalah keunggulan hypervisor tipe 1:
    Performa yang tinggi:
    Hypervisor tipe 1 memberikan performa yang lebih tinggi karena berjalan langsung di atas perangkat keras fisik. Ini menghilangkan lapisan tambahan dari sistem operasi host yang ada pada hypervisor tipe 2. Dengan menghilangkan overhead tersebut, hypervisor tipe 1 dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya dan memberikan kinerja yang lebih baik untuk mesin virtual.
    Keamanan yang ditingkatkan:
    Dengan menjalankan hypervisor langsung di atas perangkat keras fisik, hypervisor tipe 1 mengurangi permukaan serangan yang mungkin terjadi. Tidak adanya sistem operasi host yang rentan mengurangi peluang serangan ke mesin virtual. Hal ini membuat hypervisor tipe 1 lebih aman dan cocok untuk penggunaan di lingkungan yang membutuhkan keamanan yang tinggi, seperti pusat data atau lingkungan bisnis.
    Ketersediaan yang lebih tinggi:
    Hypervisor tipe 1 sering dirancang untuk memiliki fitur ketersediaan tinggi yang kuat, seperti migrasi live dan replikasi mesin virtual. Migrasi live memungkinkan mesin virtual untuk dipindahkan dari satu host fisik ke host fisik lain tanpa adanya waktu henti, sehingga memungkinkan perawatan atau peningkatan host tanpa memengaruhi layanan yang dijalankan. Replikasi mesin virtual memungkinkan pembuatan salinan cadangan yang terus menerus, sehingga dapat dengan cepat mengembalikan mesin virtual jika terjadi kegagalan perangkat keras.
    Efisiensi sumber daya:
    Hypervisor tipe 1 memungkinkan penggunaan sumber daya perangkat keras yang lebih efisien. Dengan mengalokasikan langsung ke perangkat keras fisik, hypervisor tipe 1 dapat menghindari penggunaan sumber daya yang tidak perlu dari sistem operasi host. Hal ini memungkinkan penggunaan CPU, memori, dan penyimpanan yang lebih efisien untuk mesin virtual.
    Skalabilitas yang baik:
    Hypervisor tipe 1 dapat mengelola banyak mesin virtual secara bersamaan dengan skala yang lebih besar. Ini memungkinkan penyebaran dan pengelolaan infrastruktur virtual yang luas dan kompleks. Dengan fleksibilitas ini, hypervisor tipe 1 cocok untuk lingkungan yang membutuhkan penyebaran dan pengelolaan skala besar, seperti pusat data korporat atau penyedia layanan cloud.
    Konsolidasi dan virtualisasi yang lebih baik:
    Hypervisor tipe 1 memungkinkan konsolidasi sumber daya perangkat keras fisik yang lebih efisien dengan menjalankan beberapa mesin virtual pada satu host. Ini memungkinkan penggunaan sumber daya yang lebih efisien, mengurangi biaya perangkat keras dan pemeliharaan fisik. Hypervisor tipe 1 juga memungkinkan virtualisasi yang lebih baik dengan memberikan akses langsung ke perangkat keras fisik, sehingga meningkatkan performa dan kinerja aplikasi di mesin virtual.

    D.Langkah installasi dan konfigurasi VMware ESXi:
    1.Unduh file ISO instalasi VMware ESXi dari situs web resmi VMware.
    2.Siapkan server fisik yang akan digunakan sebagai host VMware ESXi. Pastikan perangkat kerasnya sesuai dengan persyaratan sistem yang ditentukan oleh VMware.
    3.Buat media instalasi dengan menggunakan file ISO yang telah Anda unduh. Anda dapat membakar ISO ke DVD atau membuat bootable USB menggunakan utilitas seperti Rufus.
    4.Sisipkan media instalasi yang telah dibuat ke server dan nyalakan server tersebut.
    5.Pada layar boot, pilih opsi untuk boot dari media instalasi VMware ESXi.
    6.Tunggu hingga proses booting selesai dan instalasi VMware ESXi dimulai.
    7.Pilih bahasa yang diinginkan untuk instalasi dan tekan Enter.
    8.Baca dan terima perjanjian lisensi VMware ESXi.
    9.Pilih perangkat penyimpanan tempat Anda ingin menginstal VMware ESXi.
    10.Tentukan konfigurasi jaringan dengan memilih antarmuka jaringan yang akan digunakan sebagai antarmuka manajemen untuk VMware ESXi.
    11.Konfigurasikan kata sandi root untuk akun administrator VMware ESXi.
    12.Tunggu proses instalasi selesai. Setelah selesai, server akan restart.
    13.Setelah reboot, akses VMware ESXi melalui antarmuka manajemen yang ditunjukkan pada layar server atau melalui peramban web di komputer lain yang dapat mencapai server.
    14.Masukkan alamat IP VMware ESXi yang ditampilkan pada layar ke peramban web Anda.
    15.Anda akan diarahkan ke antarmuka web VMware ESXi. Masukkan kredensial yang Anda atur saat instalasi (nama pengguna: root, kata sandi: yang Anda tetapkan).
    16.Setelah masuk, Anda dapat mengkonfigurasi lebih lanjut VMware ESXi, seperti mengatur jaringan, penyimpanan, dan mengelola mesin virtual.

  9. Spesifikasi
    Server Dell R720 Server 16SFF Superior SATA
    16-Bay 2.5″ HDD Chassis
    Aventis Systems Certified Reconditioned
    Dual (2) Intel Xeon E5-2660 v2 10-Core 2.2GHz 25MB CPUs
    64GB (16 x 4GB) DDR3 PC3-10600 1333MHz Registered Memory
    8TB (8 x 1TB) 7.2K 6Gb/s SATA 2.5″ HDDs
    PERC H710 6Gb/s RAID Controller with 512MB and Battery
    iDRAC7 Express
    Redundant Power Supplies
    DVD-ROM
    Broadcom 5720 Quad Port 1GbE Daughtercard
    Harga Satuan : Rp.+-40 juta
    Total : Rp.+-160 juta

    OS yang digunakan :

    VMware Vsphere

    Kelebihan

    1) Keamanan: Dengan menggunakan Hypervisor Type 1 seperti VMware vSphere, platform ini memiliki lapisan keamanan tambahan. Hypervisor Type 1 menjalankan mesin virtual langsung pada hardware fisik, memungkinkan isolasi yang kuat antara mesin virtual. Fitur keamanan seperti isolasi sumber daya, pemisahan jaringan, dan kebijakan akses yang diperkuat melindungi data dan aplikasi dari ancaman yang mungkin timbul.

    2) Manajemen yang Lebih Mudah: Dengan menggunakan platform virtualisasi seperti VMware vSphere, manajemen dan pengelolaan mesin virtual menjadi lebih mudah. kita dapat mengelola dan memantau sumber daya, melakukan migrasi live VM, dan mengatur kebijakan melalui antarmuka yang intuitif. Hal ini memungkinkan administrator sistem untuk mengelola infrastruktur dengan efisien dan efektif.

    3) Toleransi Kesalahan: Dengan menggunakan 4 server fisik dalam platform, kita dapat mengimplementasikan strategi toleransi kesalahan seperti ketersediaan tinggi atau penyeimbangan beban. Jika salah satu server mengalami masalah, mesin virtual dapat di-migrate ke server lain tanpa penghentian layanan.

    4) Penyimpanan yang Luas: Dengan total kapasitas penyimpanan 8TB, platform ini memiliki ruang penyimpanan yang cukup besar untuk menampung data dan aplikasi yang diperlukan dalam lingkungan pendidikan.

    Topologi Jaringan yang digunakan :
    Topologi STAR

    Topologi jaringan ini dapat menjadi pilihan yang cocok untuk rancangan platform Cloud Server dengan jumlah pengguna 2500 host (siswa) dan menggunakan 4 server fisik. Topologi star memiliki beberapa keunggulan yang relevan untuk skenario ini:

    1) Skalabilitas: Topologi star memungkinkan penambahan dan pengurangan host dengan mudah. Setiap host (siswa) dapat terhubung secara langsung ke pusat server atau switch pusat. Dengan demikian, kita dapat dengan fleksibel menambah atau mengurangi jumlah host sesuai dengan kebutuhan tanpa mengganggu konektivitas seluruh jaringan.

    2) Performa: Dalam topologi star, setiap host terhubung langsung ke switch pusat atau pusat server. Hal ini dapat meningkatkan performa jaringan karena setiap host memiliki jalur terpisah ke pusat server dan tidak perlu berbagi bandwidth dengan host lain.

    3) Manajemen dan Pemeliharaan yang Mudah: Topologi star memudahkan manajemen dan pemeliharaan infrastruktur. Setiap host dapat dengan mudah dihubungkan atau diputuskan dari pusat server tanpa mengganggu konektivitas host lainnya. Ini mempermudah tugas administrasi dan perawatan server.

    Kekurangan :

    Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan topologi star:

    1) Keandalan: Topologi star tergantung pada switch pusat atau pusat server. Jika ada kegagalan pada switch pusat, semua host yang terhubung ke switch tersebut akan terpengaruh. Penting untuk memastikan bahwa switch pusat memiliki fitur ketersediaan tinggi dan dilakukan pemantauan secara berkala.

    2) Biaya: Topologi star mungkin memerlukan biaya tambahan untuk mengatur dan mengelola switch pusat yang cukup kuat dan dapat menangani jumlah host yang signifikan. Biaya tambahan juga mungkin diperlukan untuk kabel dan konektor yang diperlukan untuk menghubungkan host ke switch pusat.

    3) Single Point of Failure: Dalam topologi star, switch pusat menjadi single point of failure. Jika switch pusat mengalami kegagalan, maka seluruh jaringan dapat terpengaruh. Untuk mengatasi ini, dapat dipertimbangkan penggunaan switch redundan atau penggunaan teknologi clustering untuk memastikan ketersediaan tinggi.

    Jadi, dengan mempertimbangkan kelebihan dan pertimbangan yang perlu diperhatikan, topologi star dapat menjadi pilihan yang cocok untuk rancangan platform Cloud Server dengan jumlah pengguna 2500 host (siswa) dan 4 server fisik.

    Langkah Langkah Instalasi dan Konfigurasi VMware VSphere :
    Langkah Installasi dan Konfigurasi VMware vSphere:

    1) Persiapkan server fisik yang akan dijadikan host untuk Hypervisor Type 1 (VMware vSphere).
    2) Unduh installer VMware vSphere dari situs resmi VMware.
    3) Boot server fisik menggunakan media instalasi VMware vSphere.
    4) Ikuti petunjuk instalasi untuk menginstal Hypervisor Type 1 (VMware vSphere) pada server fisik.
    5) Setelah instalasi selesai, konfigurasikan jaringan, penyimpanan, dan pengaturan lainnya sesuai kebutuhan.
    6) Buat dan konfigurasikan mesin virtual untuk mendukung aplikasi dan layanan yang dibutuhkan dalam lingkungan pendidikan.
    7) Lakukan pengaturan keamanan tambahan seperti mengaktifkan firewall dan mengatur kebijakan akses.
    8) Lakukan pengaturan kebijakan backup dan pemulihan untuk melindungi data penting.
    9) Monitor dan kelola lingkungan virtual Anda menggunakan alat manajemen VMware vSphere yang disediakan.

  10. Spesifikasi
    Server Dell R720 Server 16SFF Superior SATA
    16-Bay 2.5″ HDD Chassis
    Aventis Systems Certified Reconditioned
    Dual (2) Intel Xeon E5-2660 v2 10-Core 2.2GHz 25MB CPUs
    64GB (16 x 4GB) DDR3 PC3-10600 1333MHz Registered Memory
    8TB (8 x 1TB) 7.2K 6Gb/s SATA 2.5″ HDDs
    PERC H710 6Gb/s RAID Controller with 512MB and Battery
    iDRAC7 Express
    Redundant Power Supplies
    DVD-ROM
    Broadcom 5720 Quad Port 1GbE Daughtercard
    Harga Satuan : Rp.+-40 juta
    Total : Rp.+-160 juta

    OS yang digunakan :

    VMware Vsphere

    Kelebihan

    1) Keamanan: Dengan menggunakan Hypervisor Type 1 seperti VMware vSphere, platform ini memiliki lapisan keamanan tambahan. Hypervisor Type 1 menjalankan mesin virtual langsung pada hardware fisik, memungkinkan isolasi yang kuat antara mesin virtual. Fitur keamanan seperti isolasi sumber daya, pemisahan jaringan, dan kebijakan akses yang diperkuat melindungi data dan aplikasi dari ancaman yang mungkin timbul.

    2) Manajemen yang Lebih Mudah: Dengan menggunakan platform virtualisasi seperti VMware vSphere, manajemen dan pengelolaan mesin virtual menjadi lebih mudah. kita dapat mengelola dan memantau sumber daya, melakukan migrasi live VM, dan mengatur kebijakan melalui antarmuka yang intuitif. Hal ini memungkinkan administrator sistem untuk mengelola infrastruktur dengan efisien dan efektif.

    3) Toleransi Kesalahan: Dengan menggunakan 4 server fisik dalam platform, kita dapat mengimplementasikan strategi toleransi kesalahan seperti ketersediaan tinggi atau penyeimbangan beban. Jika salah satu server mengalami masalah, mesin virtual dapat di-migrate ke server lain tanpa penghentian layanan.

    4) Penyimpanan yang Luas: Dengan total kapasitas penyimpanan 8TB, platform ini memiliki ruang penyimpanan yang cukup besar untuk menampung data dan aplikasi yang diperlukan dalam lingkungan pendidikan.

    Topologi Jaringan yang digunakan :
    Topologi STAR

    Topologi jaringan ini dapat menjadi pilihan yang cocok untuk rancangan platform Cloud Server dengan jumlah pengguna 2500 host (siswa) dan menggunakan 4 server fisik. Topologi star memiliki beberapa keunggulan yang relevan untuk skenario ini:

    1) Skalabilitas: Topologi star memungkinkan penambahan dan pengurangan host dengan mudah. Setiap host (siswa) dapat terhubung secara langsung ke pusat server atau switch pusat. Dengan demikian, kita dapat dengan fleksibel menambah atau mengurangi jumlah host sesuai dengan kebutuhan tanpa mengganggu konektivitas seluruh jaringan.

    2) Performa: Dalam topologi star, setiap host terhubung langsung ke switch pusat atau pusat server. Hal ini dapat meningkatkan performa jaringan karena setiap host memiliki jalur terpisah ke pusat server dan tidak perlu berbagi bandwidth dengan host lain.

    3) Manajemen dan Pemeliharaan yang Mudah: Topologi star memudahkan manajemen dan pemeliharaan infrastruktur. Setiap host dapat dengan mudah dihubungkan atau diputuskan dari pusat server tanpa mengganggu konektivitas host lainnya. Ini mempermudah tugas administrasi dan perawatan server.

    Kekurangan :

    Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan topologi star:

    1) Keandalan: Topologi star tergantung pada switch pusat atau pusat server. Jika ada kegagalan pada switch pusat, semua host yang terhubung ke switch tersebut akan terpengaruh. Penting untuk memastikan bahwa switch pusat memiliki fitur ketersediaan tinggi dan dilakukan pemantauan secara berkala.

    2) Biaya: Topologi star mungkin memerlukan biaya tambahan untuk mengatur dan mengelola switch pusat yang cukup kuat dan dapat menangani jumlah host yang signifikan. Biaya tambahan juga mungkin diperlukan untuk kabel dan konektor yang diperlukan untuk menghubungkan host ke switch pusat.

    3) Single Point of Failure: Dalam topologi star, switch pusat menjadi single point of failure. Jika switch pusat mengalami kegagalan, maka seluruh jaringan dapat terpengaruh. Untuk mengatasi ini, dapat dipertimbangkan penggunaan switch redundan atau penggunaan teknologi clustering untuk memastikan ketersediaan tinggi.

    Jadi, dengan mempertimbangkan kelebihan dan pertimbangan yang perlu diperhatikan, topologi star dapat menjadi pilihan yang cocok untuk rancangan platform Cloud Server dengan jumlah pengguna 2500 host (siswa) dan 4 server fisik.

    Langkah Langkah Instalasi dan Konfigurasi VMware VSphere :
    Langkah Installasi dan Konfigurasi VMware vSphere:

    1) Persiapkan server fisik yang akan dijadikan host untuk Hypervisor Type 1 (VMware vSphere).
    2) Unduh installer VMware vSphere dari situs resmi VMware.
    3) Boot server fisik menggunakan media instalasi VMware vSphere.
    4) Ikuti petunjuk instalasi untuk menginstal Hypervisor Type 1 (VMware vSphere) pada server fisik.
    5) Setelah instalasi selesai, konfigurasikan jaringan, penyimpanan, dan pengaturan lainnya sesuai kebutuhan.
    6) Buat dan konfigurasikan mesin virtual untuk mendukung aplikasi dan layanan yang dibutuhkan dalam lingkungan pendidikan.
    7) Lakukan pengaturan keamanan tambahan seperti mengaktifkan firewall dan mengatur kebijakan akses.
    8) Lakukan pengaturan kebijakan backup dan pemulihan untuk melindungi data penting.
    9) Monitor dan kelola lingkungan virtual Anda menggunakan alat manajemen VMware vSphere yang disediakan.

  11. Spesifikasi
    Server Dell R720 Server 16SFF Superior SATA
    16-Bay 2.5″ HDD Chassis
    Aventis Systems Certified Reconditioned
    Dual (2) Intel Xeon E5-2660 v2 10-Core 2.2GHz 25MB CPUs
    64GB (16 x 4GB) DDR3 PC3-10600 1333MHz Registered Memory
    8TB (8 x 1TB) 7.2K 6Gb/s SATA 2.5″ HDDs
    PERC H710 6Gb/s RAID Controller with 512MB and Battery
    iDRAC7 Express
    Redundant Power Supplies
    DVD-ROM
    Broadcom 5720 Quad Port 1GbE Daughtercard
    Harga Satuan : Rp.+-40 juta
    Total : Rp.+-160 juta

    OS yang digunakan :

    VMware Vsphere

    Kelebihan

    1) Keamanan: Dengan menggunakan Hypervisor Type 1 seperti VMware vSphere, platform ini memiliki lapisan keamanan tambahan. Hypervisor Type 1 menjalankan mesin virtual langsung pada hardware fisik, memungkinkan isolasi yang kuat antara mesin virtual. Fitur keamanan seperti isolasi sumber daya, pemisahan jaringan, dan kebijakan akses yang diperkuat melindungi data dan aplikasi dari ancaman yang mungkin timbul.

    2) Manajemen yang Lebih Mudah: Dengan menggunakan platform virtualisasi seperti VMware vSphere, manajemen dan pengelolaan mesin virtual menjadi lebih mudah. kita dapat mengelola dan memantau sumber daya, melakukan migrasi live VM, dan mengatur kebijakan melalui antarmuka yang intuitif. Hal ini memungkinkan administrator sistem untuk mengelola infrastruktur dengan efisien dan efektif.

    3) Toleransi Kesalahan: Dengan menggunakan 4 server fisik dalam platform, kita dapat mengimplementasikan strategi toleransi kesalahan seperti ketersediaan tinggi atau penyeimbangan beban. Jika salah satu server mengalami masalah, mesin virtual dapat di-migrate ke server lain tanpa penghentian layanan.

    4) Penyimpanan yang Luas: Dengan total kapasitas penyimpanan 8TB, platform ini memiliki ruang penyimpanan yang cukup besar untuk menampung data dan aplikasi yang diperlukan dalam lingkungan pendidikan.

    Topologi Jaringan yang digunakan :
    Topologi STAR

    Topologi jaringan ini dapat menjadi pilihan yang cocok untuk rancangan platform Cloud Server dengan jumlah pengguna 2500 host (siswa) dan menggunakan 4 server fisik. Topologi star memiliki beberapa keunggulan yang relevan untuk skenario ini:

    1) Skalabilitas: Topologi star memungkinkan penambahan dan pengurangan host dengan mudah. Setiap host (siswa) dapat terhubung secara langsung ke pusat server atau switch pusat. Dengan demikian, kita dapat dengan fleksibel menambah atau mengurangi jumlah host sesuai dengan kebutuhan tanpa mengganggu konektivitas seluruh jaringan.

    2) Performa: Dalam topologi star, setiap host terhubung langsung ke switch pusat atau pusat server. Hal ini dapat meningkatkan performa jaringan karena setiap host memiliki jalur terpisah ke pusat server dan tidak perlu berbagi bandwidth dengan host lain.

    3) Manajemen dan Pemeliharaan yang Mudah: Topologi star memudahkan manajemen dan pemeliharaan infrastruktur. Setiap host dapat dengan mudah dihubungkan atau diputuskan dari pusat server tanpa mengganggu konektivitas host lainnya. Ini mempermudah tugas administrasi dan perawatan server.

    Kekurangan :

    Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan topologi star:

    1) Keandalan: Topologi star tergantung pada switch pusat atau pusat server. Jika ada kegagalan pada switch pusat, semua host yang terhubung ke switch tersebut akan terpengaruh. Penting untuk memastikan bahwa switch pusat memiliki fitur ketersediaan tinggi dan dilakukan pemantauan secara berkala.

    2) Biaya: Topologi star mungkin memerlukan biaya tambahan untuk mengatur dan mengelola switch pusat yang cukup kuat dan dapat menangani jumlah host yang signifikan. Biaya tambahan juga mungkin diperlukan untuk kabel dan konektor yang diperlukan untuk menghubungkan host ke switch pusat.

    3) Single Point of Failure: Dalam topologi star, switch pusat menjadi single point of failure. Jika switch pusat mengalami kegagalan, maka seluruh jaringan dapat terpengaruh. Untuk mengatasi ini, dapat dipertimbangkan penggunaan switch redundan atau penggunaan teknologi clustering untuk memastikan ketersediaan tinggi.

    Jadi, dengan mempertimbangkan kelebihan dan pertimbangan yang perlu diperhatikan, topologi star dapat menjadi pilihan yang cocok untuk rancangan platform Cloud Server dengan jumlah pengguna 2500 host (siswa) dan 4 server fisik.

    Langkah Langkah Instalasi dan Konfigurasi VMware VSphere :
    Langkah Installasi dan Konfigurasi VMware vSphere:

    1) Persiapkan server fisik yang akan dijadikan host untuk Hypervisor Type 1 (VMware vSphere).
    2) Unduh installer VMware vSphere dari situs resmi VMware.
    3) Boot server fisik menggunakan media instalasi VMware vSphere.
    4) Ikuti petunjuk instalasi untuk menginstal Hypervisor Type 1 (VMware vSphere) pada server fisik.
    5) Setelah instalasi selesai, konfigurasikan jaringan, penyimpanan, dan pengaturan lainnya sesuai kebutuhan.
    6) Buat dan konfigurasikan mesin virtual untuk mendukung aplikasi dan layanan yang dibutuhkan dalam lingkungan pendidikan.
    7) Lakukan pengaturan keamanan tambahan seperti mengaktifkan firewall dan mengatur kebijakan akses.
    8) Lakukan pengaturan kebijakan backup dan pemulihan untuk melindungi data penting.
    9) Monitor dan kelola lingkungan virtual Anda menggunakan alat manajemen VMware vSphere yang disediakan.

    1. apa yang terjadi jika tidak Boot server fisik menggunakan media instalasi VMware vSphere?

      1. jika anda tidak daoat boot server fisik menggunakan media instalasi VMware Vsohere berarti andAa tidak dapat memulai proses instalasi sisten operasi atau hypervisor yang dibutuhkan untuk menjalankan virtualisasi melalui VMware vSphere

  12. *Menggunakan server dengan ketentuan sebagai berikut :
    Produk: Dell PowerEdge R740
    Spesifikasi:
    Processor: Intel Xeon Silver 4214(10 core)
    Memory: 32 GB ECC DDR4 (RAM) (2x 16GB 3200MT/s DDR4 2R ECC RDIIM)
    Storage: 20 TB (5x 4TB NLSAS 3.5in Hot-plug HDD)
    Keunggulan: Dell PowerEdge R740 adalah server yang andal dan memiliki kinerja yang baik. Dukungan terhadap konfigurasi yang besar dan dapat diandalkan membuatnya cocok untuk digunakan dalam lingkungan cloud server dengan banyak pengguna.
    Total harga : 97.500.000

    *Menggunakan Hypervisor Type 1 VMware vSphere ESXi
    Keunggulan: – Manajemen yang mudah dengan antarmuka yang intuitif.
    – Kemampuan virtualisasi yang kuat untuk mengelola dan membagi sumber daya server secara efisien.
    – Manajemen yang mudah dengan antarmuka yang intuitif.
    – Peningkatan efisiensi dan ketangkasan sistem pusat data.

    *Monitoring :
    Software Monitoring: Nagios Core
    Keunggulan: Nagios Core adalah perangkat lunak pemantauan yang kuat dan fleksibel. Dengan Nagios Core, Anda dapat memantau kinerja server, ketersediaan jaringan, dan masalah lainnya secara real-time. Fitur-fitur pentingnya meliputi notifikasi, pelaporan, dan tindakan otomatis.

    *Keamanan :
    Antivirus: Sophos Endpoint Protection
    Keunggulan: Nagios Core adalah perangkat lunak pemantauan yang kuat dan fleksibel. Dengan Nagios Core, Anda dapat memantau kinerja server, ketersediaan jaringan, dan masalah lainnya secara real-time. Fitur-fitur pentingnya meliputi notifikasi, pelaporan, dan tindakan otomatis.

    Berikut adalah langkah-langkah instalasi dan konfigurasi Hypervisor tipe 1 (VMware vSphere ESXi) :

    1.Persiapan:
    A.Unduh file ISO VMware vSphere ESXi dari situs resmi VMware.
    B.Siapkan media bootable seperti USB flash drive atau CD/DVD yang akan digunakan untuk menginstal ESXi.

    2.Boot dan Instalasi:
    A.Sambungkan media bootable ke server yang akan diinstal ESXi.
    B.Nyalakan server dan pastikan pengaturan boot di BIOS/UEFI telah diatur untuk mem-boot dari media yang tepat.
    C.Boot server dari media bootable dan ikuti petunjuk di layar untuk memulai proses instalasi ESXi.
    D.Pilih opsi “Install” atau “Upgrade” sesuai kebutuhan.

    3.Pilih Lokasi Instalasi:
    A.Setelah instalasi dimulai, Anda akan diminta untuk memilih lokasi penyimpanan untuk instalasi ESXi.
    B.Pilih drive atau partisi yang akan digunakan untuk menginstal ESXi.
    C.Pastikan Anda memilih drive yang memiliki kapasitas yang cukup dan memenuhi persyaratan sistem.

    4.Konfigurasi Jaringan:
    A.Selama instalasi, Anda akan diminta untuk mengkonfigurasi pengaturan jaringan.
    B.Pilih interface jaringan yang akan digunakan untuk menghubungkan ESXi ke jaringan.
    C.Atur alamat IP, subnet mask, gateway, dan pengaturan jaringan lainnya sesuai dengan kebutuhan lingkungan jaringan Anda.

    5.Buat Password Root:
    A.Anda akan diminta untuk membuat password root (administrator) untuk mengamankan akses ke server ESXi.
    B.Pilih password yang kuat dan simpan dengan aman.

    6.Selesai Instalasi:
    A.Setelah proses instalasi selesai, restart server untuk memulai ESXi yang baru diinstal.

    7.Konfigurasi Tambahan:
    A.Setelah ESXi berhasil diinstal, Anda dapat mengaksesnya melalui vSphere Client atau vSphere Web Client menggunakan browser.
    B.Login menggunakan akun root dan password yang telah Anda buat.
    C.Konfigurasikan pengaturan tambahan seperti pengaturan waktu, keamanan, jaringan, dan penyimpanan sesuai dengan kebutuhan dan best practice yang relevan.

  13. *Menggunakan server dengan ketentuan sebagai berikut :
    Produk: Dell PowerEdge R740
    Spesifikasi:
    Processor: Intel Xeon Silver 4214(10 core)
    Memory: 32 GB ECC DDR4 (RAM) (2x 16GB 3200MT/s DDR4 2R ECC RDIIM)
    Storage: 20 TB (5x 4TB NLSAS 3.5in Hot-plug HDD)
    Keunggulan: Dell PowerEdge R740 adalah server yang andal dan memiliki kinerja yang baik. Dukungan terhadap konfigurasi yang besar dan dapat diandalkan membuatnya cocok untuk digunakan dalam lingkungan cloud server dengan banyak pengguna.
    Total harga : 97.500.000

    *Menggunakan Hypervisor Type 1 VMware vSphere ESXi
    Keunggulan: – Manajemen yang mudah dengan antarmuka yang intuitif.
    – Kemampuan virtualisasi yang kuat untuk mengelola dan membagi sumber daya server secara efisien.
    – Manajemen yang mudah dengan antarmuka yang intuitif.
    – Peningkatan efisiensi dan ketangkasan sistem pusat data.

    *Monitoring :
    Software Monitoring: Nagios Core
    Keunggulan: Nagios Core adalah perangkat lunak pemantauan yang kuat dan fleksibel. Dengan Nagios Core, Anda dapat memantau kinerja server, ketersediaan jaringan, dan masalah lainnya secara real-time. Fitur-fitur pentingnya meliputi notifikasi, pelaporan, dan tindakan otomatis.

    *Keamanan :
    Antivirus: Sophos Endpoint Protection
    Keunggulan: Nagios Core adalah perangkat lunak pemantauan yang kuat dan fleksibel. Dengan Nagios Core, Anda dapat memantau kinerja server, ketersediaan jaringan, dan masalah lainnya secara real-time. Fitur-fitur pentingnya meliputi notifikasi, pelaporan, dan tindakan otomatis.

    Berikut adalah langkah-langkah instalasi dan konfigurasi Hypervisor tipe 1 (VMware vSphere ESXi) :

    1. Persiapan:
    A. Unduh file ISO VMware vSphere ESXi dari situs resmi VMware.
    B. Siapkan media bootable seperti USB flash drive atau CD/DVD yang akan digunakan untuk menginstal ESXi.

    2. Boot dan Instalasi:
    A. Sambungkan media bootable ke server yang akan diinstal ESXi.
    B. Nyalakan server dan pastikan pengaturan boot di BIOS/UEFI telah diatur untuk mem-boot dari media yang tepat.
    C. Boot server dari media bootable dan ikuti petunjuk di layar untuk memulai proses instalasi ESXi.
    D. Pilih opsi “Install” atau “Upgrade” sesuai kebutuhan.

    3. Pilih Lokasi Instalasi:
    A. Setelah instalasi dimulai, Anda akan diminta untuk memilih lokasi penyimpanan untuk instalasi ESXi.
    B. Pilih drive atau partisi yang akan digunakan untuk menginstal ESXi.
    C. Pastikan Anda memilih drive yang memiliki kapasitas yang cukup dan memenuhi persyaratan sistem.

    4. Konfigurasi Jaringan:
    A. Selama instalasi, Anda akan diminta untuk mengkonfigurasi pengaturan jaringan.
    B. Pilih interface jaringan yang akan digunakan untuk menghubungkan ESXi ke jaringan.
    C. Atur alamat IP, subnet mask, gateway, dan pengaturan jaringan lainnya sesuai dengan kebutuhan lingkungan jaringan Anda.

    5. Buat Password Root:
    A. Anda akan diminta untuk membuat password root (administrator) untuk mengamankan akses ke server ESXi.
    B. Pilih password yang kuat dan simpan dengan aman.

    6. Selesai Instalasi:
    A. Setelah proses instalasi selesai, restart server untuk memulai ESXi yang baru diinstal.

    7. Konfigurasi Tambahan:
    A. Setelah ESXi berhasil diinstal, Anda dapat mengaksesnya melalui vSphere Client atau vSphere Web Client menggunakan browser.
    B. Login menggunakan akun root dan password yang telah Anda buat.
    C. Konfigurasikan pengaturan tambahan seperti pengaturan waktu, keamanan, jaringan, dan penyimpanan sesuai dengan kebutuhan dan best practice yang relevan.

  14. HPE Proliant DL580 Gen10 4U Rp 70,056,000
    Cara Instalasi : https://www.youtube.com/watch?v=lUXairj6yxQ
    Spesifikasi :
    ————————————————————————————–
    -Form Factor : 4U Rack
    -Processor : Up to 4x Intel Xeon Scalable 8200 / 6200 / 5200 / 8100 / 6100 / 5100 series CPUs
    -Power Supply : HPE 800W or 1600W flex slot platinum hot plug low halogen power supply
    -Chipset : Intel C621 chipset
    -On system management processor : HPE iLO 5 ASIC
    -Memory Type : HPE Smart Memory, 48 DIMM slots, DDR4 RDIMM and LRDIMM
    -Memory : Max 6TB of LRDIMM (48 x 128GB)
    -Network Controller : Optional FlexibleLOM
    -Storage Controller : HPE Smart Array S100i or HPE Smart Array Controllers, depending on model
    -Max Internal Storage : Hot swap SFF SATA 368.6TB (48 x 7.68TB)
    -Industry Standard Compliance : ACPI 6.1. Compliant, PCIe 3.0 Compliant, PXE Support, WOL Support, Microsoft Logo certifications, USB 2.0 Support, USB 3.0 Support, SMBIOS 3.1, UEFI 2.6, Redfish API
    -Operating systems and virtualisation software support : Microsoft Windows Server, Red Hat Enterprise Linux (RHEL), SUSE Linux Enterprise Server (SLES), VMware, CentOS, Oracle Linux, Citrix XenServer
    ————————————————————————————–
    Hypervisor Type 1 yang cocok untuk server ini :
    -VMware ESXi
    -Microsoft Hyper-V
    -Citrix Hypervisor
    -KVM (Kernel-based Virtual Machine)
    ————————————————————————————–
    Langkah-langkah umum untuk mengkonfigurasi VMware ESXi di server HPE ProLiant DL580 Gen10:

    -Unduh ISO VMware ESXi dari situs web resmi VMware: Kunjungi situs web VMware dan unduh versi terbaru dari ISO VMware ESXi sesuai dengan kebutuhan Anda.

    -Buat media bootable: Gunakan utilitas seperti Rufus atau VMware ESXi Image Builder untuk membuat media bootable dari file ISO yang Anda unduh. Anda dapat menggunakan USB flash drive atau DVD sebagai media bootable.

    -Sisipkan media bootable ke server: Sisipkan media bootable yang telah Anda buat ke server HPE ProLiant DL580 Gen10. Pastikan Anda dapat boot dari media tersebut.

    -Boot server: Nyalakan server dan pastikan Anda boot dari media bootable yang telah disisipkan. Pada saat boot, Anda akan melihat layar instalasi VMware ESXi.

    -Pilih opsi untuk menginstal ESXi: Pilih opsi “Install” atau “Interactive Install” pada layar instalasi untuk memulai proses instalasi.

    -Setujui persyaratan lisensi: Bacalah dan terima persyaratan lisensi VMware ESXi.

    -Pilih media penyimpanan: Pilih media penyimpanan (misalnya, hard drive internal) di mana Anda ingin menginstal ESXi. Pastikan Anda memilih media yang memenuhi persyaratan kapasitas dan kebutuhan penyimpanan Anda.

    -Konfigurasi jaringan: Pada layar konfigurasi jaringan, tentukan pengaturan jaringan yang sesuai, seperti alamat IP, subnet mask, dan gateway.

    -Konfigurasi sandi root: Tentukan sandi root yang akan digunakan untuk mengakses VMware ESXi setelah instalasi selesai.

    -Tunggu proses instalasi selesai: Setelah Anda mengkonfigurasi semua pengaturan yang diperlukan, tunggu sampai proses instalasi selesai.

    -Reboot server: Setelah instalasi selesai, reboot server HPE ProLiant DL580 Gen10 untuk memulai VMware ESXi.

    -Konfigurasi lebih lanjut: Setelah server reboot, Anda dapat mengakses VMware ESXi melalui antarmuka web atau menggunakan vSphere Client untuk mengkonfigurasi lebih lanjut, seperti mengelola host, membuat dan mengelola mesin virtual, dan lainnya.

    Catatan : Pastikan untuk selalu merujuk pada panduan instalasi dan dokumentasi resmi dari VMware untuk langkah-langkah yang lebih terperinci dan spesifik sesuai dengan versi VMware ESXi yang Anda gunakan.

    —Terima Kasih—-

  15. Laporan Rancangan Design Platform Cloud Server
    Anggota:
    1.Bima Rifandi
    2.Danendra Rakha
    3.Hilmy Khairul
    4.Iqbal Ahnaf
    Pada Laporan kali ini kami akan merancang sebuah Design Platform Cloud Server, dengan spesifikasi minimal yaitu :
    Menggunakan 4 server
    1 server memiliki CPU sebesar 20 core
    Memory @ 32 GB ECC
    Masing-masing storage 20TB
    Hypervisor Type Baremetal
    Berikut merupakan beberapa perangkat keras yang telah kami rancang untuk mendesain Platform Cloud Server :

    1.Dell PowerEdge R550 Server rack

    Spesifikasi:
    Processor :Intel® Xeon® Processor Silver 4316 (30M Cache, 2,3 GHz)
    Standard Memory :32GB (2 x 16GB) PC4-17000 2133Mhz RDIMM
    Hard Drive :20TB SATA ISE 6gbps 7.2K Rpm Hot-plug 3.5 inch
    Optical Drive :DVD-ROM
    Standard Bays :Up to 16 x 2.5
    :Up to 8 x 3.5
    Networking :Integrated Four Gigabit Ethernet (10/100/1000 Mbps) ports
    Chassis Form Factor :2U Rackmount Chassis
    Power Supply Type :Dual, Hot-plug, Redundant Power Supply (1+1), 750W
    Keyboard Type :Optional
    O/S Provided :Not Available
    Standard Warranty :3-Years Warranty 4hour response, 24 hours x 7 day (3-Years Parts replacement, 3-Years Labor, 3-Years Onsite support)

    Alasan kami memiliki server ini karena terdapat beberapa fitur unggulan yaitu :
    Karena Penyimpanan tinggi, harga rendah. Server rak 2U yang kuat dengan kapasitas penyimpanan besar untuk harga yg terjangkau

    1.Vmware vSphere adalah rangkaian perangkat lunak yang berada di bawah produk pusat data. vSphere seperti Microsoft Office suite yang memiliki banyak perangkat lunak seperti MS Office, MS Excel, MS Access dan sebagainya. Seperti Microsoft Office, vSphere juga merupakan rangkaian perangkat lunak yang memiliki banyak komponen perangkat lunak seperti vCenter, ESXi, klien vSphere dan sebagainya. Jadi, kombinasi dari semua komponen perangkat lunak ini adalah vSphere.

    Alasan kami menggunakan Hypervisor ini yaitu:
    Keamanan berdasarkan model tanpa kepercayaan, bersama dengan keamanan yang lebih baik daripada sistem kontainer seperti Kubernetes
    Penyediaan aplikasi dan sumber daya yang lebih baik
    Manajemen pusat data yang disederhanakan
    Peningkatan efisiensi dan ketangkasan sistem pusat data.

    Berikut Langkah Langkah instalasi Vmware vSphere :
    1.Download VMWare ESXi disini. Catatan: Anda perlu melakukan registrasi untuk dapat men-download dan mendapatkan Free License Key dari portal VMWare. Contoh instalasi menggunakan versi 6.7.0.

    2.Download aplikasi Rufus untuk create bootable USB versi portable disini.

    3.Create bootable VMWare ESXi ke flashdisk menggunakan aplikasi Rufus dengan langkah-langkah berikut:



    4.Verifikasi Intel (VMX) Virtualization Technology telah di-Enabled.
    Pastikan perangkat dalam keadaan Power-Off.
    Koneksikan perangkat ke Monitor.
    Koneksikan perangkat dengan USB Keyboard.
    Power-On perangkat. Saat awal perangkat Power-On, tekan tombol “DEL” secara berulang-ulang untuk masuk ke BIOS.
    Jika sudah masuk ke BIOS, maka Anda perlu memastikan BIOS mode di Menu “Advanced > CPU Configuration > Intel (VMX) Virtualization Technology “. Pilih [Enable].


    Save Changes and Exit.

    5.Koneksikan bootable Flashdisk Software VMWare ESXi ke port USB perangkat.

    6.Power-On perangkat. Saat Awal booting perangkat, tekan “F11” untuk masuk ke opsi Boot BIOS. Kemudian pilih “FlashDisk-Name”

    7.Loading ESXi installer.


    8.Welcome to the VMWare ESXi 6.7.0 Installation > (Enter) Continue.

    9.End User License Agreement (EULA) > (F11) Accept and Continue.

    10.Select a Disk to Install or Upgrade > Local:  “ATA MG BGM3M SSD” > (Enter) Continue > (Enter) OK.


    11.Please select a keyboard layout > US Default > (Enter) Continue.

    12.Enter a root password > (Enter) Continue.

    13.Confirm Install > (F11) Install.

    14.Installing ESXi 6.7.0.

    15.Installation Complete > Remove the installation media before rebooting > (Enter) Reboot.

    16.Booting.

    17.Console VMWare via https://ip-address. By default IP address adalah DHCP, jika ingin melakukan perubahan menjadi static, tekan F2.

    18.Web Console Management VMWare.
    Error Self-sign certificate

    Login menggunakan username: root dan password yang telah dibuat saat proses instalasi.

    Dashboard VMWare ESXi 6.7.0

    19.Assign License Key. Pada tahap ini proses instalasi Software VMWare ESXi telah berhasil.

    Total rancangan biaya Design Platform Cloud Server :
    No Nama Jumlah Harga Total
    1 Dell PowerEdge R550 4 Rp. 81.250.000 Rp. 325.000.000
    2 Vmware Exsi 1 Rp. 1.800.000 Rp. 1.800.000
    Jumlah Keseluruhan Rp. 326.800.000

    1. 

    2. kenapa harus Dell PowerEdge R550 Server rack apakah hanya karena menggunakan Vmware vSphere saja.

      1. karena Dell PowerEdge R550 merupakan salah satu merek yang dapat disebut terjangkau harganya dibandingkan dengan kompetitor lainya, selain itu Dell PowerEdge R550 memiliki performa yang kuat. didukung dengan CPU dari Intel Xeon membuat server ini dapat menangani berbagai macam kegiatan server.

  16. Kelompok:-Andi Rahmadian , Eko Drajat Wibowo, Fajar Setiawan , Muhammad Toni Berlindo says:

    Server

    Server Dell R740 Xeon Silver 4214R ,32GB ,Seagate IronWolf Pro NAS Hardisk ST20000NE000 20TB SAS Poweredge

    -Base : PowerEdge R740 Server
    – Chassis : Chassis with up to 8 x 3.5in SAS/SATA Hard Drives for 1CPU Configuration
    – Processor : Up to two 2nd Generation Intel® Xeon® Scalable processors
    – Installed Processor : (1x) Intel Xeon Silver 4214R 2.4G, 12C/24T, 9.6GT/s, 16.5M Cache, Turbo, HT (100W) DDR4-2400
    – Installed Memory : Synology 32GB DDR4 RDIMM ECC Memory Module
    – Internal Storage Controllers : PERC H750 RAID Controller, 8GB NV Cache, Adapter
    – Installed Hard Drives : (1x) 1.2TB 10K RPM SAS 12Gbps 512n 2.5in Hot-plug Hard Drive, 3.5in HYB CARR
    – Embedded Systems Management : iDRAC9, Enterprise
    – Network : Quad Port 1GbE BASE-T, rNDC
    – Operating System : None, for more information on supported OS : Dell.com/OSsupport
    – Internal Optical Drive : DVD+/-RW, SATA, Internal
    – Power Supply : Dual, Hot-plug, Redundant Power Supply (1+1), 750W
    – Accessories : Keyboard and Optical Mouse USB, Power Cord
    nek dikon ganti prosesor
    Prosesor Intel® Xeon® E5-2698 v4,Jumlah Inti 20,Jumlah Untaian 40
    ———————————————————
    OS

    Proxmox VE: Proxmox VE adalah platform virtualisasi open-source yang menggabungkan KVM dan kontainer berbasis OpenVZ dalam satu solusi. Ini memberikan lingkungan manajemen yang lengkap untuk virtualisasi server dan penyediaan kontainer. Proxmox VE juga dilengkapi dengan alat manajemen yang mudah digunakan dan fitur-fitur canggih seperti migrasi live, backup, dan replikasi.

    Kelebihan
    1. Sistem All-in-One: Proxmox VE menggabungkan virtualisasi berbasis KVM dan kontainer berbasis OpenVZ
    2. Antarmuka Pengguna yang Mudah Digunakan: Proxmox VE menawarkan antarmuka pengguna berbasis web yang intuitif dan mudah digunakan.
    3. Manajemen Sumber Daya yang Fleksibel: Proxmox VE memberikan kemampuan manajemen sumber daya yang kuat.
    Anda dapat dengan mudah mengalokasikan sumber daya seperti CPU, RAM, dan penyimpanan ke mesin virtual dan kontainer sesuai dengan kebutuhan.
    4. Integrasi Penyimpanan yang Luas: Proxmox VE mendukung berbagai opsi penyimpanan termasuk SAN, NAS, iSCSI, NFS, dan Ceph.
    5. Open-Source dan Gratis: Proxmox VE adalah perangkat lunak sumber terbuka (open-source) dan tersedia secara gratis.
    ———————————————————
    Instalasi

    1. Silahkan kunjungi link berikut ini https://www.proxmox.com/en/downloads, lalu pilih proxmox virtual environment
    2. Pilih ISO Image
    3. Lalu pilih versi proxmox yang akan digunakan. Di bawah ini kami akan menggunakan proxmox versi 7.1.
    Atau kalian juga bisa menggunakan proxmox versi terbaru jika sudah tersedia
    4. Setelah didownload, buatlah bootable flashdisk atau burning ISO file tersebut ke CD/DVD.
    Untuk cara membuat bootable flashdisk,
    tutorialnya bisa kalian baca di link berikut ini https://www.sahretech.com/2021/01/cara-mudah-membuat-windows-bootable.html
    5. Selanjutnya colokkan CD/DVD atau flashdisk ke server yang sudah disiapkan sebelumnya
    6. Selanjutnya hidupkan server, lalu saat server melakukan booting tekan Esc, atau F2, atau F11, atau F12 untuk mengakses menu boot.
    7. Selanjutnya saat menu proxmox VE muncul, klik install proxmox VE
    8. Pilih harddisk tujuan tempat kalian ingin menginstall proxmox, klik option untuk menentukan parameter tambahan.
    9. Buatlah password yang aman untuk akses masuk admin. Lalu konfirmasi ulang password. lalu masukan alamat email untuk notifikasi administrator system.
    10. Step terakhir, lakukan setting jaringan. Pilih management interface, masukan hostname untuk server, masukan alamat IP public yang sudah kalian sediakan,
    masukan default gateway, dan DNS server, selama proses instalasi gunakan IPV4 atau IPV6.
    Jika ingin menggunakan keduanya kalian dapat melakukan konfigurasi stelah instalasi selesai.
    11. Selanjutnya installer akan memunculkan ringkasan tentang hal-hal apa saja yang sudah kalain pilih sebelumnya.
    Klik install untuk mengkonfirmasi bahwa pilihan kalian sudah benar.
    12. Setelah proses instalasi selesai, system akan melakukan reboot secara otomatis.
    Pilih proxmox virtual environment GNU/Linux dan tekan enter.
    13. Selanjutnya pesan selamat datang akan muncul. Termasuk alamat IP,
    silahkah buka alamat IP yang muncul di browser kalian masing-masing
    14, Setelah membuka alamat IP yang diberikan, maka akan muncul tulisan warning seperti di bawah ini.
    Hal itu terjadi karena IP belum menggunakan SSL.
    Klik hide advanced dan klik tulisan proceed yang berada di bagian bawah.
    15. Lalu masukan username dan password yang telah ditentukan sebelumnya pada proses instalasi
    16. Jika muncul tampilan seperti gambar di bawah ini. Abaikan saja dan tekan tombol ok
    17. Berikut ini tampilan proxmox yang sudah berhasil diinstall dan telah masuk menggunakan username dan password sebelumnya.

    Konfigurasi awal:

    Setelah instalasi selesai, reboot sistem dan login ke Proxmox VE menggunakan antarmuka web. Buka browser dan akses https://:8006.
    Masukkan nama pengguna “root” dan kata sandi yang telah Anda tentukan selama instalasi.
    Setelah masuk, ikuti panduan konfigurasi awal yang muncul di antarmuka web. Anda akan diminta untuk mengkonfigurasi jaringan, menyediakan lisensi (jika diperlukan), dan mengatur password pengguna baru.

    Konfigurasi Node:
    Setelah konfigurasi awal selesai, Anda perlu mengkonfigurasi node Proxmox VE yang akan digunakan untuk mengelola virtualisasi.
    Pada antarmuka web, masuk ke tab “Datacenter” dan pilih node yang ingin Anda konfigurasi.
    Klik pada tab “Hardware” untuk memeriksa dan mengkonfigurasi perangkat keras yang terdeteksi oleh Proxmox VE.
    Klik pada tab “Storage” untuk menambahkan atau mengkonfigurasi penyimpanan yang akan digunakan oleh virtual machine (VM) Anda.
    Klik pada tab “Network” untuk mengkonfigurasi antarmuka jaringan dan membuat bridge jika diperlukan.
    ———————————————————
    Menggunakan Topologi Mesh
    Kelebihan topologi

    1.Redundansi dan Keandalan: Dalam topologi mesh, setiap perangkat terhubung langsung ke perangkat lainnya. Ini menciptakan banyak jalur komunikasi yang berbeda antara sumber dan tujuan data.
    2.Kapasitas Tinggi: Topologi mesh memungkinkan banyak perangkat terhubung secara langsung satu sama lain.
    3.Skalabilitas: Topologi mesh sangat skalabel karena setiap perangkat dapat dengan mudah ditambahkan atau dihapus tanpa mempengaruhi kinerja jaringan secara keseluruhan.
    4.Keamanan: Topologi mesh dapat menyediakan tingkat keamanan yang lebih tinggi dibandingkan dengan topologi jaringan lainnya. Karena setiap perangkat terhubung langsung ke perangkat lainnya.
    5.Latensi Rendah: Dalam topologi mesh, komunikasi langsung antara perangkat mengurangi latensi karena data tidak perlu melewati banyak perangkat perantara.

    Meskipun topologi mesh memiliki banyak keuntungan, ada juga beberapa kelemahan yang perlu diperhatikan, seperti biaya implementasi yang lebih tinggi dan kompleksitas manajemen jaringan yang lebih besar.

  17. Nama : – Arief Bayu Kusumo (05)
    – Fajar Edo Pratama (14)
    – Fuad Noor A (18)
    – Ridho Kurniawan (30)
    Tugas : Membuat rancangan design Platfom Clould Server yang ideal untuk industri pendidikan dengan jumlah pengguan 2500 siswa (Hosts)
    Jenis server : Dell PowerEdge R740 Rack Server
    Spesifikasi :
    • Processors : Up to two 2nd Generation Intel® Xeon® Scalable processors, up to 28 cores per processor
    • Operating System : Canonical Ubuntu TLS, Citrix Hypervisor, Microsoft Windows Server with Hyper-V, RedHat Enterprice Linux, VMware EXSi, Oracle® Linux, SUSE® Linux Enterprise Server
    • Memory : RDIMM /LRDIMM Speed sampai dengan 2933MT/s
    • Memory Type : RDIMM /LRDIMM
    • Max RAM : 3 TB
    • Max ROM : Up to 16 x 2.5” SAS/SATA (HDD/SSD) max 122.88TB or up to 8 x 3.5” SAS/SATA HDD max 128TB Optional DVD-ROM, DVD+RW
    • Internal Boot : Boot Optimized Storage Subsystem (BOSS):HWRAID 2 x M.2 SSDs 240GB, 480GB Internal Dual SD Module1
    Keunggulan Server :
    • Kinerja yang Tinggi: R740 didukung oleh prosesor Intel Xeon Scalable generasi terbaru dengan konfigurasi hingga 28 core per prosesor dan dukungan untuk hingga dua prosesor. Ini memberikan daya komputasi yang kuat untuk menangani beban kerja yang berat dan aplikasi yang menuntut.
    • Skalabilitas yang Fleksibel: Server ini memiliki desain yang dapat diskalakan dengan kemampuan untuk menampung hingga 3 GPU atau hingga 24 drive hard disk atau SSD 2,5 inci. Ini memungkinkan Anda untuk mengkonfigurasi server sesuai dengan kebutuhan Anda saat ini dan kemudian memperluasnya di masa depan ketika kebutuhan kapasitas atau kinerja meningkat.
    • Manajemen yang Mudah: R740 dilengkapi dengan Dell OpenManage, sebuah paket perangkat lunak yang kuat untuk manajemen server. Ini memungkinkan Anda untuk memantau, mengelola, dan mengoptimalkan kinerja server dengan mudah melalui antarmuka pengguna yang intuitif.
    • Keandalan dan Ketersediaan yang Tinggi: Server ini dirancang untuk memberikan keandalan yang tinggi dengan fitur-fitur seperti dukungan untuk redudansi daya, kontrol suhu yang canggih, dan teknologi peningkatan keandalan Dell Fault Resilient Memory. Ini memastikan bahwa server tetap berjalan dengan baik dan beban kerja tetap tersedia.
    • Dukungan untuk Virtualisasi: Dell PowerEdge R740 adalah pilihan yang populer untuk lingkungan virtualisasi. Dengan dukungan untuk hypervisor seperti VMware ESXi, server ini dapat membantu Anda mengoptimalkan penggunaan sumber daya, mengonsolidasikan server fisik, dan menyederhanakan pengelolaan infrastruktur virtual.
    Operating System yang akan digunakan : VMware EXSi
    Keunggulan VMware EXSi :
    • Mengkonsolidasikan perangkat keras untuk pemanfaatan kapasitas yang lebih tinggi.
    • Meningkatkan kinerja untuk keunggulan kompetitif.
    • Merampingkan administrasi TI melalui manajemen terpusat.
    • Mengurangi pengeluaran modal dan pengeluaran operasional.
    • Meminimalkan sumber daya perangkat keras yang diperlukan untuk menjalankan hypervisor, yang berarti efisiensi yang lebih besar.
    Harga Server Dell PowerEdge T550 Tower Server : ± 38.000.000,00/Server
    Harga 4 Server Dell PowerEdge T550 Tower Server : ± 152.000.000,00

    Kofigurasi dan installasi System VMware EXSi :
    1. Download file ISO VMWare ESXi (penjelasan detailnya ada pada bagian pertama tulisan ini), kemudian burn menggunakan CD burner. Setelah selesai, booting komputer dengan CD VMWare ESXi berada di dalam CD/DVD ROM yang sudah diset sebagai media booting pertama.

    2. ESXi akan menampilkan pesan ekstrak file iso. Tunggu sampai ada permintaan respon. Untuk proses instalasi dapat mengikuti pesan yang muncul pada tampilan wizard, misalnya untuk melakukan proses instalasi bisa menekan tombol ENTER sedangkan untuk membatalkannya bisa menekan tombol ESC.

    3. Masukkan password untuk host VMWare ESXi. Password ini akan digunakan untuk login pada VMWare Infrastructure Client (VI Client).

    4. Setelah proses instalasi selesai, sistem akan melakukan restart. Jangan lupa keluarkan CD instalasi dari CD/DVD ROM.

    5. Sekarang untuk menetapkan Alamat IP ke server, tekan F2 dan itu akan meminta nama pengguna dan kata sandi, masukkan kredensial root yang telah kami tetapkan selama instalasi ESXi dan pilih Configure Management Network dan tekan enter dan Anda akan mendapatkan layar berikut,

    6. Pilih konfigurasi IPv4 dan tekan enter.

    7. Anda dapat membuatnya untuk mengatur alamat IP sebagai DHCP dan Anda juga dapat mengaturnya menjadi Alamat IP statis. Di sini saya mengaturnya untuk menggunakan alamat IP statis, pilih Alamat IP Statis dan masukkan IP dan tekan enter dan akan meminta untuk me-restart jaringan manajemen klik ya.

    8. Masuk ke konfigurasi DNS , masukkan nama host yang ingin Anda atur ke server (host), dan klik tombol ESC untuk keluar dari halaman konfigurasi.

    Gambar Topologi :

    File lengkap ada di Drive : https://drive.google.com/drive/folders/1G-X3ueCkeBAjjDpv80QABJQPiUezp3pj?usp=sharing

  18. Server

    Server Dell R740 Xeon Silver 4214R ,32GB ,Seagate IronWolf Pro NAS Hardisk ST20000NE000 20TB SAS Poweredge

    -Base : PowerEdge R740 Server
    – Chassis : Chassis with up to 8 x 3.5in SAS/SATA Hard Drives for 1CPU Configuration
    – Processor : Up to two 2nd Generation Intel® Xeon® Scalable processors
    – Installed Processor : (1x) Intel Xeon Silver 4214R 2.4G, 12C/24T, 9.6GT/s, 16.5M Cache, Turbo, HT (100W) DDR4-2400
    – Installed Memory : Synology 32GB DDR4 RDIMM ECC Memory Module
    – Internal Storage Controllers : PERC H750 RAID Controller, 8GB NV Cache, Adapter
    – Installed Hard Drives : (1x) 1.2TB 10K RPM SAS 12Gbps 512n 2.5in Hot-plug Hard Drive, 3.5in HYB CARR
    – Embedded Systems Management : iDRAC9, Enterprise
    – Network : Quad Port 1GbE BASE-T, rNDC
    – Operating System : None, for more information on supported OS : Dell.com/OSsupport
    – Internal Optical Drive : DVD+/-RW, SATA, Internal
    – Power Supply : Dual, Hot-plug, Redundant Power Supply (1+1), 750W
    – Accessories : Keyboard and Optical Mouse USB, Power Cord
    ———————————————————————————
    OS

    Proxmox VE: Proxmox VE adalah platform virtualisasi open-source yang menggabungkan KVM dan kontainer berbasis OpenVZ dalam satu solusi. Ini memberikan lingkungan manajemen yang lengkap untuk virtualisasi server dan penyediaan kontainer. Proxmox VE juga dilengkapi dengan alat manajemen yang mudah digunakan dan fitur-fitur canggih seperti migrasi live, backup, dan replikasi.

    Kelebihan
    1. Sistem All-in-One: Proxmox VE menggabungkan virtualisasi berbasis KVM dan kontainer berbasis OpenVZ
    2. Antarmuka Pengguna yang Mudah Digunakan: Proxmox VE menawarkan antarmuka pengguna berbasis web yang intuitif dan mudah digunakan.
    3. Manajemen Sumber Daya yang Fleksibel: Proxmox VE memberikan kemampuan manajemen sumber daya yang kuat.
    Anda dapat dengan mudah mengalokasikan sumber daya seperti CPU, RAM, dan penyimpanan ke mesin virtual dan kontainer sesuai dengan kebutuhan.
    4. Integrasi Penyimpanan yang Luas: Proxmox VE mendukung berbagai opsi penyimpanan termasuk SAN, NAS, iSCSI, NFS, dan Ceph.
    5. Open-Source dan Gratis: Proxmox VE adalah perangkat lunak sumber terbuka (open-source) dan tersedia secara gratis.
    ———————————————————————————
    Instalasi

    1. Silahkan kunjungi link berikut ini https://www.proxmox.com/en/downloads, lalu pilih proxmox virtual environment
    2. Pilih ISO Image
    3. Lalu pilih versi proxmox yang akan digunakan. Di bawah ini kami akan menggunakan proxmox versi 7.1.
    Atau kalian juga bisa menggunakan proxmox versi terbaru jika sudah tersedia
    4. Setelah didownload, buatlah bootable flashdisk atau burning ISO file tersebut ke CD/DVD.
    Untuk cara membuat bootable flashdisk,
    tutorialnya bisa kalian baca di link berikut ini https://www.sahretech.com/2021/01/cara-mudah-membuat-windows-bootable.html
    5. Selanjutnya colokkan CD/DVD atau flashdisk ke server yang sudah disiapkan sebelumnya
    6. Selanjutnya hidupkan server, lalu saat server melakukan booting tekan Esc, atau F2, atau F11, atau F12 untuk mengakses menu boot.
    7. Selanjutnya saat menu proxmox VE muncul, klik install proxmox VE
    8. Pilih harddisk tujuan tempat kalian ingin menginstall proxmox, klik option untuk menentukan parameter tambahan.
    9. Buatlah password yang aman untuk akses masuk admin. Lalu konfirmasi ulang password. lalu masukan alamat email untuk notifikasi administrator system.
    10. Step terakhir, lakukan setting jaringan. Pilih management interface, masukan hostname untuk server, masukan alamat IP public yang sudah kalian sediakan,
    masukan default gateway, dan DNS server, selama proses instalasi gunakan IPV4 atau IPV6.
    Jika ingin menggunakan keduanya kalian dapat melakukan konfigurasi stelah instalasi selesai.
    11. Selanjutnya installer akan memunculkan ringkasan tentang hal-hal apa saja yang sudah kalain pilih sebelumnya.
    Klik install untuk mengkonfirmasi bahwa pilihan kalian sudah benar.
    12. Setelah proses instalasi selesai, system akan melakukan reboot secara otomatis.
    Pilih proxmox virtual environment GNU/Linux dan tekan enter.
    13. Selanjutnya pesan selamat datang akan muncul. Termasuk alamat IP,
    silahkah buka alamat IP yang muncul di browser kalian masing-masing
    14, Setelah membuka alamat IP yang diberikan, maka akan muncul tulisan warning seperti di bawah ini.
    Hal itu terjadi karena IP belum menggunakan SSL.
    Klik hide advanced dan klik tulisan proceed yang berada di bagian bawah.
    15. Lalu masukan username dan password yang telah ditentukan sebelumnya pada proses instalasi
    16. Jika muncul tampilan seperti gambar di bawah ini. Abaikan saja dan tekan tombol ok
    17. Berikut ini tampilan proxmox yang sudah berhasil diinstall dan telah masuk menggunakan username dan password sebelumnya.
    Menggunakan Topologi Mesh
    Kelebihan topologi

    1.Redundansi dan Keandalan: Dalam topologi mesh, setiap perangkat terhubung langsung ke perangkat lainnya. Ini menciptakan banyak jalur komunikasi yang berbeda antara sumber dan tujuan data.
    2.Kapasitas Tinggi: Topologi mesh memungkinkan banyak perangkat terhubung secara langsung satu sama lain.
    3.Skalabilitas: Topologi mesh sangat skalabel karena setiap perangkat dapat dengan mudah ditambahkan atau dihapus tanpa mempengaruhi kinerja jaringan secara keseluruhan.
    4.Keamanan: Topologi mesh dapat menyediakan tingkat keamanan yang lebih tinggi dibandingkan dengan topologi jaringan lainnya. Karena setiap perangkat terhubung langsung ke perangkat lainnya.
    5.Latensi Rendah: Dalam topologi mesh, komunikasi langsung antara perangkat mengurangi latensi karena data tidak perlu melewati banyak perangkat perantara.

    Meskipun topologi mesh memiliki banyak keuntungan, ada juga beberapa kelemahan yang perlu diperhatikan, seperti biaya implementasi yang lebih tinggi dan kompleksitas manajemen jaringan yang lebih besar.
    Konfigurasi awal:

    Setelah instalasi selesai, reboot sistem dan login ke Proxmox VE menggunakan antarmuka web. Buka browser dan akses https://:8006.
    Masukkan nama pengguna “root” dan kata sandi yang telah Anda tentukan selama instalasi.
    Setelah masuk, ikuti panduan konfigurasi awal yang muncul di antarmuka web. Anda akan diminta untuk mengkonfigurasi jaringan, menyediakan lisensi (jika diperlukan), dan mengatur password pengguna baru.
    Konfigurasi Node:

    Setelah konfigurasi awal selesai, Anda perlu mengkonfigurasi node Proxmox VE yang akan digunakan untuk mengelola virtualisasi.
    Pada antarmuka web, masuk ke tab “Datacenter” dan pilih node yang ingin Anda konfigurasi.
    Klik pada tab “Hardware” untuk memeriksa dan mengkonfigurasi perangkat keras yang terdeteksi oleh Proxmox VE.
    Klik pada tab “Storage” untuk menambahkan atau mengkonfigurasi penyimpanan yang akan digunakan oleh virtual machine (VM) Anda.
    Klik pada tab “Network” untuk mengkonfigurasi antarmuka jaringan dan membuat bridge jika diperlukan.

  19. Anggota kelompok:
    1.Alexius Artha
    2.Dhani Radith
    3.Nova Dwi

    Buatlah rancangan design Platform Cloud Server yang ideal untuk industri pendidikan dengan jumlah pengguna 2500 host (siswa)

    Platform dengan 4 Server minimal @ 20 core
    Memory @ 32 GB ECC
    Storage 20TB
    Hypervisor Type 1, yang cocok dan sebutkan keunggulan.
    Sebutkan langkah installasi dan konfigurasi salah satu hypervisor yang akan buat

    1.Lenovo ThinkSystem SR650 Server
    Lenovo ThinkSystem SR650 adalah server rak 2U 2-socket yang ideal untuk bisnis kecil hingga perusahaan besar yang membutuhkan keandalan, manajemen, dan keamanan terdepan di industri, serta memaksimalkan kinerja dan fleksibilitas untuk pertumbuhan di masa mendatang. Server SR650 dirancang untuk menangani berbagai macam beban kerja, seperti database, virtualisasi dan komputasi awan, infrastruktur desktop virtual (VDI), aplikasi perusahaan, kolaborasi/email, dan analitik bisnis dan data besar.

    Panduan produk ini memberikan informasi teknis dan pra-penjualan penting di server SR650, fitur dan spesifikasi utamanya, komponen dan opsi, serta panduan konfigurasi.

    Panduan ini ditujukan untuk spesialis teknis, spesialis penjualan, insinyur penjualan, arsitek TI, dan profesional TI lainnya yang ingin mempelajari lebih lanjut tentang server SR650 dan mempertimbangkan penggunaannya dalam solusi TI.

    Lenovo ThinkSystem SR650 adalah server rak 2U 2-socket yang ideal untuk bisnis kecil hingga perusahaan besar yang membutuhkan keandalan, manajemen, dan keamanan terdepan di industri, serta memaksimalkan kinerja dan fleksibilitas untuk pertumbuhan di masa mendatang. Server SR650 dirancang untuk menangani berbagai macam beban kerja, seperti database, virtualisasi dan komputasi awan, infrastruktur desktop virtual (VDI), aplikasi perusahaan, kolaborasi/email, dan analitik bisnis dan data besar.

    Menampilkan generasi kedua dari Intel Xeon Processor Scalable Family (Xeon SP Gen 2), server SR650 menawarkan kinerja yang dapat diskalakan, kapasitas penyimpanan, dan perluasan I/O. Server SR650 mendukung hingga dua prosesor dan memori hingga 3 TB, ruang drive hingga 24x 2,5 inci atau 14x 3,5 inci dengan pilihan teknologi drive yang luas, dan opsi ekspansi I/O yang fleksibel dengan slot LOM, sebuah slot pengontrol penyimpanan khusus, dan slot ekspansi PCIe belakang hingga 6x.

    Skalabilitas dan kinerja

    Server SR650 menawarkan banyak fitur untuk meningkatkan kinerja, meningkatkan skalabilitas, dan mengurangi biaya:

    1.Meningkatkan produktivitas dengan menawarkan kinerja sistem yang superior dengan generasi kedua Keluarga Prosesor Intel Xeon yang Dapat Diskalakan dengan prosesor hingga 28-core, cache level terakhir (LLC) hingga 38,5 MB, kecepatan memori hingga 2933 MHz, dan hingga 10,4 GT /s tautan Ultra Path Interconnect (UPI).
    2.Dukungan hingga dua prosesor, 56 inti, dan 112 utas memungkinkan untuk memaksimalkan eksekusi bersamaan dari aplikasi multithreaded.
    3.Performa sistem yang cerdas dan adaptif dengan Teknologi Intel Turbo Boost 2.0 yang hemat energi memungkinkan inti CPU bekerja pada kecepatan maksimum selama beban kerja puncak dengan melampaui kekuatan desain termal (TDP) prosesor untuk sementara.
    4.Intel Hyper-Threading Technology meningkatkan kinerja untuk aplikasi multithreaded dengan mengaktifkan multithreading simultan dalam setiap inti prosesor, hingga dua utas per inti.
    5.Teknologi Virtualisasi Intel mengintegrasikan pengait virtualisasi tingkat perangkat keras yang memungkinkan vendor sistem operasi memanfaatkan perangkat keras dengan lebih baik untuk beban kerja virtualisasi.
    6.Intel Speed Select Technology memberikan peningkatan dalam penggunaan server dan jaminan tingkat layanan performa per-core dengan kontrol yang lebih terperinci atas performa prosesor.
    7.Intel Deep Learning Boost (Vector Neural Network Instruction set [VNNI]) dirancang untuk menghadirkan akselerasi Deep Learning (Inferensi) yang signifikan dan lebih efisien untuk beban kerja Kecerdasan Buatan (AI) berperforma tinggi.
    8.Intel Advanced Vector Extensions 512 (AVX-512) memungkinkan percepatan beban kerja kelas perusahaan dan komputasi kinerja tinggi (HPC).
    9.Membantu memaksimalkan performa sistem untuk aplikasi intensif data dengan kecepatan memori hingga 2933 MHz dan kapasitas memori hingga 3 TB dengan 3DS RDIMM.
    10.Meningkatkan kinerja aplikasi intensif data dan memberikan tingkat layanan yang konsisten dalam skala besar untuk lingkungan virtual dan cloud dengan menggunakan teknologi memori persisten inovatif yang menyediakan kombinasi unik antara kapasitas memori besar yang terjangkau dan non-volatilitas hingga total memori server hingga 7,5 TB kapasitas, termasuk 3DS RDIMM dan DCPMM (modul memori persisten DC).
    11.Menawarkan penyimpanan internal yang fleksibel dan terukur dalam faktor bentuk rak 2U dengan drive hingga 24x 2,5 inci dan 2x 3,5 inci untuk konfigurasi yang dioptimalkan kinerja atau hingga drive 14x 3,5 inci untuk konfigurasi yang dioptimalkan kapasitas, menyediakan berbagai pilihan SAS /SATA HDD/SSD dan tipe dan kapasitas PCIe NVMe SSD.
    12.Memberikan fleksibilitas untuk menggunakan drive SAS, SATA, atau NVMe PCIe di bay drive yang sama dengan desain AnyBay.
    13.Menyediakan skalabilitas I/O dengan slot LOM, slot PCIe 3.0 untuk pengontrol penyimpanan internal, dan hingga enam slot ekspansi I/O PCI Express (PCIe) 3.0 dalam faktor bentuk rak 2U.
    14.Mengurangi latensi I/O dan meningkatkan kinerja sistem secara keseluruhan dengan Intel Integrated I/O Technology yang menyematkan pengontrol PCI Express 3.0 ke dalam Keluarga Prosesor Intel Xeon yang Dapat Diskalakan.

    Ketersediaan dan kemudahan servis

    Server SR650 menyediakan banyak fitur untuk menyederhanakan kemudahan servis dan meningkatkan waktu aktif sistem:

    1.Dirancang untuk beroperasi 24 jam sehari, 7 hari seminggu
    2.Menawarkan perlindungan jika terjadi kegagalan memori yang tidak dapat diperbaiki dengan Koreksi Data Perangkat Tunggal (SDDC, juga dikenal sebagai Chipkill, memerlukan DIMM berbasis x4), Koreksi Data Perangkat Ganda Adaptif (ADDDC, juga dikenal sebagai Redundant Bit Steering [RBS], memerlukan DIMM berbasis x4 dan prosesor Intel Xeon Gold atau Platinum), pencerminan memori, dan penghematan peringkat memori.
    3.Memberikan akses mudah ke pemutakhiran dan suku cadang yang dapat diservis (seperti prosesor, DIMM memori, dan kartu adaptor) dengan melepas penutup tanpa alat.
    4.Menawarkan perlindungan data dan waktu aktif sistem yang lebih besar dengan drive hot-swap yang mendukung redundansi RAID dasar atau lanjutan.
    5.Menyediakan ketersediaan untuk aplikasi bisnis penting dengan catu daya hot-swap redundan dan kipas sistem hot-swap redundan.
    6.Menyederhanakan servis, mempercepat penyelesaian masalah, dan membantu meningkatkan ketersediaan sistem dengan diagnostik jalur ringan.
    7.Mengizinkan tindakan pencegahan sebelum kemungkinan kegagalan, sehingga meningkatkan waktu aktif server dan ketersediaan aplikasi dengan Peringatan Platform Proaktif (termasuk peringatan PFA dan SMART) untuk prosesor, pengatur voltase, memori, penyimpanan internal (HDD dan SSD SAS/SATA, SSD NVMe, SSD M. 2, adaptor penyimpanan flash), kipas, catu daya, pengontrol RAID, dan suhu ambien dan sub-komponen server.
    8.Terus memantau parameter sistem, memicu peringatan, dan melakukan tindakan pemulihan jika terjadi kegagalan untuk meminimalkan waktu henti dengan XClarity Controller (XCC) Bawaan.
    9.Menyediakan akses cepat ke status sistem, firmware, jaringan, kesehatan, dan informasi peringatan melalui Panel Operator Virtual dari Aplikasi Seluler XClarity yang berjalan di perangkat seluler Android atau iOS yang terhubung ke port USB depan dengan akses Pengontrol XClarity.
    10.Mempercepat tugas pemecahan masalah untuk mengurangi waktu servis dengan diagnostik yang ada di dalam XClarity Provioning Manager.

    Components and connectors
    Gambar berikut menunjukkan bagian depan server SR650 dengan ruang drive hingga 16x 2,5 inci.

    Tampilan depan SR650: Ruang drive hingga 16x 2,5 inci
    Gambar berikut menunjukkan bagian depan server SR650 dengan ruang drive hingga 24x 2,5 inci.

    Tampilan depan SR650: Ruang drive hingga 24x 2,5 inci
    Gambar berikut menunjukkan bagian depan server SR650 dengan ruang drive 8x 3,5 inci.

    Tampilan depan SR650: ruang drive 8x 3,5 inci
    Gambar berikut menunjukkan bagian depan server SR650 dengan ruang drive 12x 3,5 inci.

    Tampak depan SR650: ruang drive 12x 3,5 inci
    Bagian depan server SR650 mencakup komponen-komponen berikut:
    Hingga 16x 2,5 inci, atau 24x 2,5 inci, atau 8x 3,5 inci, atau 12x 3,5 inci drive bay hot-swap.
    Satu port VGA (opsional).
    Satu port USB 3.0.
    Satu port USB 2.0 dengan akses XClarity Controller.
    Tombol power.
    LED status.

    Tampak belakang SR650
    Bagian belakang server SR650 mencakup komponen-komponen berikut:
    Hingga enam slot ekspansi PCIe (tergantung pada kartu riser yang dipilih).
    Satu slot kartu LOM.
    Satu port 1 GbE untuk XClarity Controller.
    Satu port VGA.
    Dua port USB 3.0.
    Hingga dua catu daya hot-swap.

    Tampilan internal SR650
    Komponen utama berikut terletak di dalam server SR650:
    Hingga dua prosesor.
    24 slot DIMM (12 slot DIMM per prosesor).
    Berkendara pesawat belakang.
    Dua konektor PCIe NVMe onboard.
    Satu konektor modul M.2.
    Satu konektor kartu LOM.
    Dua slot PCIe 4 dan 7 onboard.
    Dua slot untuk kartu riser PCIe.
    Satu konektor TCM.
    Lima (satu prosesor) atau enam (dua prosesor) kipas sistem hot-swap.

    Attribute Specification
    Machine types 7X05 – 1 year warranty
    7X06 – 3 year warranty
    Form factor 2U rack-mount.
    Processor Up to two 2nd Gen Intel Xeon Bronze, Silver, Gold, or Platinum processors:
    Up to 28 cores (2.7 GHz core speeds).
    Up to 3.9 GHz core speeds (8 cores).
    UPI links up to 10.4 GT/s (2 UPI links used).
    Up to 38.5 MB cache.
    Up to 2933 MHz memory speed.
    1st Gen Intel Xeon processors are also supported.
    Chipset Intel C624.
    Memory Up to 24 DIMM sockets (12 DIMMs per processor; six memory channels per processor with two DIMMs per channel). Support for RDIMMs, LRDIMMs (1st Gen processors only), or 3DS RDIMMs. Memory speed up to 2933 MHz depending on the processor selected. Memory types cannot be intermixed.
    Persistent memory Up to 12x TruDDR4 2666 MHz DCPMMs in the DIMM slots. Not supported with 1st Gen Intel Xeon SP processors.
    Memory protection Processor’s integrated memory controllers: Error correction code (ECC), SDDC (for x4-based memory DIMMs), ADDDC (for x4-based memory DIMMs, requires Intel Xeon Gold or Platinum processors), memory mirroring, memory rank sparing, patrol scrubbing, and demand scrubbing.
    DCPMM’s onboard memory controllers: ECC, SDDC, DDDC, patrol scrubbing, and demand scrubbing.
    Note: In the configurations with DCPMMs, memory mirroring is supported only in the App Direct mode (other DCPMM modes do not support memory mirroring) and applies only to the RDIMMs or 3DS RDIMMs (DCPMMs are not mirrored). Memory sparing is not supported in the configurations with DCPMMs.
    Memory capacity Memory DIMMs only: Up to 3 TB with up to 24x 128 GB 3DS RDIMMs (Up to 1.5 TB per processor).
    Memory DIMMs and persistent memory modules:
    oApp Direct Mode: Up to 7.5 TB with up to 12x 128 GB 3DS RDIMMs and up to 12x 512 GB DCPMMs (Up to 3.75 TB per processor).
    oMemory Mode: Up to 6 TB with up to 12x 512 GB DCPMMs (Up to 3 TB per processor).
    Note: Server configurations with more than 1 TB of memory capacity per socket (including DCPMMs and RDIMMs or 3DS RDIMMs) require processors that support up to 4.5 TB (L-suffix) per socket.
    Drive bays Up to 16 SFF (front) and 2 LFF (rear) hot-swap drive bays:
    o8x 2.5″ SAS/SATA + 8x 2.5″ SAS/SATA + 2x 3.5″ SAS/SATA
    o4x 2.5″ SAS/SATA & 4x 2.5″ AnyBay + 8x 2.5″ SAS/SATA + 2x 3.5″ SAS/SATA
    o4x 2.5″ SAS/SATA & 4x 2.5″ AnyBay + 4x 2.5″ SAS/SATA & 4x 2.5″ AnyBay + 2x 3.5″ SAS/SATA
    Up to 24 SFF (front) and 2 LFF (rear) hot-swap drive bays:
    o8x 2.5″ SAS/SATA + 8x 2.5″ SAS/SATA + 8x 2.5″ SAS/SATA + 2x 3.5″ SAS/SATA
    o4x 2.5″ SAS/SATA & 4x 2.5″ AnyBay + 8x 2.5″ SAS/SATA + 8x 2.5″ SAS/SATA + 2x 3.5″ SAS/SATA
    o4x 2.5″ SAS/SATA & 4x 2.5″ AnyBay + 4x 2.5″ SAS/SATA & 4x 2.5″ AnyBay + 8x 2.5″ SAS/SATA + 2x 3.5″ SAS/SATA
    o4x 2.5″ SAS/SATA & 4x 2.5″ AnyBay + 4x 2.5″ SAS/SATA & 4x 2.5″ AnyBay + 4x 2.5″ SAS/SATA & 4x 2.5″ AnyBay
    o16x 2.5″ U.2 NVMe PCIe + 8x 2.5″ SAS/SATA (factory-installed only)
    o20x 2.5″ U.2 NVMe PCIe
    o24x 2.5″ U.2 NVMe PCIe
    Up to 10 LFF SAS/SATA hot-swap drive bays: 8x 3.5″ (front) + 2x 3.5″ (rear)
    Up to 14 LFF hot-swap drive bays:
    o12x 3.5″ SAS/SATA (front) + 2x 3.5″ SAS/SATA (rear)
    o8x 3.5″ SAS/SATA & 4x 3.5″ AnyBay (front) + 2x 3.5″ SAS/SATA (rear)
    Internal storage capacity 2.5-inch drives:
    o737.28TB using 24x 30.72TB 2.5-inch SAS/SATA SSDs
    o368.64TB using 24x 15.36TB 2.5-inch NVMe SSDs
    o57.6TB using 24x 2.4TB 2.5-inch HDDs
    3.5-inch drives:
    o280TB using 14x 20TB 3.5-inch HDDs
    o215.04TB using 14x 15.36TB 3.5-inch SAS/SATA SSDs
    o30.72TB using 4x 7.68TB 3.5-inch NVMe SSDs
    Storage controller 12 Gb SAS/SATA RAID adapters with up to 8GB flash-backed cache
    12 Gb SAS/SATA HBA (non-RAID)
    Onboard PCIe NVMe (with Intel VROC NVMe RAID support for Intel SSDs and optionally non-Intel SSDs)
    NVMe Switch Adapters (with Intel VROC NVMe RAID support for Intel SSDs and optionally non-Intel SSDs)
    Optical drive bays None. Support for an external USB DVD RW Optical Disk Drive (See Optical drives).
    Network interfaces Onboard LOM slot for up to 4x 1/10 Gb Ethernet ports:
    o2x or 4x 1 GbE RJ-45 ports (no 10/100 Mb support)
    o2x or 4x 10 GbE RJ-45 ports (no 10/100 Mb support)
    o2x or 4x 10 GbE SFP+ ports (no 10/100 Mb support)
    Optional Mezzanine LOM (ML2) slot for dual-port 10 GbE cards with SFP+ or RJ-45 connectors or single- or dual-port 25 GbE cards with SFP28 connectors.
    1x RJ-45 10/100/1000 Mb Ethernet systems management port.
    I/O expansion slots Up to seven slots. Slots 4 and 7 are the fixed slots on the system planar, and the remaining slots depend on the riser cards installed. The slots are as follows:
    Slot 1: PCIe 3.0 x16 or PCIe 3.0 x8; full-height, half-length (PCIe x16 slot can be single- or double-wide)
    Slot 2: PCIe 3.0 x8; full-height, half-length (not present if Slot 1 is PCIe x16 double-wide or Slot 3 is ML2 x16)
    Slot 3: PCIe 3.0 x8, or PCIe 3.0 x16, or ML2 x8, or ML2 x16; full-height, half-length
    Slot 4: PCIe 3.0 x8; low profile (vertical slot on system planar)
    Slot 5: PCIe 3.0 x16; full-height, half-length
    Slot 6: PCIe 3.0 x16; full-height, half-length
    Slot 7: PCIe 3.0 x8 (for an internal storage controller)
    Slots 5 and 6 require the second processor to be installed. Single-wide PCIe x16 Slot 1 requires the second processor to be installed.
    Ports Front: 1x USB 2.0 port with XClarity Controller access and 1x USB 3.0 port; optional 1x VGA port.
    Rear: 2x USB 3.0 ports and 1x VGA port; optional 1x DB-9 serial port.
    Cooling Five (one processor) or six (two processors) hot-swap single-rotor system fans with N+1 redundancy.
    Power supply Up to two redundant hot-swap 550 W, 750 W, or 1100 W (100 – 240 V), or 1600 W (200 – 240 V) High Efficiency Platinum AC power supplies, or 750 W (200 – 240 V) High Efficiency Titanium AC power supplies. HVDC support (PRC only).
    Video Matrox G200e with 16 MB memory integrated into the XClarity Controller. Maximum resolution is 1920×1200 at 60 Hz with 32 bits per pixel.
    Hot-swap parts Drives, power supplies, and fans.
    Systems management XClarity Controller (XCC) Standard, Advanced, or Enterprise (Pilot 4 chip), proactive platform alerts, light path diagnostics, XClarity Provisioning Manager, XClarity Essentials, XClarity Administrator, XClarity Integrators for VMware vCenter and Microsoft System Center, XClarity Energy Manager, Capacity Planner.
    Security features Power-on password, administrator’s password, secure firmware updates, Trusted Platform Module (TPM) 1.2 or 2.0 (configurable UEFI setting). Optional lockable front bezel. Optional Trusted Cryptographic Module (TCM) or Nationz TPM (available only in PRC). Optional Lenovo Business Vantage security software (available only in PRC).
    Operating systems Microsoft Windows Server, Red Hat Enterprise Linux, SUSE Linux Enterprise Server, VMware ESXi. See the Operating systems section for specifics.
    Warranty One-year (Machine Type 7X05) or three-year (Machine Type 7X06) customer-replaceable unit (CRU) and onsite limited warranty with 9×5 Next Business Day Parts Delivered.
    Service and support Optional Lenovo Services upgrades: 2-hour or 4-hour response time, 6-hour or 24-hour committed service repair, warranty extension up to 5 years, 1-year or 2-year post-warranty extensions, YourDrive YourData, Enterprise Software Support, and Basic Hardware Installation Services.
    Dimensions Width: 445 mm (17.5 in.), height: 87 mm (3.4 in.), depth: 764 mm (30.1 in.). See Physical specifications for details.
    Weight Minimum configuration: 19 kg (41.9 lb), maximum: 32 kg (70.5 lb)

    Lenovo ThinkSystem SR650 Server x 4 = 400.000.000
    Memory 32GB x 4 = 128GB
    HDD 20TB x 4 = 80TB

    Hypervisor 1: VMware ESXi: VMware ESXi adalah salah satu Hypervisor Tipe 1 yang paling populer dan banyak digunakan di industri. Ini adalah produk dari VMware dan mendukung berbagai fitur virtualisasi yang kuat. ESXi dirancang untuk dijalankan langsung pada server fisik dan memberikan performa tinggi serta kehandalan yang baik.

    Instalasi dan konfigurasi VMware ESXi pada server:
    Persiapan:

    1.Unduh image ISO VMware ESXi dari situs web VMware.
    Pastikan Anda memiliki akses ke server Lenovo ThinkSystem SR650 dan dapat boot dari media instalasi.
    Boot dari media instalasi:

    2.Masukkan media instalasi VMware ESXi ke dalam server.
    Boot server dari media instalasi. Anda mungkin perlu mengatur pengaturan boot di BIOS untuk memastikan server boot dari media yang benar.
    Proses instalasi:

    3.Setelah server boot dari media instalasi, Anda akan melihat layar instalasi VMware ESXi.
    4.Pilih opsi instalasi yang sesuai, seperti memilih bahasa, konfigurasi keyboard, dan lain-lain.
    Setujui perjanjian lisensi dan pilih media penyimpanan untuk instalasi ESXi.
    Tentukan konfigurasi jaringan, termasuk pemberian alamat IP statis atau penggunaan DHCP.
    Tunggu proses instalasi selesai.
    Konfigurasi awal:

    5.Setelah instalasi selesai, server akan reboot.
    Pada layar boot, perhatikan alamat IP yang ditampilkan untuk mengakses antarmuka web ESXi nanti.
    Akses antarmuka web ESXi:

    6.Buka browser web pada komputer lain di jaringan dan masukkan alamat IP ESXi yang ditampilkan pada langkah sebelumnya.
    Anda akan diarahkan ke antarmuka web VMware ESXi.
    Konfigurasi jaringan dan sumber daya:

    7.Masuk ke antarmuka web VMware ESXi menggunakan akun root yang telah ditetapkan selama instalasi.
    Konfigurasikan pengaturan jaringan, seperti mengatur alamat IP, DNS, dan lain-lain.
    Atur pengaturan sumber daya, seperti kebijakan pemakaian CPU dan RAM.
    Penambahan host ke vCenter Server (opsional):

    8.Jika Anda menggunakan VMware vCenter Server untuk manajemen sentral, Anda dapat menambahkan host ESXi ke vCenter Server.
    Buka vSphere Client atau vSphere Web Client dan masukkan detail host ESXi untuk penambahan.
    Konfigurasi tambahan:

    9.Lakukan konfigurasi tambahan sesuai kebutuhan, seperti konfigurasi penyimpanan, keamanan, jaringan virtual, dan lain-lain.

  20. RANCANGAN DESIGN PLATFORM CLOUD SERVER

    Kelompok :
    Farel Marselino A. (16)
    Iqbal Rizky Wijaya (23)
    Nur Shabrina R. (28)

    Kelas : XII SIJA 2

    Dual Intel Xeon Silver 4310
    Spesifikasi CPU
    Jumlah Core : 12
    Jumlah Thread : 24
    Frekuensi Turbo Maks : 3.20 GHz
    Frekuensi Dasar Prosesor : 2.10 GHz
    Cache : 18 MB
    Jumlah Tautan UPI : 2
    TDP : 85 W

    Keunggulan
    Harga
    2x Rp9.963.944 = Rp19.927.888,00

    Dual 16GB RDIMM, 3200MT/s, Dual Rank
    Spesifikasi
    Brand : DELL
    Memory Capacity : 16GB
    Speed (Data Rate) : 3200MT/s (PC5-38400)
    Speed (Clock Rate) : 2400Mhz
    Module Type : RDIMM
    Error Check : ECC
    Form Factor : DDR4
    Rank : 2R

    Keunggulan
    Harga
    2x Rp5.250.000 = Rp10.500.000

    3 x DELL 1.92TB SSD SATA Read Intensive 6Gbps 512 2.5in Hot-Plug AG Drive (Raid 5)
    Spesifikasi
    MFG Part :400-AXSD
    Form Factor :U.2, 2.5” x 15mm
    Interface :SATA 6Gb/s
    Capacities :1.92TB
    NAND :3D TLC
    Drive Transfer Rate :600 MBps

    Keunggulan
    – Lebih tahan lama
    Menampilkan desain non-mekanis, dan lebih tahan goncangan.
    – Lebih cepat
    Akses data lebih cepat, boot up, transfer file, dan pengalaman komputasi yang lebih cepat secara keseluruhan. Lebih tenang Jalankan pada operasi yang hampir senyap.
    – Lebih ringan
    Hard drive berbasis flash jauh lebih ringan.
    – Lebih dingin
    Hard drive memerlukan sedikit daya untuk beroperasi, menghasilkan keluaran panas yang lebih sedikit oleh sistem Anda.
    – Lebih hemat
    Mengkonsumsi lebih sedikit daya pada beban puncak.
    Harga
    3x Rp12.624.342 = Rp37.873.026

    Total Biaya 1 Server = Rp68.300.914
    Total Biaya 4 Server = Rp273.203.656

    VMware vSphere / ESXi

    Kelebihan :
    Keamanan berdasarkan model tanpa kepercayaan, bersama dengan keamanan yang lebih baik daripada sistem kontainer seperti Kubernetes
    Penyediaan aplikasi dan sumber daya yang lebih baik
    Manajemen pusat data yang disederhanakan
    Peningkatan efisiensi dan ketangkasan sistem pusat data.

    Installasi VMware vSphere / ESXi

    Download VMWare ESXi

    Download aplikasi Rufus untuk create bootable USB versi portable disini.

    Create bootable VMWare ESXi ke flashdisk menggunakan aplikasi Rufus dengan langkah-langkah berikut:

    Verifikasi Intel (VMX) Virtualization Technology telah di-Enabled.
    Pastikan perangkat dalam keadaan Power-Off.
    Koneksikan perangkat ke Monitor.
    Koneksikan perangkat dengan USB Keyboard.
    Power-On perangkat. Saat awal perangkat Power-On, tekan tombol “DEL” secara berulang-ulang untuk masuk ke BIOS.
    Jika sudah masuk ke BIOS, maka Anda perlu memastikan BIOS mode di Menu “Advanced > CPU Configuration > Intel (VMX) Virtualization Technology “. Pilih [Enable].

    Save Changes and Exit.

    Koneksikan bootable Flashdisk Software VMWare ESXi ke port USB perangkat.

    Power-On perangkat. Saat Awal booting perangkat, tekan “F11” untuk masuk ke opsi Boot BIOS. Kemudian pilih “FlashDisk-Name”

    Loading ESXi installer.

    Welcome to the VMWare ESXi 6.7.0 Installation > (Enter) Continue.

    End User License Agreement (EULA) > (F11) Accept and Continue.

    Select a Disk to Install or Upgrade > Local:  “ATA MG BGM3M SSD” > (Enter) Continue > (Enter) OK.

    Please select a keyboard layout > US Default > (Enter) Continue.

    Enter a root password > (Enter) Continue.

    Confirm Install > (F11) Install.

    Installing ESXi 6.7.0.

    Installation Complete > Remove the installation media before rebooting > (Enter) Reboot.

    Booting.

    Console VMWare via https://ip-address. By default IP address adalah DHCP, jika ingin melakukan perubahan menjadi static, tekan F2.

    Web Console Management VMWare.
    Error Self-sign certificate

    Login menggunakan username: root dan password yang telah dibuat saat proses instalasi.

    Dashboard VMWare ESXi 6.7.0

    Assign License Key. Pada tahap ini proses instalasi Software VMWare ESXi telah berhasil.

  21. HPE Proliant DL580 Gen10 4U Rp 70,056,000
    Cara Instalasi httpswww.youtube.comwatchv=lUXairj6yxQ
    Spesifikasi
    ————————————————————————————–
    -Form Factor 4U Rack
    -Processor Up to 4x Intel Xeon Scalable 8200 6200 5200 8100 6100 5100 series CPUs
    -Power Supply HPE 800W or 1600W flex slot platinum hot plug low halogen power supply
    -Chipset Intel C621 chipset
    -On system management processor HPE iLO 5 ASIC
    -Memory Type HPE Smart Memory, 48 DIMM slots, DDR4 RDIMM and LRDIMM
    -Memory Max 6TB of LRDIMM (48 x 128GB)
    -Network Controller Optional FlexibleLOM
    -Storage Controller HPE Smart Array S100i or HPE Smart Array Controllers, depending on model
    -Max Internal Storage Hot swap SFF SATA 368.6TB (48 x 7.68TB)
    -Industry Standard Compliance ACPI 6.1. Compliant, PCIe 3.0 Compliant, PXE Support, WOL Support, Microsoft Logo certifications, USB 2.0 Support, USB 3.0 Support, SMBIOS 3.1, UEFI 2.6, Redfish API
    -Operating systems and virtualisation software support Microsoft Windows Server, Red Hat Enterprise Linux (RHEL), SUSE Linux Enterprise Server (SLES), VMware, CentOS, Oracle Linux, Citrix XenServer
    ————————————————————————————–
    Hypervisor Type 1 yang cocok untuk server ini
    -VMware ESXi
    -Microsoft Hyper-V
    -Citrix Hypervisor
    -KVM (Kernel-based Virtual Machine)
    ————————————————————————————–
    Langkah-langkah umum untuk mengkonfigurasi VMware ESXi di server HPE ProLiant DL580 Gen10

    -Unduh ISO VMware ESXi dari situs web resmi VMware Kunjungi situs web VMware dan unduh versi terbaru dari ISO VMware ESXi sesuai dengan kebutuhan Anda.

    -Buat media bootable Gunakan utilitas seperti Rufus atau VMware ESXi Image Builder untuk membuat media bootable dari file ISO yang Anda unduh. Anda dapat menggunakan USB flash drive atau DVD sebagai media bootable.

    -Sisipkan media bootable ke server Sisipkan media bootable yang telah Anda buat ke server HPE ProLiant DL580 Gen10. Pastikan Anda dapat boot dari media tersebut.

    -Boot server Nyalakan server dan pastikan Anda boot dari media bootable yang telah disisipkan. Pada saat boot, Anda akan melihat layar instalasi VMware ESXi.

    -Pilih opsi untuk menginstal ESXi Pilih opsi Install atau Interactive Install pada layar instalasi untuk memulai proses instalasi.

    -Setujui persyaratan lisensi Bacalah dan terima persyaratan lisensi VMware ESXi.

    -Pilih media penyimpanan Pilih media penyimpanan (misalnya, hard drive internal) di mana Anda ingin menginstal ESXi. Pastikan Anda memilih media yang memenuhi persyaratan kapasitas dan kebutuhan penyimpanan Anda.

    -Konfigurasi jaringan Pada layar konfigurasi jaringan, tentukan pengaturan jaringan yang sesuai, seperti alamat IP, subnet mask, dan gateway.

    -Konfigurasi sandi root Tentukan sandi root yang akan digunakan untuk mengakses VMware ESXi setelah instalasi selesai.

    -Tunggu proses instalasi selesai Setelah Anda mengkonfigurasi semua pengaturan yang diperlukan, tunggu sampai proses instalasi selesai.

    -Reboot server Setelah instalasi selesai, reboot server HPE ProLiant DL580 Gen10 untuk memulai VMware ESXi.

    -Konfigurasi lebih lanjut Setelah server reboot, Anda dapat mengakses VMware ESXi melalui antarmuka web atau menggunakan vSphere Client untuk mengkonfigurasi lebih lanjut, seperti mengelola host, membuat dan mengelola mesin virtual, dan lainnya.

    Catatan Pastikan untuk selalu merujuk pada panduan instalasi dan dokumentasi resmi dari VMware untuk langkah-langkah yang lebih terperinci dan spesifik sesuai dengan versi VMware ESXi yang Anda gunakan.

    —Terima Kasih—-

  22. Aqila athar abrisam, muhammad ali dean B.A, muhammad aulia ikhsan, ibnu tsani mubarok says:

    HPE Proliant DL580 Gen10 4U Rp 70,056,000
    Cara Instalasi httpswww.youtube.comwatchv=lUXairj6yxQ
    Spesifikasi
    ————————————————————————————–
    -Form Factor 4U Rack
    -Processor Up to 4x Intel Xeon Scalable 8200 6200 5200 8100 6100 5100 series CPUs
    -Power Supply HPE 800W or 1600W flex slot platinum hot plug low halogen power supply
    -Chipset Intel C621 chipset
    -On system management processor HPE iLO 5 ASIC
    -Memory Type HPE Smart Memory, 48 DIMM slots, DDR4 RDIMM and LRDIMM
    -Memory Max 6TB of LRDIMM (48 x 128GB)
    -Network Controller Optional FlexibleLOM
    -Storage Controller HPE Smart Array S100i or HPE Smart Array Controllers, depending on model
    -Max Internal Storage Hot swap SFF SATA 368.6TB (48 x 7.68TB)
    -Industry Standard Compliance ACPI 6.1. Compliant, PCIe 3.0 Compliant, PXE Support, WOL Support, Microsoft Logo certifications, USB 2.0 Support, USB 3.0 Support, SMBIOS 3.1, UEFI 2.6, Redfish API
    -Operating systems and virtualisation software support Microsoft Windows Server, Red Hat Enterprise Linux (RHEL), SUSE Linux Enterprise Server (SLES), VMware, CentOS, Oracle Linux, Citrix XenServer
    ————————————————————————————–
    Hypervisor Type 1 yang cocok untuk server ini
    -VMware ESXi
    -Microsoft Hyper-V
    -Citrix Hypervisor
    -KVM (Kernel-based Virtual Machine)
    ————————————————————————————–
    Langkah-langkah umum untuk mengkonfigurasi VMware ESXi di server HPE ProLiant DL580 Gen10

    -Unduh ISO VMware ESXi dari situs web resmi VMware Kunjungi situs web VMware dan unduh versi terbaru dari ISO VMware ESXi sesuai dengan kebutuhan Anda.

    -Buat media bootable Gunakan utilitas seperti Rufus atau VMware ESXi Image Builder untuk membuat media bootable dari file ISO yang Anda unduh. Anda dapat menggunakan USB flash drive atau DVD sebagai media bootable.

    -Sisipkan media bootable ke server Sisipkan media bootable yang telah Anda buat ke server HPE ProLiant DL580 Gen10. Pastikan Anda dapat boot dari media tersebut.

    -Boot server Nyalakan server dan pastikan Anda boot dari media bootable yang telah disisipkan. Pada saat boot, Anda akan melihat layar instalasi VMware ESXi.

    -Pilih opsi untuk menginstal ESXi Pilih opsi Install atau Interactive Install pada layar instalasi untuk memulai proses instalasi.

    -Setujui persyaratan lisensi Bacalah dan terima persyaratan lisensi VMware ESXi.

    -Pilih media penyimpanan Pilih media penyimpanan (misalnya, hard drive internal) di mana Anda ingin menginstal ESXi. Pastikan Anda memilih media yang memenuhi persyaratan kapasitas dan kebutuhan penyimpanan Anda.

    -Konfigurasi jaringan Pada layar konfigurasi jaringan, tentukan pengaturan jaringan yang sesuai, seperti alamat IP, subnet mask, dan gateway.

    -Konfigurasi sandi root Tentukan sandi root yang akan digunakan untuk mengakses VMware ESXi setelah instalasi selesai.

    -Tunggu proses instalasi selesai Setelah Anda mengkonfigurasi semua pengaturan yang diperlukan, tunggu sampai proses instalasi selesai.

    -Reboot server Setelah instalasi selesai, reboot server HPE ProLiant DL580 Gen10 untuk memulai VMware ESXi.

    -Konfigurasi lebih lanjut Setelah server reboot, Anda dapat mengakses VMware ESXi melalui antarmuka web atau menggunakan vSphere Client untuk mengkonfigurasi lebih lanjut, seperti mengelola host, membuat dan mengelola mesin virtual, dan lainnya.

    Catatan Pastikan untuk selalu merujuk pada panduan instalasi dan dokumentasi resmi dari VMware untuk langkah-langkah yang lebih terperinci dan spesifik sesuai dengan versi VMware ESXi yang Anda gunakan.

    —Terima Kasih—-

  23. *Menggunakan server dengan ketentuan sebagai berikut :
    Produk: Dell PowerEdge R740
    Spesifikasi:
    Processor: Intel Xeon Silver 4214(10 core)
    Memory: 32 GB ECC DDR4 (RAM) (2x 16GB 3200MT/s DDR4 2R ECC RDIIM)
    Storage: 20 TB (5x 4TB NLSAS 3.5in Hot-plug HDD)
    Keunggulan: Dell PowerEdge R740 adalah server yang andal dan memiliki kinerja yang baik. Dukungan terhadap konfigurasi yang besar dan dapat diandalkan membuatnya cocok untuk digunakan dalam lingkungan cloud server dengan banyak pengguna.
    Total harga : 97.500.000

    *Menggunakan Hypervisor Type 1 VMware vSphere ESXi
    Keunggulan: – Manajemen yang mudah dengan antarmuka yang intuitif.
    – Kemampuan virtualisasi yang kuat untuk mengelola dan membagi sumber daya server secara efisien.
    – Manajemen yang mudah dengan antarmuka yang intuitif.
    – Peningkatan efisiensi dan ketangkasan sistem pusat data.

    *Monitoring :
    Software Monitoring: Nagios Core
    Keunggulan: Nagios Core adalah perangkat lunak pemantauan yang kuat dan fleksibel. Dengan Nagios Core, Anda dapat memantau kinerja server, ketersediaan jaringan, dan masalah lainnya secara real-time. Fitur-fitur pentingnya meliputi notifikasi, pelaporan, dan tindakan otomatis.

    *Keamanan :
    Antivirus: Sophos Endpoint Protection
    Keunggulan: Nagios Core adalah perangkat lunak pemantauan yang kuat dan fleksibel. Dengan Nagios Core, Anda dapat memantau kinerja server, ketersediaan jaringan, dan masalah lainnya secara real-time. Fitur-fitur pentingnya meliputi notifikasi, pelaporan, dan tindakan otomatis.

    Berikut adalah langkah-langkah instalasi dan konfigurasi Hypervisor tipe 1 (VMware vSphere ESXi) :

    1.Persiapan:
    A.Unduh file ISO VMware vSphere ESXi dari situs resmi VMware.
    B.Siapkan media bootable seperti USB flash drive atau CD/DVD yang akan digunakan untuk menginstal ESXi.

    2.Boot dan Instalasi:
    A.Sambungkan media bootable ke server yang akan diinstal ESXi.
    B.Nyalakan server dan pastikan pengaturan boot di BIOS/UEFI telah diatur untuk mem-boot dari media yang tepat.
    C.Boot server dari media bootable dan ikuti petunjuk di layar untuk memulai proses instalasi ESXi.
    D.Pilih opsi “Install” atau “Upgrade” sesuai kebutuhan.

    3.Pilih Lokasi Instalasi:
    A.Setelah instalasi dimulai, Anda akan diminta untuk memilih lokasi penyimpanan untuk instalasi ESXi.
    B.Pilih drive atau partisi yang akan digunakan untuk menginstal ESXi.
    C.Pastikan Anda memilih drive yang memiliki kapasitas yang cukup dan memenuhi persyaratan sistem.

    4.Konfigurasi Jaringan:
    A.Selama instalasi, Anda akan diminta untuk mengkonfigurasi pengaturan jaringan.
    B.Pilih interface jaringan yang akan digunakan untuk menghubungkan ESXi ke jaringan.
    C.Atur alamat IP, subnet mask, gateway, dan pengaturan jaringan lainnya sesuai dengan kebutuhan lingkungan jaringan Anda.

    5.Buat Password Root:
    A.Anda akan diminta untuk membuat password root (administrator) untuk mengamankan akses ke server ESXi.
    B.Pilih password yang kuat dan simpan dengan aman.

    6.Selesai Instalasi:
    A.Setelah proses instalasi selesai, restart server untuk memulai ESXi yang baru diinstal.

    7.Konfigurasi Tambahan:
    A.Setelah ESXi berhasil diinstal, Anda dapat mengaksesnya melalui vSphere Client atau vSphere Web Client menggunakan browser.
    B.Login menggunakan akun root dan password yang telah Anda buat.
    C.Konfigurasikan pengaturan tambahan seperti pengaturan waktu, keamanan, jaringan, dan penyimpanan sesuai dengan kebutuhan dan best practice yang relevan.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WordPress Appliance - Powered by TurnKey Linux